Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Mengunjungi Masjid-Masjid di Kotanya Bruce Lee (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 November 2014 13:20 1:20 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 November 2014 13:20
Bagikan
Masjid Jami' Hong Kong
Bagikan

MINGGU ini saya berkesempatan menghadiri Konferensi Internasional di Hong Kong. Inilah kali pertama saya menginjakkan kaki di negeri ini.

Ingat Hong Kong jadi ingat Bruce Lee, Legenda superstar Kung Fu yang akhirnya menjadikan nama kota ini mendunia juga serangan gencar film-film Mandarinya.

Satu keinginan selama mengikuti konferensi, adalah keliling kota di negeri ini, terutama berkunjung ke tempat-tempat komunitas Muslim.

Apalagi saat pertama kali datang, saya sempat merasa kesal lantaran sulitnya mencari tempat shalat di hotel penyelenggaraan simposium diadakan.

Padahal hotel yang menjadi lokasi konferensi itu bukanlah hotel kecil dan tidak ternama, melainkan hotel berbintang yang sering menjadi tujuan para turis asing yang berdompet tebal.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Kala itu, saat masuk waktu Zhuhur, saya berpikir untuk menjamak ta’khir. Namun sampai masuk waktu Ashar, saat mencari tahu dimana letak “prayers room” , pihak penyelenggara-pun tidak menyediakan.

Bahkan istilah “prayers room” pun pihak penyelenggara tidak paham. Saya memutuskan turun ke lobby dan menanyakan kepada pegawai yang selalu stand by di sana. Pegawai pertama yang saya tanya menanggapi dengan sopan. Sepertinya ia mengerti dengan kebutuhan saya untuk shalat.

Dia menunjukkan sebuah ruangan di sudut hotel bertuliskan “Chapel Room”.

“Ruangan itu kosong dan Anda boleh melakukan itu di sana,” demikian ujarnya.

Namun ketika saya datangi, ruang dalam keadaan terkunci. Sepertinya hanya pemegang kartu kamar hotel saja yang bisa membukanya.

Saya kembali ke lobby dan bertanya kedua kalinya sekaligus menanyakan bagaimana membuka Chapel Room tersebut.
Tidak disangka pegawai hotel yang sebelumnya menyarankan saya shalat di Chapel Room sudah tidak di tempat.

“Ruangan itu bukan untuk Anda beribadah! Jika ingin beribadah, silakan menuju tempat ini,” katanya sambil membuka peta Hong Kong yang besar di hadapannya.

Menurut peta, masjid terdekat dari hotel itu harus berjalan sekitar 5 kilometer dari hotel. Sebelum dia menunjukkan lokasinya, saya memotong pembicaran, “Maksud Anda, saya harus berjalan sangat jauh dari tempat ini untuk saya bisa shalat? Tidak, saya hanya minta area selebar ini (sambil menunjukkan area selebar sajadah) dan waktu lima menit saja untuk saya pakai shalat, masa tidak ada sedikitpun area yang boleh saya gunakan di hotel sebesar ini?”

“Tidak ada. Jika ingin shalat, silakan cari tempat shalat di luar, “ begitu katanya.

Rupanya waktu Ashar sudah hampir habis. Saya mencari ide agar bisa shalat dengan nyaman, tanpa diketahui pihak hotel. Saya khawatir kalau ketahuan shalat sembarangan akan jadi masalah baru lagi nantinya. Tentu akan lebih menyulitkan saya sendiri.

Akhirnya saya menemukan tangga darurat yang sepi dan jarang digunakan. Meskipun berdebu, tapi saya yakin debu bukanlah najis. Saya bergegas ke toilet untuk berwudhu dan mengambil tisu agak banyak untuk alas saya bersujud.
Tangga darurat hotel berbintang di Kowloon, Hong Kong, tempat saya shalat

Tangga darurat hotel berbintang di Kowloon, Hong Kong, tempat saya shalat

 

Alhamdulillah, satu-persatu rakaat berhasil saya tunaikan. Hati saya lega luar biasa. Usai shalat saya berdoa, agar kelak Allah Ta’ala memberikan kemudahan bagi penyebaran Islam di negeri ini. Hingga jangan ada lagi Muslim yang kesulitan untuk mencari tempat bersujud. Dan agar umat Islam bisa lebih dihargai dan diberikan posisi yang mulia.

Usai menyelesaikan acara utama, simposium. Satu hal yang ingin saya lakukan di Hong Kong adalah ‘blusukan’ mencari masjid-masjid di negeri itu.

Mungkin ini akan menjadi kepuasan tersendiri buat saya bisa shalat dan berinteraksi dengan orang-orang sekitar masjid di sana. Dan yang lebih penting lagi, minimal saya bisa berbagi cerita kepada teman-teman yang mungkin merasakan kesulitan yang sama ketika berkunjung ke Hong Kong.*/bersambung..

Penulis Aditya Abdurrahman, dosen sebuah universitas swasta di Surabaya

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agamachinaislammasjidshalat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Belasan Mayat Pasien Ebola Dibiarkan Tergeletak di Jalanan Sierra Leone
Tulisan selanjutnya Pemohon Visa Umrah Tak Lama Lagi Harus Merekam Biometrik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?