Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Kematian Tunangan Yang Menuntun Pada Islam

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 3 Mei 2020 03:28 3:28 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 3 Mei 2020 14:59
Bagikan
Ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com | NAMANYA Maria. Ia baru saja memeluk Islam setahun yang lalu. Ia berasal dari Boulder, Colorado, lahir di sana, dan menghabiskan seluruh masa sekolahnya di sana sepanjang hidupnya. Kedua orangtuanya berasal dari Afrika Selatan, kemudian berimgrasi ke tempatnya sekarang. Tidak seorangpun dari mereka yang dekat dengan agama. Kedua orangtuanya adalah ateis, dan jelas tidak beriman terhadap tuhan. Maria memiliki seorang saudara laki-laki yang belajar musik di University of Colorado. Saudara laki-lakinya adalah penganut Katolik, jadi ia juga bukanlah seorang Muslim.

Sebelum menjadi Muslim, Maria juga tidak percaya dengan Tuhan. Ia tidak beragama, dan tidak memiliki keimanan. Tampaknya hal itu turun dari cara kedua orangtuanya membesarkanya. Ia tak percaya dengan kebenaran agama manapun sama sekali. Jika ia dan kedua orangtuanya membicarakan tentang agama, mereka pasti akan membicarakan nya dengan pandangan negatif. Saat itu, ia benar-benar tidak melihat agama sebagai hal yang baik. Ia memikirkan agama sebagai sumber masalah yang menyebabkan perang dan perpecahan di dunia.

Maria mulai berkenalan dengan Islam dua atau tiga tahun yang lalu. Waktu itu ia berkencan dengan seorang pria Pakistan. (Saat ini, setelah mengenal lebih dalam tentang Islam, ia tidak menganjurkan untuk terlibat dalam hubungan dengan lawan jenis sebelum menikah sebagaimana Islam mengajarkan.) Dan hal itu adalah kali pertama ia mulai terbuka untuk mengenal Islam. Ia sedikit demi sedikit mulai belajar tentang Islam dan untuk tidak berpikiran negatif tentangnya. Sebelumnya, ia benar-benar tidak tahu apapun mengenai Islam. Maka setelah berbicara dengan pria Pakistan itu dan beberapa orang lain, ia mulai mengumpulkan berbagai fakta mengenai agama ini. Ia membeli terjemah Al-Qur’an berbahasa Inggris, dan mulai membacanya.

Saat bersama dengan pria Pakistan yang kemudian menjadi tunangannya, mereka tidak pernah benar-benar berbicara tentang Islam. Saat itu, ia tidak melihat tunangan nya sebagai pribadi seorang Muslim maupun seseorang yang religius. Ia hanya melihatnya sebagai sosok yang baik dan terhormat. Tunangan nya tersebut sangatlah sopan dan baik terhadap siapapun. Ia tak pernah membuat orang lain tersinggung, bahkan terhadap orang yang tidak disukainya, tunangan nya tetap berusaha bersikap baik. Mulanya, ia memutuskan untuk memercayai Islam karena pertunangan nya dengan pria Pakistan ini yang berlangsung untuk waktu yang lama.

Hingga suatu waktu, tunangan nya pergi mengunjunginya, yang waktu itu sedang belajar di Arizona. Tunangan nya mengemudikan mobil sendirian dari Boulder ke Arizona. Di perjalanan, ia terlibat dalam sebuah kecelakaan dan meninggal seketika. Itu adalah pengalaman pertama Maria bersinggungan dengan kematian. Dan hal itulah yang menuntunya untuk mempelajari Islam lebih dalam. Karena ia sadar, pasti ada suatu hal yang lebih dari sekedar kematian. Pastinya ada sebuah alasan untuk setiap peristiwa. Dan semakin ia memikirkanya, ia merasa sudah seharusnya ada peran Yang Maha Kuasa di setiap kejadian apapun yang menimpa manusia.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Maka ia mulai kembali membaca Al-Qur’an, membaca banyak buku, dan berbicara dengan banyak orang. Dan pada satu saat tertentu, ketika ia sedang membaca Al-Qur’an, sekitar dua bulan setelah kematian tunangan nya, ia merasa tiba-tiba semua menjadi terang benderang baginya. Pada momen itu, ia merasa segalanya, kematian tunangan nya, situasi yang ia hadapi, semuanya memiliki arti. Saat itulah ia benar-benar merasa bahwa inilah kebenaran. Saat itu juga, ia bersyahadah dengan sendirian.

Di kemudian hari, ia membicarakan tentang keputusanya itu dengan beberapa orang teman Muslimnya. Teman-temanya menyarankan agar ia pergi ke Denver. Sebab ada seorang Syeikh yang tingga di sana. Ia berbicara dengan sang Syeikh, dan beliau meminta Maria untuk meyakinkan kembali dirinya sendiri terhadap pilihanya. Sang Syeikh menginginkan agar Maria yakin bahwa keputusanya bukan sebab orang lain, bahwa ia melakukanya bukan untuk tunangan nya. Mereka berbicara tentang hal ini, dan Maria mengatakan kepada sang Syeikh, “Ya, ini untuk diriku sendiri.”

Ia kemudian kembali mengucapkan syahadat di depan sang Syaikh, dan didampingi dua orang sahabatnya sebagai saksi. Kini, Maria mengakui, jika ia tidak bertemu dengan tunangan nya, mungkin ia tidak akan mempelajari banyak hal tentang Islam sedini itu. Dan ia mengakui, ia mungkin tidak akan segera memeluk Islam sebagaimana yang ia lakukan sekarang. Tapi jika ia berkaca ke belakang, pada semua yang sudah ia lalui. Maria yakin bahwa ia akan tetap memeluk Islam begitu telah benar-benar mengenalnya.* Fida’ Ahmad S

 

Sumber: Muslim Convert Stories

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaKisaMuallaf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Populasi Korsel Menurun Lima Bulan Berturut-Turut
Tulisan selanjutnya Tradisi Ulama di Bulan Ramadhan: Bertumpu Pada Tongkat Saat Shalat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?