Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Melawan Gaya Hidup Mahal, Gen Z Pindah Beli Barang Bekas

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 September 2024 21:39 9:39 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 September 2024 21:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Bosan dengan meningkatnya biaya hidup di Amerika Serikat dan iklan yang tiada henti, sejumlah anak muda di TikTok tampaknya melawan melalui tren baru yang menggalakkan pembelian baju bekas yang layak pakai (thrifting).

“Ketika setiap momen dalam hidup Anda terasa seperti Anda sedang dijual sesuatu dan harga barang tersebut terus naik, orang akan bosan menghabiskan uang,” kata Kara Perez, seorang influencer dan pendidik keuangan, kepada Agence France-Presse (AFP).

Selama ini, media sosial hanya memiliki ruang untuk rumah-rumah yang sempurna, lemari-lemari yang mewah, dan produk-produk kecantikan yang melimpah.

Namun, tren baru justru sebaliknya – mendorong penggunaan kembali barang-barang bekas, gaya hidup yang lebih hemat, dan mengutamakan kualitas daripada kuantitas.

Perlu diketahui, pasar pakaian bekas global akan tumbuh tiga kali lebih cepat daripada pasar pakaian global, dengan Gen Z memimpin pembelian.

Baca Juga

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

Ditambah dengan krisis biaya hidup, Gen Z akan terus menggerakkan gerakan berhemat dalam mencari alternatif yang lebih terjangkau di tahun mendatang.

Pasar barang bekas global diperkirakan melonjak tiga kali lipat dari keseluruhan pasar pakaian global hingga tahun 2027, didorong oleh konsumen Gen Z, menurut platform barang bekas daring Thredup.

Saat ini, 83% Gen Z Amerika sudah berbelanja atau bersedia menjual barang bekas, dan pada tahun 2027, Gen Z akan menguasai sekitar 28% pasar barang bekas, menurut ThredUp.

Laporan penjualan kembali tahunan ke-11 perusahaan, yang dirilis tahun 2023, menyebutkan bahwa konsumen Gen Z dan milenial akan menyumbang hampir dua pertiga dari peningkatan pengeluaran barang bekas seiring dengan meningkatnya daya beli mereka.

Laporan Thredup tahun 2023 berisi data dan penelitian dari firma analitik Globaldata, serta sumber sekunder lainnya seperti data kinerja merek dan pelanggan internal.

Untuk tujuan laporan ini, Thredup mengatakan, Globaldata melakukan survei terhadap lebih dari 3.000 orang dewasa Amerika, dengan mengajukan pertanyaan spesifik tentang perilaku dan preferensi mereka terhadap barang bekas.

Vestiaire Collective, platform yang berkantor pusat di Paris, telah beroperasi di bidang pakaian bekas sejak 2009. Kini, platform ini menarik lebih banyak konsumen yang kekurangan uang, khususnya Gen Z dan milenial yang mencari cara cerdas untuk berinvestasi pada barang-barang mewah.

“Berbelanja barang bekas membawa banyak stigma, terutama dalam industri mewah,” kata Fanny Moizant, presiden dan salah satu pendiri Vestiaire kepada Fortune.

Dari Jepang sampai ke Amerika Serikat, pasar busana dan aksesori bekas terus naik. Raksasa busana seperti Zara dan H&M pun tergiur ikut bermain. Pola konsumsi generasi Z menjadi pendorong tren yang kini disebut thrifting tersebut.

Dilaporkan Reuters, Kamis (12/9/2024), Zara mengumumkan akan lebih serius masuk ke pasar busana bekas. Laman penjualan barang bekas Zara direncanakan mulai melayani konsumen Amerika Serikat pada akhir Oktober 2024.

Sebelum ini, laman itu melayani konsumen di 16 negara lain. Di Inggris, laman itu beroperasi sejak November 2022. Induk Zara, Inditex, menargetkan laman itu melayani konsumen di semua pasar strategis pada tahun depan.

Sementara perusahaan rintisan penjualan kembali busana peer-to-peer asal Lithuania, Vinted, telah mengambil alih pasar di Inggris, membukukan kerugian sebelum pajak sebesar €47,1 juta ($51 juta; £40,3 juta) pada tahun 2022.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatanak mudabaju bekasBiaya Hidupgen zHeadlineThrifting
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hujan Badai Boris Merendam Eropa Tengah dan Timur [Video]
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah ajak Peringati Maulid dengan Mengikuti Teladan Baginda Nabi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Berita
31 Agustus 2026 06:08
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Iptekes

Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

22 Mei 2026 15:27
Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?