Hidayatullah.com | Bersama dengan Hydroxychloroquine dan Favipiravir, vitamin C mengurangi resiko kematian pada pasien kritis, demikian kata penasihat ilmiah yang dikutip dari Anadolu Agency.
Vitamin C adalah molekul sederhana namun efektif dalam melawan Covid-19.
“Alat paling penting kita adalah hydroxychloroquine dan favipiravir. Selain itu, kita juga memiliki pengobatan vitamin C dosis tinggi,” kata Profesor Mutlu Demiray, penasihat ilmiah di Universitas Ilmu Kesehatan di Istanbul.
“Vitamin C tidak berinteraksi dengan obat-obatan ini, tidak memiliki efek samping dan aman,” tambah Demiray.
Menekankan bahwa vitamin C efektif dalam mengobati Covid-19, Demiray mengutip sebuah studi dalam jurnal ilmiah JAMA yang “menunjukkan bahwa pemberian vitamin C untuk pasien perawatan intensif dengan kerusakan paru-paru mengurangi risiko kematian sekitar 20%.”
ia menambahkan, bahwa dalam penelitian yang dilakukan pada 50 pasien Covid-19 yang sedang-parah di Shanghai, China, tidak ada pasien yang diobati dengan vitamin C dosis tinggi yang meninggal.
Mempertimbangkan bagaimana Covid-19 menyebabkan penyakit, sangatlah penting sistem kekebalan berfungsi secara teratur dan tepat.
Demiray kemudian mengatakan bahwa vitamin C dikenal dapat membantu sistem kekebalan tubuh dalam memerangi penyakit apapun.
“Kekurangan Vitamin C pada pasien COVID-19 semakin mengganggu sistem kekebalan tubuh yang kemudian mulai membahayakan tubuh.”
Covid-19 sejak virus itu awal kali muncul Desember lalu di kota Wuhan di China, ia telah menyebar ke setidaknya 185 negara dan wilayah.
Ada lebih dari 1,99 juta infeksi yang dikonfirmasi secara global dengan lebih dari 127.600 kematian, menurut Johns Hopkins University yang berbasis di A.S.* Nashirul Haq AR