Hidayatullah.com–Tinggal di zona terdampak bencana nuklir tidak lebih buruk bagi kesehatan kita dibanding tinggal di London, demikian sebuah penelitian terbaru yang mengejutkan.
Orang-orang yang tinggal di daerah yang terkontaminasi pasca bencana nuklir kemungkinan hanya akan kehilangan beberapa bulan harapan hidup dan masih memiliki kesempatan lebih besar terkena kanker, demikian menurut penelitian dari University of Bristol.
Tapi kerusakan yang terjadi pada kesehatan tidak akan lebih buruk daripada tinggal di kota berpolusi seperti London, demikian temuan pada akademisi.
Profesor bidang Manajemen dan Resiko Keamanan University of Bristol Profesor Philip Thomas mengatakan, resiko hidup di sebuah bekas bencana nuklir lebih kecil dibanding resiko hidup di daerah perkotaan besar seperti London.
Dia mengatakan bahwa pemerintah Jepang bereaksi berlebihan ketika mereka memindahkan 450.000 orang dari rumah mereka setelah kecelakaan Fukushima.
“Sedikit orang yang menyadari bagaimana kecilnya risiko tenaga nuklir, bahkan setelah kecelakaan nuklir yang besar terjadi, tidak peduli betapa jarang kejadian itu,” ujarnya dikutip Evening Standard.
Penelitian juga melaporkan bahwa udara di kota-kota mirip London sama berbahayanya dengan daerah bertenaga nuklir seperti Chernobyl.
Chernobyl pernah mengalami musibah akibat nuklir tahun 1986 kecelakaan hingga melelehkan reaktor nuklir yang akhirnya radiasi nuklir yang lepas mencemari udara wilayah tersebut dan membahayakan setiap mahluk hidup di sekitarnya.
Bencana Chernobyl adalah insiden nuklir terburuk di dunia dalam hal kerugian finansial dan korban jiwa. Bencana ini menewaskan 31 orang dan membutuhkan 500.000 orang pekerja untuk upaya pemulihan.
Akibatnya, dari 1986-2000 atau selama 14 tahun, sebanyak 350.400 orang dievakuasi dan dipindahkan dari daerah-daerah yang paling terkontaminasi di Belarus, Rusia, dan Ukraina
Menurut laporan tersebut, Kota London merupakan salah satu kota besar yang memiliki tingkat polusi udara tinggi dan bisa membahayakan kehidupan dalam jangka panjang.
Baca: Hampir 9.500 Orang Tiap Tahun Meninggal di London akibat Polusi Udara
Menurut studi itu, daerah yang terpapar polusi nuklir mencatat di bawah 10 milidetik (unit pengukuran tingkat radiasi) per tahun setelah tiga bulan area tersebut terkena radiasi.
Tingkat ini kurang dari tingkat paparan polusi udara yang harus dilakukan London setiap hari.
Polusi udara di London telah mencapai tahap kritis selama beberapa tahun terakhir.
Polusi udara di ibu kota Inggris itu telah melampaui Uni Eropa pada akhir tahun lalu.
Kota London yang dikenal dengan kemegahannya juga tak lepas dari polusi udara, bahkan beberapa penelitian menyebutkan, udara kota itu mengandung partikel gas beracun nitrogen dioksida NO-2 yang berasal dari mesin disel dan sistem mesin pemanas, konstruksi yang menyebabkan 9500 orang meninggal pertahun.
London, Birmingham dan Leeds, termasuk kota-kota di Inggris yang dianggap melanggar batas aman NO2 selama lima tahun. Akibatnya pernah muncul gugatan hukum yang menghasilkan keputusan Mahkamah Agung pada bulan April 2015, yang menyatakan bahwa pemerintah harus mempublikasikan rencana pembersihan udara.*