Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Desa Bersejarah Ottoman di Bosnia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Mei 2016 16:39 4:39 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Mei 2016 16:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Desa bersejarah Turki-Ottoman (Utsmaniyah), Pocitelj, di wilayah pariwisata Kota Capljina negara Bosnia Herzegovina, terkenal dengan jalan sempitnya yang berkelok-kelok, bangunan kuno yang terbuat dari batu yang juga memiliki sebuah benteng yang luar biasa diperkirakan berasal dari Kerajaan Bosnia dan Ottoman (Utsmaniyah).

Pada abad pertengahan, Pociteljwas merupakan pusat dari pemerintahan Dubrava župa dan titik paling barat yang strategis dan penting, demikian dikutip worldbulletin.net, Sabtu (06/05/2016).

Pada tahun 1471, setelah pengepungan singkat, kota itu dikuasai oleh Dinasti Ottoman. Dan tetap berada di kekuasaan Kekaisaran Ottoman hingga 1878.

Desa Ottoman2
Pada abad pertengahan, Pociteljwas merupakan pusat dari pemerintahan Dubrava župa (worldbulletin)

Dari 1782 hingga 1879 Počitelj merupakan pusat kadiluk (wilayah dibawah yuridiksi seorang qadhi – hakim) dan tempat itu merupakan markas besar dari Distrik Militer Počitelj dari 1713 hingga 1835.

Saat itu merupakan era yang menandai kemegahan dari aktivitas pembangunan bangunan publik seperti masjid, imaret (sebuah dapur untuk orang miskin), madrasah, penginapan dan jam menara.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Desa itu dideklarasikan menjadi sebuah “Monumen Nasional Bosnia dan Herzegovina” pada 2003 dan menjadi nominasi dalam daftar Warisan Budaya UNESCO pada 2007.

Situs bersejarah dari kota kuno ini termasuk juga rumah Gavrakanpetanović: dibangun pada akhir Abad 16, mendapat nama itu setelah menjadi rumah dari kapten Počitelj, yang merupakan milik keluarga Gavrakanpetanovič. Rumah itu merupakan contoh khas dari arsitektur perumahan desa tersebut dan menjadi sebuah pusat budaya bagi seniman termasuk pelukis Italia Vittorio Miele.

Rumah batu itu juga menjadi rumah bagi pelukis selama periode Komunis. Safet Zec, salah satu dari pelukis terkenal Bosnia-Herzegovina saat ini tinggal di desa yang indah itu.

Desa Ottoman3
Dari 1782 hingga 1879 Počitelj merupakan pusat kadiluk (wilayah dibawah yuridiksi seorang qadhi (worldbulletin)

Juga, Masjid Hajji Alija yang dibangun pada 1563 oleh “Hajji-Alija, anak dari Musa”. Masjid itu kemudian diperbaiki pada abad 17 oleh Šišman Ibrahim pasha yang dinamai oleh penduduk setempat dengan namanya karena kubahnya yang mempunyai tanda akustik khusus. Masjid itu kemudian diperbaiki lagi pada tahun 1970-an, tetapi mendapat kerusakan berat selama Perang Bosnia pada 1993 dan kemudian diperbaiki lagi pada 2002.

Kula, merupakan sebuah benteng berbentuk silo yang menjadi rumah bagi pengawas militer dan Sahat Kula (sebuah menara bel yang dekat dengan sungai) juga merupakan situs yang terkenal di kota yang terletak di bagian selatan dari kota tua.

Desa Ottoman4

Selain bangunan batunya, buah delima merupakan keistimewaan dari desa tersebut – hampir semua rumah memiliki pohon delima yang oleh warga setempat gunakan untuk menghasilkan jus dan sirup delima.

Pedesaan itu dapat dicapai melalui jalan tol M 17 dan berada sekitar 30 kilometer dari pusat pariwisata Mostar, yang dikenal karena Jembatan Mostarnya yang bersejarah dan berlokasi di dekat Sungai Neretva.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bentengbosniaBosnia HerzegovinaCapljinaOttomanpariwisataPociteljTurki-Ottoman (Utsmaniyah)Utsmaniyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kurun 3 bulan Seorang Petugas Kebersihan Cabuli 30 Pengungsi Anak Suriah
Tulisan selanjutnya MUI Palu Terjunkan Puluhan Dai Bulan Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?