Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Masjid Ini Sediakan Fasilitas Tidur Gratis Orang Gelandangan dan Masyarakat yang Mebutuhkan

Ahmad
Terakhir diupdate: 19 Januari 2022 18:28 6:28 pm
Ahmad
Dipublikasikan 19 Januari 2022 19:20
Bagikan
Masjid Asyakirin, menyediakan tempat dan fasilitas gelandangan dan orang yang membutuhkan
Bagikan

Masjid menyediakan kompor, beras, mie instand bahkan layanan Wi-Fi gratis untuk memudahkan para tunawisma menghubungi petugas  

Hidayatullah.com—Banyak pengurus masjid mengunci pintunya rapat-rapat usai shalat jamaah. Namun hal ini tidak dilakukan Masjid Assyakirin, yang justru menyediakan ruang tidur gratis para tunawisma, individu yang membutuhkan, kutip The Straits Times.

Seorang warga lansia mengaku telah menghabiskan empat bulan tinggal di tepi tangga di sekitar flat Bukit Gombak sebelum dirujuk ke program Tidur Aman di Masjid Assyakirin, di Singapura.  Progam ini memang diperuntukkan untuk para tunawisma.

Seorang lebih dari 50 tahun, Rahman (bukan nama sebenarnya), sekarang berusia 76 tahun, mengaku telah menganggur dan sedang mencari uang tambahan. Ia mengaku akan mengisi ruang di salah satu dari lima tempat tidur di ruang bawah tanah masjid. Selain tempat tidur, ada barang-barang pokok seperti kebutuhan toilet, microwave, dan mie instan disediakan takmir masjid.

Masjid Assyakirin di Yung An Road, Jurong, Singapura, adalah salah satu dari empat masjid yang bekerja sama dengan jaringan Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga (MSF) untuk menyediakan tempat penampungan sementara bagi para tunawisma dan tunawisma. Masjid memulai program selama masa pandemi Covid-19 pada tahun 2020.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”
Masjid Asyakirin menyediakan kebutuhan tuna wisma /foto: mediacorp.sg

Presiden Singapura Halimah Yacob mengunjungi masjid pada Rabu (19/2/2022) untuk mempelajari lebih lanjut tentang inisiatif masjid dan mengobrol dengan beberapa orang yang tinggal di sana seperti Bapak Rahman. Ditemui awak media seusai sidang, Halimah mengatakan, program tersebut diluncurkan sebagai jawaban atas tantangan dan isu nasional.

“Salah satu tantangan nasional, tentu dengan adanya pandemi, melihat orang-orang tidur di tempat umum di berbagai tempat di Singapura,” ujarnya dikutip The Straits Times.

Pada hari Senin, The Straits Times melaporkan tujuh organisasi mengoperasikan Program Tidur Aman sebelum Covid-19 melanda dengan jumlah meningkat menjadi lebih dari 40 perusahaan selama periode pandemic Covid-19, termasuk organisasi keagamaan seperti masjid dan gereja. Halimah mengatakan pantry komunitas Masjid Assyakirin yang menyediakan kebutuhan dapur bagi yang membutuhkan juga beroperasi untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.

“Ada individu yang mungkin dalam shift kerja atau selama pandemi, gajinya dipotong dan ada kekurangan beberapa barang yang perlu dimasak di rumah atau dimakan,” jelasnya.

Tidak Bisa Keluar Tanpa Izin

Masjid Assyakirin, misalnya, mengajak kelompok tunawisma itu membersihkan masjid antara pukul 9.00 hingga 11.00 setiap hari. Pekerja sosial juga akan datang mengunjungi mereka tiga kali seminggu untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi dengan baik.

Untuk memastikan keamanan masjid, kelompok tunawisma hanya bisa keluar masuk melalui pagar belakang. Dikunci dan diberi nomor kunci agar bisa keluar masuk tanpa harus menunggu petugas. Meski begitu, mereka perlu meminta izin kepada Petugas yang bertugas melalui WhatsApp dan mencatat tanggal dan waktu setiap ingin keluar.

