Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Misi Dakwah DD di Atas Lautan Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Januari 2015 16:20 4:20 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Januari 2015 16:20
Bagikan
Ustadz Imran Baihaki dan Ustadz Husnul Mubarok
Bagikan

WAJAH sumringah terpancar dari raut Ustadz Imran Baihaki dan Ustadz Husnul Mubarok. Keduanya, adalah dai utusan Dompet Dhuafa (DD) untuk berdakwah di Kapal Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).

Selama sepekan (30 Desember 2014-5 Januari 2015), keduanya ikut dalam program ‘Dai Samudra’ untuk berdakwah di tengah laut. Mereka menjadi dai untuk 350-400 penumpang kapal milik Pelni bernama Kapal Motor (KM) Lawit (rute Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta-Tanjung Pandan Pontianak-Tanjung Perak Surabaya) dan KM Ceremai (rute Tanjung Perak Surabaya-Tanjung Priok Jakarta).

‘Dai Samudera’ merupakan salah satu program DD yang menyebarkan para dai untuk melakukan kegiatan dakwah Islam di atas kapal, khususnya untuk para penumpang yang melakukan perjalanan dari satu pulau ke destinasi pulau lainnya.

Melalui amal da’awi (kegiatan dakwah) seperti ini, ‘Dai Samudera’ menyapa para penumpang sebagai objek dakwah secara langsung, akrab dan penuh semangat persaudaraan, baik persaudaraan seakidah atau pun sebangsa dan setanah air.

Selain itu, sang dai pun dapat ikut serta memakmurkan musala-musala yang ada di atas kapal, baik bertindak sebagai imam shalat wajib, muadzin, imam/khotib shalat jumat dan mengisi ceramah agama atau tausiah seperti kuliah maghrib, kuliah subuh dan kuliah zuhur.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Para dai juga membuka forum tanya jawab atau konsultasi yang berkaitan dengan permasalahan keislaman, akidah, akhlak, fiqh, hadits, muamalah, dan masalah-masalah kontemporer. Sang dai juga menyediakan kesempatan belajar membaca Al-Quran (tahsin qiroatil qur’an) bagi para penumpang yang belum bisa atau belum lancar membaca Al-Quran.

Kegiatan dakwah yang dilaksanakan oleh kami di KM Lawit cukup padat, karena “Rute perjalanan cukup panjang, sekitar 4 hari 4 malam dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta menuju Tanjung Pandan Pontianak hingga berakhir di Tanjung Perak Surabaya,” ujar Imran Baihaki dan Husnul Mubarok.

Banyak kegiatan dilakukan keduanya dalam misi dakwah ini. Yang pasti misalnya kegiatan di KM Lawit, memimpin shalat wajib berjamaah, tausiyah agama (ba’da shubuh, kuliah ba’da zuhur, kuliah ba’da maghrib), imam/khutbah shalat Jumat, kajian kitab, kajian tafsir qur’an dan hadits Nabi. Juga konsultasi agama (umum atau pun bersifat peribadi).

“Shalat wajib berjamaah dapat dilaksanakan dengan baik dan khidmat. Shalat wajib ini dikerjakan dalam tiga waktu, yaitu shalat Shubuh, Zuhur dan Ashar dikerjakan pada waktu Zuhur secara jama’ taqdim dan qashar. Kemudian Maghrib dan Isya yang dikerjakan pada waktu Maghrib secara jama’ taqdim dan qashar.”

Tidak hanya itu, setiap waktu shalat wajib, musala KM Lawit yang bernama Musala Safinatul Muqorrobin senantiasa penuh dengan jamaah shalat.

Di musala seluas sekitar 8 x12 meter tersebut –baik laki-laki atau pun kaum wanita– yang tempatnya disediakan khusus di bagian belakang shaf laki-laki melaksanakan shalat wajib berjamaah.

Bahkan layaknya kegiatan di darat, setiap hari, para dai juga membuka konsultasi agama dengan para penumpang.

“Setiap hari minimal dua atau tiga orang penumpang yang melakukan konsultasi agama dengan berbagai permasalahan dan pertanyaannya kepada kami. Ada juga penumpang yang curhat masalah kehidupan peribadi yang dialaminya. Bahkan ada dari satu orang yang mengajukan beberapa pertanyaan, dua atau tiga pertanyaan,” ujarnya.

Konsultasi agama dilakukan nonformal, santai tetapi serius. Waktu dan lokasinya tidak terbatas, bisa diadakan di musala, restoran, kafeteria, kamar, ruang lobi dek kapal dan di lorong dek sambil memandang indahnya hamparan lautan.

Mengenai kajian kitab, tema yang diangkat pun disesuaikan dengan kondisi para jamaah yang merupakan seseorang yang melakukan sebuah perjalanan (musafir). Di antara tema yang dipilih berkenaan dengan adab-adab safar (perjalanan). Kajian kitab dilaksanakan pada waktu kuliah shubuh. Kitab yang digunakan adalah “Manhajul Mu’min”. Kajian kitab ini diikuti oleh sekitar 15-20 orang. Termasuk beberapa kaum wanita yang duduk di tempat bagian belakang yang memang sudah disediakan.

Kegiatan dakwah di KM Ceremai tidak jauh beda pelaksanaanya dengan kegiatan dakwah di KM Lawit. Hanya saja, di KM Ceremai tidak ada kegiatan shalat/khutbah Jum’at, karena perjalanan dari Tanjung Perak Surabaya menuju Tanjung Priok Jakarta jatuh antara hari Ahad dan Senin.

Kedua, kegiatan dakwah di KM Ceremai berlangsung singkat dan tidak sepadat kegiatan di KM Lawit. Selain jedah waktunya yang singkat, jadwal pemberangkatan KM Ceremai mengalami perubahan.

Semula dijadwalkan berangkat dari Tanjung Perak pada jam 18.00 sore, hari Sabtu, tanggal 3 Januari berubah menjadi jam 01.30 hari Ahad tanggal 4 Januari sehingga KM Ceremai tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada jam 4 pagi, hari Senin tanggal 5 Januari 2015.

Lantaran kondisi tersebut dan lamanya waktu menunggu pemberangkatan KM Ceremai di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, maka agenda kegiatan dakwah yang sudah disusun sebelumnya otomatis mengalami perubahan.

“Meski begitu, kami tetap semangat dan mencoba melakukan koordinasi dengan Perwira KM Ceremai dan pengurus musala KM Ceremai. Tepat pada jam 7.30 setelah sarapan pagi, kami menemui Mualim (perwira kapal berijazah pelayaran niaga nautika) di Anjungan Kapal Ceremai. Setelah tiba di Anjungan, kami diterima oleh salah seorang Perwira atau Mualim yang bernama Bambang Rosadi. Ia menyambut kami dengan baik dan hangat, bahkan sempat mengambil foto bersama-sama di ruangan anjungan kapal.

Setelah Muallim mengetahui maksud dan tujuan Dai Samudera, ia pun mengistruksikan salah seorang anak buah kapal (ABK) untuk mengantarkan kami ke pengurus musala.”

Atas misi dakwah ini, Imran Baihaki dan Husnul Mubarok mengaku gembira dan mengucapatkan terima kasih kepada berbagai pihak dan Mualim. Ia berharap misi dakwah seperti ini terus berjalan dan tidak berhenti.*/Yogie

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:da'idakwah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mantan Raja Spanyol Digugat Anaknya Hasil Hubungan Luar Nikah
Tulisan selanjutnya Penyerahan Bantuan ODOJ Peduli Banjarnegara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Berita
31 Agustus 2026 11:10
Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?