Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Deklarasi ‘Perang’ terhadap Produk Asing

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Juni 2011 13:48 1:48 pm
Ahmad
Dipublikasikan 27 Juni 2011 13:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Jarum jam menunjukkan pukul 9.00 pagi. Lapangan Kota Baru, Solo, Jawa Tengah, Ahad (26/6) lalu telah dipadati oleh sekitar 20 ribu orang. Sorot mata mereka tampak seksama melihat Ir. Heppy Trenggono, inisiator gerakan Beli Indonesia saat naik ke atas podium di atas tribun lapangan. Suara kentongan bambu para hadirin bertalun saling sahut-sahutan.

Heppy dengan mengenakan baju dan celana putih tampak membuka secarik kertas. Pandanganya ke depan dan menyapu seluruh yang hadir. Sesaat kemudian, ia mendeklarasikan sesuatu. “Kami segenap bangsa Indonesia. Dengan ini menyatakan, Beli Indonesia, membela produk Indonesia, membela bangsa Indonesia, dan menghidupkan semangat persaudaraan Indonesia.”

Demikian dikatakan pengusaha kelapa sawit ini sambil mengucapkan takbir di akhir deklarasinya. Kentongan pun semakin membahana. Takbir juga sahut-menyahut.

Tak ketinggalan, puluhan reporter dari berbagai media mengabadikan momen langka tersebut. Teriakan Beli Indonesia juga tak henti-hentinya terdengar. Slogan-slogan Beli Indonesia dan Mari Bela Indonesia menghiasi di setiap penjuru lapangan.

Selain dihadiri masyarkat biasa dari berbagai daerah, tampak hadir sejumlah tokoh, pejabat dan pengusaha sukses yang duduk di tribun, di antaranya Guruh Soekarno Putra, anak Presiden RI pertama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo, Prof. DR. Zainal Arifin, dan Ketua TDA (Komunitas Tangan di Atas), H. Alay.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Deklarasi ini merupakan rangkaian akhir dari Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia (KKEI) yang diselenggarakan dari tanggal 22-26 di Gedung Diamond Solo Convention Center. Kongres itu berisi berbagai talkshow seputar bisnis yang menghadirkan para pengusaha sukses. Acara ini juga dimeriahkan expo produk dalam negeri dari 400 lebih pengusaha.

Dalam orasinya, Heppy mengatakan, Indonesia telah merdeka selama 66 tahun lamanya. Tapi, dalam kurun waktu panjang itu, Indonesia masih jauh dari sejahtera. Kemiskinan dan kemalaratan masih merajalela. Hal itu, kata pengusaha sukses ini, tidak lain karena tidak adanya pembelaan terhadap produk tanah air.

Masyarakat selama ini dininabobokkan produk asing. Walhasil, produk asing menguasai hampir seluruh sektor perekonomian Indonesia. Karena itu, satu-satunya cara agar keluar dari jeratan itu adalah membeli Indonesia.

“Dengan Beli Indonesia, kita bisa selamatkan bangsa ini,” teriak Heppy dengan nada keras.

Menurutnya, memulai gerakan ini tidak harus menunggu bangsa ini memiliki semua produk. Gerakan itu bisa dimulai dari yang mampu dan mudah dulu. “Kita bisa melakukan apa yang kita bisa dulu. Kalau ada susu buatan sendiri, jangan beli susu VOC,” tegasnya.

Heppy juga menyindir perilaku pemerintah yang lebih suka belanja produk asing. Ia mencontohkan seperti pembelian pesawat dari China. Padahal, tegasnya, Indonesia lewat IPTN bisa membuat pesawat sendiri. Tapi, pemerintah justru lebih tergiur produk asing. Tidak hanya itu, banyak produk aset strategis tanah air yang kini dikuasai asing.

Untuk keluar dari itu, kata Heppy, perlu ada komitmen nasional seluruh kalangan untuk membela dan bangga produk tanah air. “Bangga terhadap produk sendiri harus jadi karakter bangsa. Mari kita beli Indonesia,” tegas Heppy yang diukuti gemuruh peserta.

Orasi singkat dan padat Heppy menyentak setiap orang yang hadir. Dalam sesi tanya jawab, seluruhnya mendukung gerakan tersebut.

“Kami butuh gerakan seperti ini. Kami perlu dimotivasi,” ujar salah satu penanya. Hal senada disampaikan lelaki paruh baya lainnya. Katanya, gerakan ini sangat penting dilakukan agar Indonesia bisa maju dan sejahtera.

Ketua Panitia kongres, H. Joni Iszunaji, SE kepada hidayatullah.com mengatakan, deklarasi tersebut menyadarkan seluruh elemen masyarakat akan produk dalam negeri dan tidak membeli produk asing. Ia pun tidak keberatan jika gerakan itu dikatakan sebagai perang terhadap produk asing. Bahkan, gerakan ini tidak takut jika dapat tekanan dari pihak tertentu.

“Kita tidak takut. Kita nyakin 100 persen menang bila didukung segenap masyarakat Indonesia,” kata Joni, ketua Indonesia Islamic Bisnis Forum Jawa Tengah yang juga penguasaha ini optimis.

Meski diakui Joni, jumlah produksi dalam negeri masih tertinggal jauh, sekitar 80 persen, tapi dalam waktu dekat bila terus berjalan, ketertinggalan itu bisa dikejar. “Kita sudah bikin program ke depan yang jelas. Kita juga sudah bikin dewan Beli Indonesia nasional yang terdiri dari rektor dan orang penting,” tegasnya.

Langkah yang akan langsung dilakukan gerakan ini adalah mengedukasi masyarakat cara berbisnis yang bagus. “Kita akan ajarkan mereka cara bikin retail house di berbagai daerah,” terangnya.

Yang terpenting, lanjut Joni, masyarakat bangga dan mau membeli produk sendiri. “Kalau mau beli air minum, lebih beli produksi dalam negeri, bukan lainnya. Dan itu sudah mulai terjadi,” katanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Taqwa, Jalan Keluar Segala Persoalan
Tulisan selanjutnya Hukuman Cambuk di Aceh Tak Melanggar HAM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Berita
28 Agustus 2026 12:20
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?