Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Empat “Laskar” Muallaf Dayak Menggantung Asa

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 15 Desember 2011 07:09
Bagikan
Bagikan

SIANG itu, Febri dan ke tiga temannya – Gunawan, Yandi, dan Baihaqi– bermain kejar-kejaran di pelataran sebuah masjid milik Yayasan Uswatun Hasanah, Pontianak Kalimantan Barat. Usai pulang sekolah, ke empat sekawan asli suku Dayak ini selalu menghabiskan waktu barang setengah jam untuk menunggu waktu shalat zuhur. 

“Ayo kejar saya sampai dapat!” teriak Febri yang kini duduk di kelas 6 ini nya kepada teman-temannya.

Mendengar tantangan itu, andrenalin Yandi membuncah. Dengan sekuat tenaga, dikejarnya Febri.  Begitulah mereka bergembira bermain hingga berhenti ketika azan shubuh kurang 15 menit. 

Tanpa dikomando, mereka mengambil handuk dan sabun mandi. Setelah azan berkumandang, mereka telah siap dengan pakaian shalat.

Rutinitas harian ini boleh dibilang belum lama dikerjakan mereka. Setidaknya, sejak sekitar tiga tahun terakhir ketika mereka tinggal di yayasan ini. 

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Sebelum ini, mereka tinggal di Bengkayang, Kalimantan Barat. Kedua orangtua mereka asli keturunan Dayak dan taat beragama Kristen Khatolik. Bahkan, hampir seluruh kelurga mereka Kristen. Anehnya, keluarga mereka justru yang mengirimkan ke yayasan milik Pesantren Hidayatullah Pontianak. 

“Saya enggak tahu alasan bapak mengirim saya ke sini,” kata Baihaqi yang sebelumnya bernama Andrianos ini. Menurut bocah berambut lurus ini, ketika ayahnya mengantarkannya ke yayasan, ia hanya bilang, “Andrianos, masuklah kau ke Yayasan Uswatun Hasanah. Sekolah yang benar hingga setinggi mungkin.”

Bahkan orangtuanya tidak mempersalahkan masuk Islam.

“Orangtua saya setuju, bahkan mendukung,” tuturnya.

Padahal, menurut siswa kelas 5 SD ini, orangtuanya termasuk penganut Krsiten yang taat.

“Kalau Natal, orangtua kerap menyuruh pulang. Tapi saya berusaha untuk nolak makan yang dalam Islam diharamkan. Alhamdulillah, mereka tidak mempermasalahkannya,” terangnya.

Sejak tinggal di Pesantren, Baihaqi merasakan sesuatu yang baru dan menyenangkan. Ia tinggal bersama teman-teman Muslim dari berbagai daerah. Ia pun harus mengikuti ritme kehidupan di tempat barunya. Seperti shalat, mengaji, dan taklim. Kendati begitu, tapi baginya sungguh menyenangkan.

“Saya merasakan hari-hari saya di sini begitu menggembirakan,” terangnya.

Kini, tidak saja bahagia di tempat barunya itu, tapi juga sedikit banyak tahu tentang Islam. Bahkan, ia telah hafal beberapa surah dari juz ke-30. Kelak, jika sudah besar, bocah yang pendiam ini bercita-cita ingin menjadi kiai.

“Saya mau menjadi kiai, belajar ke tanah Jawa,” harapnya.

Setali tiga uang dengan Febri, bocah lincah asal Melabuh, Bengkayang, Kalbar ini berasal dari keluarga Kristen yang taat. Namun, yang tidak dimengerti Febri, orangtuanya justru mengirimkannya ke Yayasan tersebut.

“Entah, saya hanya disuruh bapak ke sini. Saya ya nurut-nurut saja,” ujarnya.

Tapi, yang Febri tahu, ketika mengirimkannya ke tempat itu, ia hanya disuruh belajar dengan serius hingga setinggi mungkin. Bocah yang suka main bola ini, kini suka pandai mengaji iqra’. Sama dengan Baihaqi, ia juga sangat bahagia bisa tinggal bersama-sama teman muslim lainnya. Kelak, ketika besar, bocah berkulit coklat ini ingin menjadi pemain sepak bola.

“Maunya sih jadi pesebak bola, tapi yang shaleh,” ujarnya sambil tertawa.

Selain Febri dan Baihaqi, Yandi dan Gunawan juga sama-sama berasal dari Bengkayang, Kalbar. Mereka berasal dari satu desa dan kedua orangtua mereka termasuk Kristen. Jadi, ketika berada di Yayasan, mereka sudah sangat akrab dan selalu menghabiskan waktu bersama. Yandi, bocah berusia 10 tahun ini sudah bisa shalat dan mengaji. Begitu juga Gunawan yang telah tinggal tiga tahun telah hafalan surah-surah pendek.

Setiap hari, ke empat bocah ini selalu menghabiskan waktu bersam-sama. Bermain, shalat, mengaji, dan makan. Mereka juga punya cita-cita yang tinggi. Dari Yayasan itu, mereka sedang mengukirnya.

“InsyaAllah, saya ingi cita-citaku terwujud di masa depan,” ujar Baihaqi.* 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamMedia Islamold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Daulah Diniyah Istilah dari Barat untuk Memecah Belah
Tulisan selanjutnya Ratusan Ribu Warga Gaza Ikuti Harlah ke-24 HAMAS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?