Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Kekeringan Parah di Kenya: “Jika Ternak Mati, Mami juga Akan Mati …”

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 November 2021 20:57 8:57 pm
Ahmad
Dipublikasikan 8 November 2021 20:57
Bagikan
Anak-anak gembala di Dertu, distrik Wajir di Kenya, berjalan melewati bangkai ternak mereka. - Foto: AP/Brian Inganga
Bagikan

Hidayatullah.com—Kotoran dan bangkai ternak yang membusuk adalah peringatan bahwa kekeringan kembali terjadi di Kenya utara. AP melaporkan bahwa perkembangan terakhir adalah salah satu dari serangkaian dampak kejutan iklim yang membawa kesengsaraan bagi negara ‘Tanduk Afrika’ itu.

Saat para pemimpin dunia berdiskusi pada pertemuan puncak dunia di Glasgow, para penggembala dan peternak hewan di Kenya hanya bisa melihat hewan mereka menderita kekurangan air dan makanan. “Kalau ternak mati, kita juga mati,” kata Yusuh Abdullahi yang kehilangan 40 ekor kambing.

Pemerintah Kenya telah mengumumkan bencana nasional di 10 dari 47 distriknya. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan lebih dari 2 juta orang sekarang menghadapi kendala pasokan makanan.

Karena semakin banyak orang bergerak untuk mencari makanan dan air, para pengamat memperingatkan bahwa ketegangan antar komunitas dapat meningkat.

Satwa liar juga mulai mati, kata Ketua Konservasi Margasatwa Subuli Mohamed Sharmarke. “Panas yang terasa di tanah memberi tahu Anda tentang tanda-tanda kelaparan yang kita hadapi,” keluhnya.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”
Kotoran dan bangkai ternak yang membusuk adalah peringatan bahwa kekeringan kembali terjadi di Kenya utara/Foto: AP /Brian Inganga

Para ahli mengatakan guncangan iklim seperti itu akan biasa terjadi di seluruh Afrika, berkontribusi terhadap pemanasan global, tetapi benua itu akan menjadi yang paling terpukul. “Kami tidak memiliki planet kedua untuk dipindahkan atau berlindung setelah kami berhasil menghancurkan Bumi ini,” kata Direktur Eksekutif Otoritas Pembangunan Antarpemerintah Afrika Timur Workneh Gebeyehu bulan lalu saat meresmikan pusat peringatan iklim di Nairobi.

Foto: AP /Brian Inganga

 

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta juga setuju.  “Afrika, yang saat ini sangat bertanggung jawab atas emisi gas rumah kaca global, berada di bawah ancaman perubahan iklim,” katanya. Benua ini hanya mengeluarkan 4 persen dari dampak gas rumah kacanya secara global.

Kenyatta termasuk di antara beberapa pemimpin Afrika yang berbicara di KTT dunia, yang secara kolektif meminta lebih banyak perhatian dan bantuan keuangan yang diperlukan untuk mendukung benua itu.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfrikakekeringanKenyaKTT iklim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Siapkan Vaksin Anak 6-11 Tahun, Netty: Pastikan Vaksinasi Berjalan Sesuai Prosedur dan Aman
Tulisan selanjutnya Permen 30 Tahun 2021 dan Masa Depan Perguruan Tinggi Kita

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Berita
13 Oktober 2026 17:01
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?