Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Keberkahan Datang Gara-gara Infaq Rp. 20.000

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Januari 2021 14:09 2:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Januari 2021 14:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | INI adalah kisah nyata yang saya salami. Pagi hari itu saya sedang bersiap-siap mengantar adek perempuanku ke sekolahnya sambil menyiapkan sarapan bapak yang sedang sakit.

“Pak.. saya sudah buatin sarapan buat bapak. Nanti jangan lupa di makan ya,” ucapku.

Saya melanjutkan tugas lain, mengantarkan adi.  “Firda.. sudah jam 06.30, ayo kita berangkat, nanti kesiangan loh..”.

Sebelum berangkat tak lupa saya mencium tangan sang bapak. Kemudian sayapun bergegas berangkat mengantar Firda ke sekolahnya sekaligus berangkat ke tempat kerjaku.

Hari itu kususuri jalan aspal yang rusak, berlobang yang semestinya sudah harus di perbiki oleh pemerintah. Sesampainya di depan gerbang sekolah terpampang tulisan Besar SDN 1 Mandala Rubaru Sumenep, tempat Firda belajar.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

“Yang rajin ya jangan nakal-nakal,” ujarku Sembari kupeluk dan menciumnya.

Baca: Kisah Mantan Pemabuk: Ya Allah, Masih Adakah Ampunan Bagiku?

Firda bergegas masuk ke dalam sekolah karna jam sudah menunjukkan jam 06.50 WIB dan 10 menit lagi pelajaran akan segera di mulai. Saya melanjutkan menuju tempat kerja, yang jaraknya  tidak jauh dari SDN 1 Mandala. Itulah kesibukan saya sehari-hari.

Sesampainya di kantor, aku meletakkan tas hitam yang berisikan map berwarna kuning,  di tempat saya duduk. Kemudian saya bergegas mengerjakan pekerjaanku bersama teman-teman.

Sejak saya bekerja, saya selalu azamkan melakukan pekerjaan dengan ikhlas dan saya niatkan hanya karena Allah. Ini saya lakukan agar rezeki yang saya peroleh menjadi berkah, sebagaimana nasehat guru-guruku.

Tidak terasa, beberapa jam bekerja  sudah menunjukkan jam 15.00 WIB. Artinya semua karyawan sudah boleh pulang. Aku melangkahkan kaki dengan menuruni tangga dan menuju ke luar kantor.

Di  depan kantor ada dua buah kursi panjang yang terbuat dari kayu jati yang bisa di duduki untuk 3-5 orang. Kebetulan juga di situ ada 3 temen yang juga sedang menunggu jemputan.

Tak lama lama kemudian ada orang mendekatiku. “Mas, minta sumbangannya Mas. Saya haus sekali butuh minum,” katanya dengan suara dari arah samping kananku.

Kutatap  wajahnya dari ujung kepala hingga kakinya. Pria yang terlihat masih sehat, mengenakan sepatu berwarna hitam, celana jeans dan  kaos putih.

Dengan berperasangka baik,  mungkin saja dia sedang membutuhkan pertolangan. Mungkin sedang mendapat musibah, kesulitan atau sedang di perjalanan.

Aku berusaha merogoh saku celanaku.  Ada uang Rp 30 ribu di dalamnya. Padahal, aku berencana membelikan bapak obat.

Bismillah, aku akhirnya memberikan uang Rp 20 ribu untuknya. “Ini Pak, buat membeli minum yah,” ucapku sambil berikan uang itu padanya.

“Makasih banyak ya Mas, sudah membantu,” ujarnya dengan nada yang cukup pelan. “Nama Mas siapa dan bekerja di mana, kalau boleh tahu?,”  ujarnya bertanya.

“Nama saya Ridho Pak, saya bekerja di PT. Indah Swalayan, belakang sini saja,” jawabku dengan nada yang sopan. Bagaimanapun dia lebih tua dariku.

Baca:  Tahajudku, Jalan Kesembuhan Ibuku

Keajaiban

Esok harinya, sebuah keras terdengar dari arah luar menuju dan ruanganku. Brakk..   brakk… brakk..

“Mas, ada orang yang ingin menemuimu di luar,” kata petugas Satpam kantor.

“Mohon maaf, memang siapa ya?,” acapku dengan dengan rasa penasaran.

