Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Studi Ungkap: Ujaran Kebencian Online Mirip Bahasa Penderita Gangguan Kepribadian

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 September 2025 16:24 4:24 pm
Ahmad
Dipublikasikan 2 September 2025 16:23
Bagikan
Bagikan

Studi menemukan bahasa yang digunakan dalam ujaran kebencian di platform media sosial menunjukkan kemiripan mencolok bahasa yang dipakai penderita gangguan kepribadian

Hidayatullah.com | ANDA sering melontarkan cacian atau berbagai bentuk ujaran kebencian secara online (daring?) berhati-hatilah!

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS Digital Health menemukan temuan mengejutkan: bahasa yang digunakan dalam ujaran kebencian di platform media sosial menunjukkan kemiripan mencolok dengan pola bahasa yang dipakai oleh penderita gangguan kepribadian Klaster B.

Hasil riset ini memberikan perspektif baru, mengisyaratkan adanya kemungkinan hubungan psikologis di balik maraknya fenomena kebencian daring.

Para peneliti menggunakan model AI canggih untuk menganalisis dan membandingkan ribuan unggahan dari komunitas-komunitas daring yang menyebarkan kebencian (sering disebut “forum kebencian”) dan forum-forum lain yang didedikasikan untuk diskusi mengenai gangguan kepribadian.

Baca Juga

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa pola bicara orang yang berpartisipasi dalam ujaran kebencian online memiliki kemiripan mendalam dengan mereka yang terlibat dalam komunitas untuk individu dengan kondisi kejiwaan tertentu,” demikian menurut Dr. Andrew William Alexander salah satu penulis studi, dimuat www.psypost.org.

Penelitian ini tidak serta-merta mengklaim bahwa semua individu yang menyebarkan ujaran kebencian memiliki gangguan mental. Namun, temuan ini membuka dua hipotesis yang saling berhubungan:

  • Penderita Gangguan Klaster B Rentan Terlibat dalam Ujaran Kebencian: Individu dengan kondisi kejiwaan seperti gangguan kepribadian ambang (BPD), narsistik, dan antisosial mungkin lebih rentan untuk terlibat dalam perilaku ujaran kebencian. Kondisi-kondisi ini seringkali ditandai oleh kesulitan dalam regulasi emosi, impulsivitas, dan kurangnya empati—ciri-ciri yang juga sering muncul dalam konten yang mengandung kebencian.
  • Komunitas Online Membentuk Perilaku Negatif: Lingkungan di komunitas daring yang berpusat pada kebencian dapat memicu dan memelihara pola pikir serta bahasa yang mencerminkan sifat-sifat gangguan kepribadian tersebut, terlepas dari kondisi mental awal individu.

Penemuan ini menjadi pengingat penting bahwa isu ujaran kebencian tidak bisa hanya diselesaikan dari sisi teknis atau hukum. Sebaliknya, hal ini juga memerlukan pemahaman yang lebih dalam tentang dimensi psikologis dan sosial.

Memerangi kebencian online membutuhkan pendekatan holistik, yang tidak hanya memblokir konten, tetapi juga memberikan edukasi dan dukungan kesehatan mental.

Metode Penelitian Canggih

Dalam studi ini, para peneliti memanfaatkan model bahasa berskala besar (large language model) dan teknik analisis data topologi matematis. Metode ini memungkinkan mereka untuk memetakan bagaimana ujaran di forum-forum kebencian dan forum-forum gangguan kepribadian selaras secara linguistik.

Hasil klasifikasi menunjukkan, 80% dari unggahan ujaran kebencian secara linguistik mirip dengan unggahan di forum kesehatan mental, dengan kesamaan terkuat pada forum yang berhubungan dengan gangguan kepribadian Klaster B.

Para peneliti menegaskan bahwa temuan ini tidak bertujuan untuk memberikan stigma pada penderita gangguan mental. Tujuannya adalah untuk mendorong pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana ujaran kebencian dapat berkembang dan bagaimana dampaknya bisa mencerminkan kondisi-kondisi psikologis tertentu.

Studi ini memberikan wawasan berharga bagi pengembang platform media sosial, ahli kesehatan mental, dan pembuat kebijakan untuk merumuskan strategi yang lebih efektif dalam mengatasi masalah ini.

Dengan memahami akar psikologis dari ujaran kebencian, langkah-langkah yang diambil bisa lebih tepat sasaran, tidak hanya menekan gejala, tetapi juga mengatasi penyebabnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gangguan kepribadianHeadlinemedia sosialStudiujaran kebencian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Murniati Mukhlisin Raih BAZNAS Award 2025
Tulisan selanjutnya Dewan Keamanan PBB Di Sidang PBB, Belgia akan Mengakui Negara Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Iptekes

Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

2 Maret 2026 16:00
vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?