Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Kebiasaan Tidur Kaitannya dengan Penyakit Mata Glaukoma dan Kebutaan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 November 2022 08:08 8:08 am
Ama Farah
Dipublikasikan 6 November 2022 08:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Tidur terlalu sedikit atau banyak, mendengkur, mengantuk di siang hari dan insomnia semuanya kemungkinan meningkatkan risiko glaukoma, kondisi mata umum yang diderita jutaan orang dan dapat mengarah pada kebutaan, menurut hasil penelitian selama satu dekade yang melibatkan lebih dari 400.000 orang di Inggris.

Sudah diketahui bahwa kebiasaan tidur yang buruk dapat mempengaruhi penilaian, suasana hati, kemampuan untuk mempelajari dan menyimpan informasi, dan dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan cedera serius.

Dalam hasil penelitian yang dipublikasikan jurnal BMJ Open itu disebutkan bahwa orang yang memiliki pola tidur tidak sehat memiliki risiko lebih tinggi mengalami glaukoma. Kondisi itu dapat mengakibatkan orang kehilangan penglihatan apabila tidak didiagnosis dan diobati lebih dini.

Glaukoma kemungkinan akan mempengaruhi 112 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2040.

“Mendengkur, mengantuk di siang hari, insomnia dan durasi singkat/lama, secara individual maupun bersama-sama, semuanya berkaitan dengan risiko glaukoma,” simpul sekelompok akademis internasional, yang dipimpin oleh peneliti dari Beijing, China.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Ditandai dengan menurunnya kemampuan sel yang sensitif terhadap cahaya dan kerusakan saraf optik, penyebab glaukoma masih belum banyak dipahami. Akibatnya, apabila terlambat ditangani akan menyebabkan kebutaan yang tidak dapat diperbaiki.

Penelitian yang sudah dipublikasikan sebelumnya menduga bahwa gangguan tidur kemungkinan menjadi faktor risiko penting.

Guna mengetahui lebih lanjut, peneliti mengkaji risiko glaukoma di kalangan orang dengan perilaku tidur berbeda: insomnia; terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur; chronotypes malam atau pagi (“burung hantu” dan “lark”); mengantuk di siang hari; serta mendengkur.

Penelitian ini mengkaji data dari 409.053 orang yang ambil bagian dalam studi oleh UK Biobank.

Orang berusia 40 sampai 69 tahun direkrut untuk mengikuti studi itu antara 2006 dan 2010 dan ditindaklanjuti sampai Maret 2021 guna melihat apakah mereka didiagnosis menderita glaukoma. Informasi perihal kebiasaan tidur mereka dikumpulkan selam mengikuti studi itu.

Durasi tidur normal didefinisikan antara tujuh dan sembilan jam per hari, jumlah yang kurang atau lebih dari itu dianggap tidak normal. Chronotype orang didefinisikan dengan apakah orang menilai diri mereka sendiri sebagai “burung lark” yang banyak terjaga di pagi hari atau “burung hantu” yang banyak terjaga di malam hari.

Selama masa tindak lanjut rata-rata 11 tahun, sebanyak 8.690 kasus glaukoma ditemukan.

Dengan mengabaikan chronotype, empat pola dan perilaku tidur lainnya semua berkaitan dengan berbagai tingkat risiko glaukoma yang meningkat, kata BMJ Open seperti dilansir The Guardian (1/11/2022).

Peneliti menemukan bahwa dibandingkan orang yang memiliki pola tidur sehat, mendengkur dan mengantuk di siang hari meningkatkan 11% risiko glaukoma. Sementara insomnia dan tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit berkaitan dengan 13% peningkatan risiko.

Studi ini bersifat observasional sehingga penyebabnya tidak dapat dipastikan. Peneliti memgakui bahwa studi ini mengandalkan laporan mandiri peserta penelitian dan bukan pada pengukuran obyektif. Glaukoma sendiri kemungkinan mempengaruhi pola tidur, bukan sebaliknya, imbuh mereka.

Namun, ada penjelasan biologis yang masuk akal untuk hubungan yang ditemukan antara gangguan tidur dan glaukoma, kata para peneliti.

Tekanan internal mata, faktor kunci dalam perkembangan glaukoma, meningkat ketika seseorang berbaring dan ketika hormon tidur tidak teratur, seperti yang terjadi pada insomnia, papar mereka.

Depresi dan kecemasan, yang sering berjalan seiring dengan insomnia, juga dapat meningkatkan tekanan mata internal. Demikian pula, kondisi tingkat oksigen seluler yang rendah, yang disebabkan oleh berhentinya pernapasan secara tiba-tiba saat tidur, dapat menyebabkan kerusakan langsung pada saraf optik.

Para peneliti mengatakan studi ini menggarisbawahi pentingnya menerapkan dan mempertahankan pola dan perilaku tidur yang sehat, serta perlunya pemeriksaan lebih dini guna mencegah kebutaan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:glaukomakebutaanmatatidur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Deputi Gubernur Bank Sentral China Jadi Tersangka Korupsi
Tulisan selanjutnya Kanada Perintahkan Perusahaan China Jual Sahamnya di Perusahaan Tambangnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?