Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Ilmuwan: Bukan Hanya Droplet, Covid-19 Bisa Menular Secara Airborne

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Juli 2020 18:53 6:53 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Juli 2020 11:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Kemungkinan Covid-19 juga menular secara airborne, dari hirupan udara yang mengandung coronavirus, diremehkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kata sekelompok ilmuwan.

Dalam sebuah surat terbuka yang akan dirilis pekan ini, 239 ilmuwan dari 32 negara menyeru pengakuan yang lebih besar atas kemungkinan bibit penyakit Covid-19 ditularkan secara airborne melalui udara, bukan sekedar droplet percikan air liur atau lendir orang yang positif coronavirus ke orang lain. Ratusan ilmuwan itu juga mendesak agar pemerintah-pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasinya.

Panduan WHO tentang Covid-19 menyebutkan bahwa virus penyebab penyakit itu utamanya menular ke orang lain lewat droplet dan kontak dengan orang yang positif. Sementara penularan aerosol melibatkan partikel-partikel yang lebih kecil yang dapat berada di udara untuk jangka waktu yang lama dan bisa menular ke orang lain yang berjarak lebih dari 1 meter.

Anggota-anggota komite pencegahan infeksi di WHO pernah mengatakan bahwa sementara kemungkinan penularan aerosol memainkan peran, tetapi bukti dalam jumlah yang sangat banyak menunjukkan jalur penularan langsung Covid-19 terjadi melalui kontak langsung, dan percikan cairan tubuh yang keluar ketika orang batuk, bersin atau berbicara. Mereka mengatakan penerapan kebijakan baru untuk mencegah penularan aerosol tidak layak dan sepertinya tidak akan membuat banyak perubahan terhadap penyebaran penyakit tersebut.

Dilansir The Guardian Ahad (5/7/2020), surat yang akan dipublikasikan di jurnal Clinical Infectious Diseases tersebut ditulis oleh Lidia Morawska dari Queensland University of Technology di Brisbane dan Donald Milton dari University of Maryland, dan telah disokong oleh lebih dari 200 ilmuwan, termasuk di antaranya beberapa ilmuwan yang terlibat dalam penyusunan panduan WHO tentang Covid-19.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Mereka mengatakan semakin banyak bukti menunjukkan bahwa penularan secara airborne layak mendapatkan pengakuan lebih dari WHO. Contohnya wabah Covid-19 yang muncul di Jerman dari klaster sebuah rumah pemotongan hewan.

Linsey Marr, seorang pakar penularan penyakit yang disebabkan virus secara airborne di Virginia Tech dan salah satu penandatangan surat tersebut, mengatakan kepada New York Times bahwa WHO mengandalkan hasil studi di sejumlah rumah sakit yang menunjukkan hanya terdapat virus dalam jumlah kecil di udara. Itu meremehkan risiko, katanya, karena di kebanyakan gedung “tingkat aliran pergantian udara biasanya lebih rendah, sehingga memungkinan virus terkumulasi di udara.”

WHO mengatakan sejumlah prosedur medis tertentu, seperti intubasi (pemasangan selang alat bantu pernapasan pada pasien), diketahui meningkatkan penularan penyakit secara aerosol. Namun, hal itu di luar konteks ini dan buktinya masih kurang jelas. “Ini area penelitian aktif,” kata WHO.

Paul Hunter, profesor bidang kedokteran di University of East Anglia dan anggota komite pencegahan infeksi WHO, mengatakan bahwa WHO sudah berusaha seimbang dalam pedoman-pedoman yang dikeluarkannya.

“Transmisi aerosol dapat terjadi tetapi kemungkinan tidak dalam skema sebesar itu. Ini semua soal droplet,” ujarnya. “Mengendalikan penularan airborne tidak akan banyak berpengaruh pada pengendalian penyebaran Covid-19. Hal itu justru akan menimbulkan beban yang tidak perlu, terutama di negara-negara di mana mereka tidak memiliki cukup staf terlatih atau kesiapan sumber daya.”

Apabila penularan secara airborne menunjukkan sebagai faktor utama, sebagian pakar menyarankan pemakaian masker di dalam ruangan tertutup meskipun jaga jarak sudah dipraktikkan. Selain itu sejumlah aturan perlu diperketat seperti regulasi ventilasi udara dan pendingin udara, dan mungkin perlunya pemasangan lampu-lampu UV di sejumlah bangunan guna mematikan partikel-partikel yang potensial menularkan penyakit.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:airbornecoronaviruscovid-19dropletpenularantransmisi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Protes Warga Belgia untuk Hak Berhijab di Universitas
Tulisan selanjutnya Palestina Memperpanjang Keadaan Darurat Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?