Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Mantan Model Itu Merasa Damai Setelah Memeluk Islam

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 21 November 2014 20:52 8:52 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 21 November 2014 20:52
Bagikan
Bagikan

SEMUANYA berawal ketika saya masih seorang mahasiswa berusia 20 tahun. Saya mendengar tentang Islam melalui beberapa teman baru saya yang Muslim.

Sesungguhnya itulah pertama kalinya saya benar-benar mendengar ada sebuah agama seperti itu. Karena rasa ingin tahu saya dan pada saat yang sama saya sedang mempertanyakan validitas agama saya sendiri (Katolik), saya pun mulai bertanya-tanya tentang agama baru (saya ketahui) ini.

Mulailah saya menemui teman-teman saya itu dengan menyampaikan pertanyaan-pertanyaan, dan mereka memberi jawaban kepada saya. Dan semakin saya belajar, semakin datang keyakinan pada saya.

Keputusan memasuki agama Islam pun datang dengan cepat, hanya dalam waktu empat bulan. Tetapi itu tidak mudah sebenarnya. Memang tidak mudah mengubah dari jati diri saya sebelumnya. Bukan karena saya tidak menginginkannya, tetapi bagaimana menghadapi orang-orang yang telah mengenal jati diri saya sebelumnya. Sulit untuk meyakinkan mereka bahwa semuanya telah berubah.

Saya telah menjadi model pada usia 14 tahun, di usia yang sangat muda. Dan entah bagaimana, aku punya menyukai profesi ini. Aku senang menjadi pusat perhatian, mengikuti kompetisi, kegembiraan, berdandan, walaupun sering merasa salah tentang apa yang telah saya raih tersebut. Kadang-kadang saya merindukannya, tapi saya pun benar-benar tidak tahu apa manfaatnya.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Saya tidak tahu apa yang membuat saya merasa seperti itu. Sebab sebenarnya juga, saya tidak lagi merasa nyaman dengan profesi saya itu.

Saya mempertimbangkan banyak kemungkinan di dalam pikiran. Saya pun membayangkan saat sedang duduk mengenakan topi dan gaun wisuda, saya pun berpikir; “Mau apa selanjutnya?”

Satu hari saya mengunjungi seorang teman dan mencurahkan isi hati saya padanya, dan ketika hendak saya pergi, dia berkata pada saya, “Jangan khawatir Maria, berpikir tentang akan jadi apa Anda dan akan ke mana Anda, Allah akan membawa Anda melalui beberapa jenis cahaya.”

Pada saat teman wanita itu menyudahi perkataannya, saya pun pergi dengan membawa cahaya yang begitu kuat. Saya pun memutuskan memeluk agama Islam, saat itu juga.

Kedua orang tua saya terkejut. Mereka tidak mengerti mengapa saya mengambil keputusan seperti itu.

“Berarti kamu juga tidak mau berkencan lagi?” begitu ibu saya terus-menerus bertanya. Namun, mereka pun tidak memaksa saya lebih jauh. Hanya saya ingat ibu pernah mengatakan, “Saya memberikan kamu kesempatan beberapa bulan, mungkin kamu akan meninggalkannya.”

Tapi jauh di dalam hati, ini adalah hal yang dijalani seumur hidup. Sesuatu yang tidak akan pernah berubah.

Setelah selama bertahun-tahun, orang tua saya akhirnya dapat menerima keadaan saya itu. Ibu saya pun kemudian selalu memberi saya makanan khusus ketika sedang ada hidangan daging babi, dan ia akan memberitahu saya untuk mengenakan jilbab ketika ada tamu di rumah kami.

Islam rupanya telah melunak hati orang tua saya. Dan saya memahami dan menghormati kesulitan yang mereka hadapi sebagai generasi pertama orang Puerto Riko di Amerika Serikat.

Banyak teman saya yang mencoba membuat saya mengubah arah, tapi saya selalu bersujud dan meminta Tuhan untuk memimpin saya ke jalan yang benar dan tetap kuat. Dan Dia melakukannya. Saya tidak pernah menyesal, atau akan menyesal dengan jalan yang telah saya pilih.

Saya telah mengalami ketidaknyaman dalam hidup saya sebelumnya, dan sekarang saya telah menemukan kedamaian. Alhamdulillah, saya punya satu pilihan dan saya telah meraihnya. Islam telah membuat saya tidak menjadi orang yang berlebih-lebihan. Ini membuat saya nyaman dan bersih.*/Dikisahkan Maria Esther Roman, dilansir Saudi Gazette, Jumat (21/11/2014).

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wanita Penjual Gembong Itu Mengajariku Kehidupan!
Tulisan selanjutnya [Video] Drama Ciptaan Allah: Macan Tutul Menyesal Usai Menerkam Induk Babun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?