“Turun saja,  nanti tahu sendiri,” ucap petugas Satpam itu.

Saya menuruni tangga dengan mengikuti petugas Satpam menuju tempat parkiran. Saya melihat ada 4 mobil mewah dan 8 orang sedang berdiri tagap sedang berbaris. Pakaian mereka serba hitam dan memakai kaca mata  layaknya seorang bodyguard.

Ada perasaan takut dan cemas melihat pemandangan ini. Krekk…! Sebuah suara terdengar dari balik pintu mobil mewah yang dibukakan salah satu orang berpakaian serba hitam itu.

Seseorang berpakaian rapi, layaknya seorang bos,  turun dari mobil. Pelan-pelan pria yang mengenakan sebuah jaz ini menghampiri saya.

Baca:

Keajaiban Bangun Malam yang Kurasakan

Kutatap baik-baik pria itu,  dan sepertinya akuku mengenalinya raut wajahnya. Dia mengangguk dan memberikan hormat kepadaku.

“Loh, Bapak kan yang kemarin minta sumbangan buat mebeli air minum itu kan?,” demikian ucapku dengan rasa penasaran. Saya makin penasaran, siapa dia?

“Iya betul, saya kemari bersama staf saya. Saya sengaja ingin mengucapkan terimakasih sudah menolong saya. Ini ada sedikit hadiah, cek buat mas Ridha, tolong diterima ya,” ucap bapak itu dengan mengulurkan tangannya kepadaku.

“Tidak perlu, Pak. Terimakasih, saya membantu bapak dengan senang hati kok,” ujarku, sambil mendorong pelan tangannya.

“Terima saja, ” ucapnya sambil memaksa saya untuk mengambil pemberiannya.

“Maaf, Pak, saya tidak bisa menerima,” ujarku dan kembali mendorong tanganya.

Meski ia melakukan hal sama, memaksa saya menerima cek pemberiannya, saya tetap menolaknya kembali.

“Baiklah kalau begitu, mulai hari ini, Mas Ridho saya angkat menjadi manager di perusahaan saya,” ucapnya dengan tegas.

“Ta… tapi Pak, “…. Dengan perasaan tidak percaya, saya tidak bisa melanjutkan kata-kata.

“Ya, sebenarnya perusahaan ini adalah milik saya. Saya adalah komisaris utamanya. Dan Mas Ridho tidak boleh menolak, dan kebetulan orang seperti Mas Ridho yang selama ini dibutuhkan dan dicari  di perusahaan ini. Jadi Mas Ridho gak boleh menolak,” katanya.  “Ini saya lakukan sebagai wujud rasa terimakasih saya ya, mulai besok Mas Ridho menemui HRD bersama saya dan setelah itu Anda menjadi manager di perusahaan ini,” ucapnya menjelaskan panjang lebar.

Badanku terasa kaku. Sampai-sampai saya tidak bisa mengucapkan kata-kata. “Sudah, gak pakek tapi-tapian oke!,” katanya sebelum meninggalkanku pergi.

Tidak terasa, mata sata mengeluarkan air mata. “Terima kasih, Pak, ” demikian ujarku.

Aku masih berdiri mematung melihat kenyataan ini. Tidak habis pikir, mengapa Allah memberikankan sebuah pekerjaan yang umumnya diidam-idamkan oleh banyak orang hanya dengan Rp20 ribu. Akupun sampai saat ini masih belum percaya, sebab aku tak mangharapkan imbalan apapun darinya.

Tapi begitulah keajaiban dunia yang telah disetting Allah untuk makhluknya. Apa yang terjadi di kemudian hari adalah sesuatu yang tak pernah kita sangka-sangaka. Sebagai hamba Allah, kita hanya menjalaninya. Hasbunallah Wani’mal Wakil, ni’mal maula wani’maannasir. ”.*/Abdul Qadir Jaelani, mahasiswa STAIL, Surabaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berkahinfakInfaqpekerjaansadakah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aparat Chile Menyesal Kirim Peringatan Tsunami Menyusul Gempa di Antartika
Tulisan selanjutnya KPAI: Subsidi Kuota 30 GB untuk Belajar Ternyata Tak Maksimal dan Berpotensi Rugikan Negara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi

Berita
12 Juli 2026 17:17
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?