Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Setelah “Menyerang” Amerika Serikat, Arcturus Terdetesi di Indonesia

Ahmad
Terakhir diupdate: 19 April 2023 11:36 11:36 am
Ahmad
Dipublikasikan 19 April 2023 11:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Dalam keterangannya kepada media, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi memastikan Covid-19 varian Arcturus atau Omicron XBB.1.16 telah masuk ke Indonesia. Kementerian Kesehatan mengatakan pihaknya mencatat dua pasien kasus Arcturus asal Jakarta.

“Sampelnya ditemukan positif Maret minggu keempat. Keduanya dari Jakarta,” kata dr Siti Nadia Tarmizi kepada Detik.com.

Nadia menyebutkan dua kasus itu seorang laki-laki berusia 54 tahun dan seorang perempuan berusia 33 tahun. Pasien laki-laki mengeluhkan gejala batuk, pilek, hingga nyeri otot. Sementara gejala pada pasien perempuan masih ditelusuri lebih lanjut.

Secara terpisah, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr Ngabila Salama, mengungkap pasien varian Arcturus yang terdeteksi di Jakarta memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. Salah satu pasien, yang berjenis kelamin laki-laki, melakukan perjalanan dari India dan tiba di Jakarta pada 16 Maret 2023.

Pasien itu telah menjalani isolasi mandiri pasca-teridentifikasi positif pertengahan Maret dan dinyatakan sembuh awal April 2023. Terkait dengan status vaksinasi, kedua pasien positif varian Arcturus memiliki riwayat vaksin lengkap hingga dosis ketiga.

Baca Juga

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

Menyerang Amerika

Subvarian Omicron XBB.1.16 atau dikenal dengan Arcturus yang menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19 di India kini telah terdeteksi di seluruh Amerika Serikat (AS), kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) sebagai dilaporkan oleh portal berita Wion News kemarin.

Varian baru menyumbang 7 persen dari kasus baru yang dilaporkan minggu ini di AS, kata CDS dalam buletin mingguannya Jumat lalu. Ini pertama kalinya CDC mengisolasi kasus Covid-19 di bawah subvarian XBB.1.16 karena sebelumnya semua infeksi virus corona digabungkan di bawah varian XBB saja.

Sebagian besar kasus Covid-19 yang tercatat di AS berasal dari varian XBB dengan XBB.1.5, juga dikenal sebagai Kraken, terhitung lebih dari 75 persen kasus di negara tersebut. Sementara itu, Asia Tenggara mengalami lonjakan kasus Covid-19 akibat Acturus.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), India, india, Thailand, Bangladesh, Nepal, Sri Lanka, Maladewa, Bhutan, dan Timor-Leste melaporkan peningkatan kasus Covid-19 hampir 500 persen dari bulan ke bulan. Kasus Covid-19 juga meningkat di kawasan Mediterania Timur dengan peningkatan tercatat lebih dari 100 persen dari bulan ke bulan.

Varian baru telah diidentifikasi di 29 negara sejauh ini dengan kasus berlipat ganda dari minggu terakhir bulan Maret hingga minggu pertama bulan ini, kata WHO Kamis lalu.

Arcturus lebih menular dan mampu menghindari kekebalan dibandingkan dengan pendahulunya, baik itu kekebalan yang diperoleh karena infeksi atau melalui vaksinasi. Gejalanya mirip dengan varian sebelumnya, namun dokter di India mencatat adanya perubahan gejala, terutama pada anak-anak dan lansia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Arcturuscovid-19HeadlineOmicron XBB.1.16
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Azhar Menolak Kata ‘Ibrahim’ sebagai Penamaan Proyek ‘Rumah Toleransi’
Tulisan selanjutnya (Video) Masjid Al-Aqsha Dikunjungi 280.000 Jamaah yang Berburu Lailatul Qadr

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Berita
31 Agustus 2026 21:23
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Iptekes

Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

22 Mei 2026 15:27
Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?