“Tantangannya adalah memastikan keamanan dan mengurangi risiko infeksi bagi para tunawisma dan pengurus masjid selama pandemi COVID-19 ini. Oleh karena itu, kami pastikan kontak fisik antar mereka dibatasi seminimal mungkin,” tambah Ustaz Muhammad Hafiz dikutip Mediacorp.sg.

Masjid Asyakirin menyediakan minum dan berbagai fasilitas logistik dan makanan untuk jangka waktu satu setengah bulan/foto: mediacorp.sg

Pihak masjid juga menyediakan layanan Wi-Fi gratis untuk memudahkan para tunawisma menghubungi petugas untuk menginformasikan kebutuhan sehari-hari. Ini juga memungkinkan mereka untuk mengakses video online SalamSG tentang Ramadhan dan panduan agama lainnya.

Ustaz Muhammad Hafiz menceritakan, sekitar $10.000 (sekitar Rp 143 juta) dialokasikan untuk menyediakan berbagai fasilitas, logistik dan makanan untuk jangka waktu satu setengah bulan. Dana tersebut sebagian diperoleh melalui hibah MUIS dan sebagian melalui dana masjid.

Setibanya di masjid, setiap gelandangan diberikan tas berisi kebutuhan pokok sebagai simbol penyambutan. Setiap tas berisi perlengkapan mandi, handuk, bungkus, masker, tisu, cangkir dan wadah untuk diisi dengan makanan. Kebutuhan dasar juga diberikan gratis kepada para tunawisma.

Fasilitas lainnya termasuk meja makan di halaman masjid untuk berbuka puasa, pantry lengkap dengan microwave dan mushola di luar tempat tidur mereka. Masjid Assyakirin bahkan merogoh kocek sekitar S$3.000 (sekitar Rp 31.943.700) untuk membeli mesin cuci dan pengering pakaian untuk keperluan para tuna wisma.

Pantry buka dua kali seminggu pada hari Senin dan Kamis dari pukul 10 pagi hingga siang dan pukul 2 siang hingga 4 sore. Ini telah melayani 3.000 penerima bantuan dan mendistribusikan makanan dan barang-barang dapur senilai lebih dari $ 20.000 sejak diperkenalkan pada 2019.

Inilah kamar tidur yang disediakan Masjid Asyakirin untuk para tuna wisma/foto: mediacorp.sg

Masjid menerima sumbangan dari mitra seperti Singapore Food Bank serta anggota masyarakat yang ingin menyumbang.  Ketua Pelaksana Masjid Assyakirin, Ustaz Muhammad Hafiz Abdul Rashid, mengatakan masjid telah membuka pintunya bagi para tunawisma sejak 7 April, dan akan berlanjut hingga 1 Juni.

Head of Social and Community Care Masjid Assyakirin, Muhd ​​Aizat Zulkifli berharap program ini dapat dicontoh oleh organisasi lain di seluruh Singapura. “Masjid Assyakirin dipercayakan untuk membantu atau mendukung masyarakat dan kami ingin menjadi contoh dan mendorong masjid dan organisasi lain untuk melakukan hal yang sama dan memulai inisiatif serupa untuk membantu yang membutuhkan,” katanya.

“Kami tentu senang berbagi pengalaman kami dengan masjid dan organisasi lain jika mereka tertarik untuk memberikan layanan ini,” kata Ustaz Muhammad Hafiz. “Ini murni upaya ketika masjid kami ditutup untuk kepentingan umum, kami tetap bisa memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami akan terus bekerja sama dengan MSF dan MUIS dalam upaya ini.”

Menurut media setempat, hingga saat ini ada lebih dari 7 masjid yang telah mengikuti jejak Masjid Asyyakirin ini.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gelandanganMasjid AssyakirinProgram Tidur AmansingapuraTunawisma
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tirmiz, Kota Kelahiran Imam At-Tirmidzi
Tulisan selanjutnya Vaksin Zifivax Mayoritas Pengguna Muslim, Akademisi Minta Jaminan Kehalalan Vaksin Booster

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?