Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Mengetuk Hati Penguasa via Shalat Sunnah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 April 2017 13:22 1:22 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 April 2017 09:00
Bagikan
[Ilustrasi] Shalat.
Bagikan

PADA tahun 1990-an, saya mendapat amanah untuk membuka atau tepatnya merintis sebuah pesantren di Sumenep, Madura. Singkat cerita, setelah diberi amanah tersebut, saya pun langsung berkemas-kemas untuk melaksanakannya.

Bersama istri dan buah hati yang baru berumur beberapa bulan, kami berangkat ke Pulau Garam, Madura, untuk turut menyiarkan cahaya Islam di sana.

Karena tidak ada tempat tinggal, kami pun mengontrak di salah satu rumah warga. Langkah pertama untuk mewujudkan misi yang diemban, saya galakkan silaturahim dengan warga sekitar, termasuk para tokoh dan aparat desa. Di rumah itulah kami bina anak-anak dari satu hingga puluhan jumlahnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah santri semakin membludak. Dengan demikian, sudah pasti asrama yang berupa rumah kontrakan itu tidak lagi memadahi. Muncul asa untuk membangun pesantren.

Sebelumnya, kami telah mendapatkan tanah wakaf dari seorang muwakif. Lahan inilah yang niatnya akan dijadikan area pesantren. Namun, mimpi itu terbentur dengan kondisi finansial. Pengurus tidak memiliki dana untuk memulai pembangunan.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Baca: Amalkan Sunnah Rasulullah, Ulama Terlindungi dari Kejahatan

Tak lama berselang, secercah harapan itu pun tiba, manakala ada informasi dari Kepala Bagian Sosial Kabupaten Sumenep, bahwa pemerintah provinsi (pemprov) saat itu telah menyetujui kucuran dana untuk bantuan sosial bagi masyarakat Jawa Timur.

Kepala Bagian itu menyarankan kami untuk membuat proposal bantuan, bila ingin meminta bantuan. Kami pun langsung mengerjakannya, sepulang kami dari kantor kabupaten.

Sudah menjadi syarat mutlak dari pengajuan proposal tersebut; harus mendapat tanda tangan atau persetujuan dari Bupati setempat. Di sinilah kami sempat tersandung batu ganjalan.

Betapa tidak, di saat proposal siap dihadapkan kepada bapak Bupati untuk meminta tanda tangannya, si asisten Bupati yang menjadi ‘palang pintu’ untuk menghadap Bupati berusaha menghalang-halangi kami.

Karenanya, kami harus bolak-balik pesantren-kantor pemerintahan hingga tiga kali. Bukan hanya itu kesulitan yang kami dapat. Ketika proposal telah dibubuhi tanda tangan Bupati dan diserahkan kembali kepada kami, si asisten berucap dengan ucapan yang sangat menohok, “Kalau pesantren bisa mendapatkan bantuan dari Gubernur, potong lidah saya!”

Selidik punya selidik, ternyata diketahui bahwa si asisten berperilaku demikian karena ia merasa pesantren itu telah menjadi pesaing lembaganya yang juga terjun di dunia sosial.

Kalimat yang diucapkan oleh si asisten sangat terngiang-ngiang di telinga. Kalimat itu bak mengandung pesan kurang sedap yang akan berefek di kemudian hari.

Baca: Berbahagilah bagi Anda yang Rajin Shalat Dhuha

Di Luar Dugaan

Tak ingin ciut dengan ucapan tersebut, sesampainya di pesantren, kepada para santri saya berseru, “Mari kita galakkan shalat lail dan doakan semoga Allah membuka hati Bapak Gubernur untuk sudi membantu kelancaran pembangunan pesantren kita,” pintaku kepada mereka.

Akhirnya tibalah saatnya kami harus menghadap Gubernur. Sempat terjadi gemuruh dalam hati. Bagaimana pun juga, saat itu tahun 1990-an, wibawa pemerintah sangat mentereng, sangat berwibawa di depan publik, karena olesan Orde Baru yang sedemikian rupa.

Untuk menenangkan diri kami melakukan shalat dhuha, menghadap kepada Sang Maha Kuasa sebelum menghadap penguasa.

Sejujurnya dalam benak, saya memperkirakan bahwa bantuan yang akan cair waktu itu tidak lebih dari Rp 10 juta. Tahun itu, jumlah tersebut sudah cukup lumayan, mengingat harga-harga barang belum selangit seperti saat ini.

Setelah menghadap Sang Gubernur, kami langsung sampaikan hajat. Tak lupa proposal yang di tangan kami serahkan untuk dibaca.

Baca: Jelang Ramadhan, Ini Tips Mudah Tahajud

Yang cukup mengagetkan saya pribadi, setelah mendengar penjelasan kami secara lisan dan membaca apa yang tertera di proposal, tanpa banyak tanya Gubernur langsung memanggil salah satu stafnya. Ia menanyakan tentang ketersediaan dana bantuan. Sang staf menjawab ada. Gubernur pun memerintahkan agar langsung menyairkan bantuan untuk kami.

Tahukah berapa jumlah uang yang diberikan kepada kami? Besarnya hingga mencapai Rp 200 jutaan. Jumlah yang sangat fantastis saat itu. Kami pun langsung bersujud syukur atas karunia Allah tersebut.

Dari bantuan itu, berdirilah enam lokal bangunan yang peresmiannya langsung dihadiri oleh Sang Gubernur tersebut. Sejatinya, dalam peresmian itu, selain Bupati, pihak pengurus juga turut mengundang sang asisten yang waktu itu pernah menghalang-halangi kami untuk meminta tanda tangan Sang Bupati. Tapi beliau tidak datang.

Dari kejadian ini, semakin mengakarlah keyakinan bahwa bantuan Allah itu sangatlah dekat bagi mereka yang dengan ikhlas berjuang membantu menegakkan kalimat-Nya di muka bumi ini. Semoga bermanfaat!* Khairul Hibri, sebagaimana yang dikisahkan oleh seorang ustadz asal Surabaya.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:doaGubernurGubernur Jawa TimurJawa Timurmadurapembangunan pesantrenpenguasapesantrenproposalsantrishalatShalat dhuhaShalat sunnahtahajud
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Uni Eropa Tuding Travel Website Tidak Berikan Informasi Akurat
Tulisan selanjutnya Pakar Hukum Pidana: Kapolda dan Jaksa Agung Campuri Kewenangan Hakim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?