Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Mayoritas Warga Malaysia Ingin Medos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Februari 2025 12:21 12:21 pm
Ahmad
Dipublikasikan 8 Februari 2025 12:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Dosen Senior di Universitas Malaya, Dr. Nor Hazrul Mohd. Salleh mengatakan, mengusulkan kurikulum sekolah dengan memasukkan modul literasi digital dan penggunaan teknologi yang beretika.

“Siswa harus diajarkan bagaimana menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya dalam sebuah artikel, menanggapi dampak media social pada anak-anak.

Membatasi penggunaan media sosial bagi anak-anak tidak hanya melindungi mereka dari risiko digital namun juga membawa manfaat besar bagi sistem pendidikan.

“Hal ini membantu menciptakan generasi pelajar yang lebih fokus, seimbang, dan melek digital, sehingga berkontribusi pada pengembangan masyarakat yang lebih berpengetahuan dan bertanggung jawab. Dalam jangka panjang, sistem pendidikan akan menjadi lebih efektif dan relevan dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas,” ujarnya.

Tujuh dari 10 warga ingin medsos dilarang

Baca Juga

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

Tujuh dari 10 warga Malaysia menginginkan penggunaan media sosial dilarang bagi anak-anak di bawah usia 14 tahun, peringkat tertinggi kedua setelah Indonesia dalam survei terbaru.

Sementara itu, warga Singapura ditemukan memiliki lebih sedikit penentangan terhadap penggunaan media sosial, telepon pintar, dan ChatGPT oleh anak-anak.

Sebuah survei oleh perusahaan riset pasar global Ipsos yang dirilis pada September 2024 menemukan bahwa 71 persen responden Malaysia setuju bahwa anak-anak di bawah usia 14 tahun harus dilarang menggunakan media sosial di dalam dan di luar sekolah, sementara Indonesia mencatat 79 persen.

Survei tersebut juga menemukan bahwa 51 persen warga Malaysia setuju bahwa anak-anak dalam rentang usia yang sama harus dilarang menggunakan telepon pintar di dalam dan di luar sekolah, sementara 29 persen setuju bahwa mereka juga harus dilarang menggunakan ChatGPT.

Survei tersebut, berjudul ‘Pendapat warga Malaysia tentang teknologi dalam pendidikan’, didasarkan pada wawancara dengan lebih dari 23.754 orang dewasa daring berusia di bawah 75 tahun di 30 negara, yang dilakukan dari 21 Juni hingga 5 Juli tahun ini.

Mengenai tanggung jawab pengajaran topik literasi digital dan keselamatan daring, survei menemukan bahwa 56 persen warga Malaysia percaya bahwa guru dan sekolah harus memikul tanggung jawab, sementara 39 persen setuju bahwa tanggung jawab terletak pada orang tua.

Survei menemukan bahwa warga Malaysia yakin bahwa mutu pendidikan negara tersebut membaik, tetapi kurang dari separuhnya menganggapnya sebagai sistem bermutu baik, dengan 44 persen warga Malaysia menilai mutu keseluruhan sistem pendidikan di negara tersebut baik, sementara 25 persen lainnya menilai sebaliknya.

Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) April lalu mengingatkan orang tua untuk memastikan bahwa anak-anak mereka di bawah usia 13 tahun tidak memiliki akun media sosial.

Menteri Komunikasi Fahmi Fadzil mengatakan hal itu karena MCMC menemukan anak-anak di bawah usia 13 tahun tidak layak menggunakan media sosial apa pun.

Fahmi yang juga Juru Bicara Pemerintah Madani mengatakan, sebagian besar ketentuan platform media sosial juga tidak memperbolehkan kelompok tersebut memiliki akun media sosial.

“Kepada para orangtua yang hadir malam ini, saya dari MCMC ingin mengingatkan bahwa anak-anak di bawah usia 13 tahun tidak diperbolehkan memiliki akun TikTok, Facebook, Instagram, atau akun media sosial lainnya.”

“Jika ada (anak di bawah 13 tahun yang memiliki akun media sosial), orang tua mohon informasikan kepada saya, MCMC.” “Kami akan menutup akun tersebut,” katanya.*  

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak di bawah umurmedia sosialmedsoslwarga Malaysia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Trump: Tidak ada Kebutuhan Mendesak Mengevakuasi Warga Palestina dari Gaza
Tulisan selanjutnya Negara-negara Eropa tolak usulan Trump untuk Merelokasi Warga Palestina dari Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Berita
2 September 2026 20:21
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Terbaru

  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Iptekes

Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

22 Mei 2026 15:27
Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?