Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Nikah Ramai-ramai, Aqiqah pun Ramai-ramai

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate:
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 27 Mei 2013 19:58
Bagikan
Bagikan

DALAM dunia militer, fungsi masing-masing angkatan adalah untuk perlindungan dan kelancaran tugas-tugas negara, karena mereka adalah tentara-tentara negara yang harus menjaga keamanan dan kerahasiaan negara. Bisa dibayangkan bagaimana yang terjadi ketika seorang prajurit hendak tugas perang, tiba-tiba istri menghalangi. Atau ada rahasia strategis negara bocor oleh istri yang ternyata belum memahami tugas suaminya.

Dalam konteks pengkaderan di Pesantren Hidayatullah, ada sedikit kesamaan, di mana tentang status kader yang mengemban amanah dakwah harus memiliki pasangan yang bisa bersinergi dalam menjalankan tugasnya yang mulia. Kedudukan istri atau suami sangat mempengaruhi keberhasilan tugas kader itu. Karenanya, pernikahan kader adalah taruhan dunia dan akhirat.

Sebagai seorang aktivis Islam, sangat ironis jika ternyata ia terjebak mengikuti gaya dan selera pernikahan ala artis yang semata berdasarkan materialisme hedonism, yang berujung pada kawin cerai saja.

“Ibarat sehelai pakaian, kehidupan pasangan suami istri (pasutri) adalah saling melengkapi di antara mereka,” ungkap Abdul Ghofar, salah satu Panitia Pernikahan Mubarakah Nasional Hidayatullah (PMNH) Juni 2013.

Sebagai kampus pusat dari cabang-cabang yang tersebar di seluruh nusantara, Pesantren Hidayatullah Balikpapan menjadi pionir dalam urusan Pernikahan Mubarakah. Tercatat, sejak awal perlangkahan Hidayatullah, kampus Gunung Tembak Balikpapan telah menggelar pernikahan antar kader pada 6 Maret 1977. Waktu itu sebanyak dua pasang mempelai yang digelar secara sederhana oleh Allahu yarham Abdullah Said, pendiri Hidayatullah.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Pernikahan adalah gerbang awal untuk bisa melaksanakan berbagai perintah agama yang selama ini tak bisa dilaksanakan dalam kondisi bujang. Sebagian orang sangat semangat dan percaya diri untuk menikah. Namun, di lain pihak ada yang tidak atau belum menikah karena kekhawatiran yang berlebihan, tidak memiliki modal atau trauma.

“Semoga inilah yang dimaksud oleh Nabi, sebagai upaya menyempurnakan agama, insya Allah,” ujar Ali, seorang peserta pernikahan berharap.

Olehnya, urgensi pernikahan mubarakah adalah menjaga komitmen keimanan dan istiqamah di jalan Allah. Sebab, seringkali pernikahan menjadi awal keterpurukan iman karena pasangan tidak memiliki kesepahaman yang sama dalam menapaki keislaman mereka.

Menurut Ghofar,inti dari pernikahan mubarakah adalah ketaatan dalam kepemimpinan.urut Sebenarnya dalam kondisi tertentu bisa dilakukan secara individu dengan ketentuan tidak lepas dari kepemimpinan dalam proses menuju pernikahannya. Komitmen dan bertanggungjawab dengan kepemimpinan harus senantiasa terasa dalam gerak langkah seorang kader.

Nilai lebih dari pernikahan mubarakah adalah terjaganya dari jebakan maksiat dan pelanggaran syari’at seperti pacaran, perdukunan, mistik dan pemborosan.

lagi-lagi menurut Ghofar, syarat mengikuti pernikahan mubarakah secara administrasi sesuai dengan masyarakat umum, tapi ada syarat khusus. Yaitu, harus santri atau pernah belajar di Pesantren Hidayatullah, usia mencukupi dan dewasa, kesiapan mental untuk diatur, ada rekomendasi dari orang tua atau walinya, dan harus yakin bahwa jodoh tetap di tangan Allah dengan ikhtiar para ustadz melalui musyawarah dan istikharah.

Karenanya, panitia sangat selektif, bukan mempersulit  peserta, tapi demi menjaga keberkahan pernikahan. Maksudnya, belum mampu mengakomodir peserta dari masyarakat umum karena terkait dengan pembinaan dan pertanggungjawaban pasca pernikahan.

Begitu menariknya, selain  menikahnya ramai-ramai, nanti aqiqahnya juga ramai-ramai.

“Dulu angkatan kami menikah sebanyak 48 pasang tanggal 14 Desember 2003, waktu itu aqiqahnya rame-rame lagi lebih dari 5 orang anak lahir sekaligus dalam waktu yang berdekatan,” ungkap Sholehah, seorang ibu rumah tangga yang ikut suaminya tugas di Balikpapan.

“Bahkan anak saya lahir hanya selisih 7 hari dengan anaknya teman satu angkatan,” imbuh alumnus PMNH Maftuha sembari tersenyum.

Bagaimana persiapan para calon peserta PMNH 2013? Simak kisah mereka dalam tulisan Dari Jakarta Mau Banyak Anak, Dari Flores Cari Berkah dan Masyhid Kontrol Futsal, Usman Asah “Parang”.* GL-Hadi/Panitia PMNH 2013

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penghargaan dari ACF Dinilai Kebanggaan Masyarakat Indonesia
Tulisan selanjutnya Raja Saudi Ubah Garda Nasional Jadi Kementerian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?