Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

WHO: Kekebalan terhadap Antibiotika Semakin Mencemaskan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 April 2011 17:52 5:52 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 April 2011 17:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebelum Alexander Fleming menemukan penisilin, antibiotika pertama di dunia, di tahun 1928, tidak terhitung jumlah orang yang meninggal akibat luka dan infeksi biasa. Contohnya,18 persen tentara Amerika meninggal akibat pneumonia dalam Perang Dunia I. Tetapi, dalam Perang Dunia II, setelah ditemukannya penisilin, hanya satu persen yang meninggal akibat penyakit itu.

WHO memperingatkan bahwa dunia hampir kehabisan obat-obatan yang mujarab ini. Direktur Urusan Pemberantasan Tuberkulosa dari WHO, Mario Raviglione, menyebut kekebalan terhadap obat-obatan ini sebagai ancaman global.

Ia mengatakan, sebagaimana disiarkan VOA, Minggu (10/4), “Kekebalan terhadap obat-obatan mengakibatkan kematian ratusan ribu orang setiap tahun. Selain itu, kekebalan terhadap obat-obatan menyulitkan pengobatan dan pembasmian penyakit-penyakit menular yang pada masa lalu dapat diobati. Kita seperti berada dalam masa sebelum ditemukannya antibiotik. Kita kembali ke dasawarsa 1930-an atau 40-an.”

Penemuan dan penggunaan antibiotika untuk mengobati penyakit-penyakit seperti kusta, tuberkulosa, gonorhea, dan sifilis, mengubah cara pengobatan dan sejarah manusia. Tetapi, sekarang kemanjuran antibiotika berkurang, karena kurang banyak digunakan, digunakan secara berlebihan, atau disalahgunakan, yang mengakibatkan meningkatnya kekebalan terhadap obat-obatan ini.

Pengobatan TB, malaria, HIV, pneumonia, dan penyakit-penyakit menular berbahaya lainnya sulit dilakukan karena kekebalan terhadap obat-obatan meningkat.
Wakil Direktur Jenderal WHO, Keiji Fukuda, mengatakan bahwa evolusi dan kekebalan terhadap obat-obatan sangat memprihatinkan.

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

WHO punya enam cara untuk mengawasi pemberian obat-obatan. Organisasi ini mendesak diperkuatnya sistem pengawasan dan pemantauan untuk mendeteksi munculnya masalah kekebalan terhadap obat-obatan. WHO juga menyarankan penggunaan obat-obatan secara tepat, tindakan untuk mencegah dan membasmi penularan penyakit, dan penelitian serta pengembangan vaksin-vaksin baru dan obat-obatan untuk mengobati penyakit-penyakit menular.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya WHO: Kekebalan terhadap Antibiotika Semakin Mencemaskan
Tulisan selanjutnya TPM Siap Hadirkan Ulama Solo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an

Berita
2 November 2026 18:51
Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, UBN: Jangan Beri Panggung Pendukung Genosida
Bekas Jubir Militer ‘Israel’ Akui Memanipulasi Kebenaran Genosida Gaza
MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis
Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’

Terbaru

  • Standardisasi Dai MUI Buka Pintu Pengabdian Alumni Timur Tengah
  • Garda Revolusi Iran Klaim Lumpuhkan Dua Drone AS di Selat Hormuz
  • MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo terkait Penggeledahan Pesantren Hamalatul Qur’an
  • MUI: Petugas Ibadah Haji Harus Muslim, Nonmuslim Bisa Bantu Teknis
  • Bekas Jubir Militer ‘Israel’ Akui Memanipulasi Kebenaran Genosida Gaza
  • Lancarkan Serangan ke Pulau Qeshm Iran, AS: ‘Tindakan Defensif’
  • Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya Buntut Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an
  • Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?