Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Psikolog Unair Ini Berikan Tips Keluar dari Jerat ‘Toxic Relationship’

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 Agustus 2023 18:46 6:46 pm
Ahmad
Dipublikasikan 28 Agustus 2023 13:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Psikolog Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Ayu Kartika SPsi MPsi, mengungkap dampak akibat hubungan yang tidak sehat. Salah satu yang dimaksud adalah toxic relationship.

Menurut psikolog klinis ini, di antara efek akibat toxic relationship adalah gangguan sosial, ketidakmampuan emosional, bahkan perkembangan saraf terganggu. Oleh karena itu, ia menyarankan bagi seseorang yang berada dalam hubungan toxsic untuk berani keluar dari ikatan tersebut.

“Cari akar permasalahan yang menyebabkan kalian merasa mengalami hubungan tidak sehat, misalnya perasaan tidak dicintai, cemas, penolakan, dan lain-lain. Kemudian, jangan ragu untuk memutus lingkaran toxsic,” ujarnya dalam webinar Airlangga Safe Space, hari Ahad (27/8/2023).

Ayu mengaku bahwa tahap pemulihan pasca perpisahan merupakan momen yang menyakitkan. Sehingga tak heran, banyak orang memilih bertahan dalam hubungan tidak sehat.

Refleksi Diri

Baca Juga

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor
Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat
Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya
Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

Menurut Ayu, penting bagi seseorang meluangkan waktu untuk menyadari bahwa proses tersebut tidak mudah. Selain itu, menilai kualitas hubungan sebelumnya dan mengenali kembali batasan personal.

“Jangan terburu-buru untuk bersikap reaktif, kita akui kalau tahap move on memang membutuhkan waktu. Dari sini, kita bisa menjadikannya sebagai pelajaran saat menjalin hubungan ke depan,” imbuh co-founder Seven Sense Learning Support Center sebagaimana dikutip laman Unair.

Refleksi diri, lanjutnya, juga dapat dilakukan dengan menerapkan teknik mindfulness. Selain itu, mengenali strategi coping yang sehat seperti olahraga, latihan relaksasi, validasi emosi, dan journaling. Proses ini dapat mempermudah seseorang pulih secara emosional.

Terakhir, definisikan kembali makna cinta yang ingin dibangun dalam relasi baru. Ayu berpesan kepada pasangan yang pernah terjebak dalam hubungan toxsic agar menyembuhkan diri terlebih dahulu. Dengan begitu, maka mencegahnya agar tidak menjadi pelaku dari lingkaran toxsic.

Sebagaimana diketahui, istilah toxic relationship terdengar tidak asing di telinga masyarakat Indonesia saat ini. Toxic relationship adalah suatu hubungan atau relasi yang tidak sehat sehingga menimbulkan perasaan negatif.

Beberapa karakteristik hubungan tidak sehat ini menurut Ayu dicirikan seperti memaksakan kehendak, suka berbohong, bersikap terlalu curiga, hingga merendahkan pasangan.

Selain itu, kata Ayu, hubungan terkategori toxsic juga melibatkan kekerasan baik secara fisik, emosional, seksual, finansial, atau penelantaran. Ia menyebut, keinginan untuk selalu bergantung (kodependensi) pada orang lain dan narsistik juga menjadi tanda seseorang menjalin hubungan tidak sehat.

“Jadi sebenarnya toxic relationship hanya istilah umum yang sering kita gunakan. Sebab ada banyak jenis hubungan tidak sehat dalam relationship spectrum,” kata Ayu.

Ia menjelaskan penyebab seseorang terjebak hubungan toxsic, yakni adanya siklus trauma. Kejadian di masa lampau yang tidak menyenangkan ternyata dapat mempengaruhi otak.

Sehingga saat dewasa, tuturnya, orang cenderung menjalin hubungan yang serupa dengan pengalaman hidupnya. “Sebagai ilustrasi, anak yang sering mendapatkan perlakuan kekerasan dari orang tua, maka ketika dewasa akan rentan terjebak dalam toxic relationship. Alasannya, karena mereka sudah familiar dengan situasi tersebut dan inilah yang dinamakan cycle of abuse,” terang Ayu.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinehubungan tidak sehatpsikologtoxic relationshipUNAIRuniversitas airlangga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekolah Ditutup Buntut Guru Suruh Siswa Hindu Tampar Siswa Muslim
Tulisan selanjutnya Video Moeldoko Tayamum Usap Kaki, Netizen Heboh!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli

Berita
14 Juni 2026 08:21
Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia

Terbaru

  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan

Mungkin Anda Juga Suka

vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Iptekes

Satu dari Tiga Orang Belanda Tidak Sadar Dirinya Diabetes

12 Februari 2026 18:16
BeritaIptekes

WHO: Kasus di India dan Bangladesh Risiko Penyebaran Virus Nipah Rendah

12 Februari 2026 15:28
Iptekes

WHO: Daging Olahan Termasuk Sosis dan Bacon Masuk Karsinogen Pemiku Kanker

11 Februari 2026 21:09
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?