Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Polusi Udara Jalan Raya Pengaruhi Janin Ibu Hamil

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2014 16:16 4:16 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 21 Oktober 2014 16:16
Bagikan
Bagikan

WANITA hamil yang terkena polusi tingkat tinggi di jalan raya selama trimester kedua kehamilan, berada pada risiko tinggi melahirkan anak dengan paru-paru yang lemah, kata para peneliti, Senin (20/10/2014).

Dalam studi yang dilakukan cukup lama, peneliti di Barcelona meneliti 1.295 wanita hamil yang menghadiri klinik pra-kelahiran di Sabadell, Catalonia, dan di Gipuzkoa di wilayah barat laut Basque.

Mereka mengukur dua polutan lalu lintas –bensin dan nitrous dioksida– di lingkungan perumahan para wanita pada waktu yang berbeda selama kehamilan mereka.

Mereka menggunakan data ini untuk menyusun model paparan polusi untuk wanita, dan juga untuk anak-anak mereka selama tahun pertama hidup mereka.

Model penelitian mengambil perbedaan data dalam geografi, iklim, kepadatan penduduk di sepanjang tahun.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Ketika anak-anak mencapai usia empat setengah tahun, seorang perawat mengukur kapasitas paru-paru mereka dengan gadget inflasi yang disebut spirometer.

Sebanyak 620 balita diuji –banyak balita lainnya tidak dapat meniup dengan benar ke dalam perangkat.

Anak-anak perempuan yang terpapar polusi bensin yang lebih tinggi selama bulan keempat sampai keenam kehamilan ibunya adalah 22 persen lebih mungkin memiliki gangguan fungsi paru-paru dibandingkan mereka yang berasal dari daerah kurang tercemar, demikian temuan studi tersebut, dilansir Malay Mail Online, Selasa (21/10/2014).

Untuk nitrous oksida, risikonya 30 persen lebih tinggi.

Hubungan lebih kuat terhadap anak-anak berupa alergi, atau alergi juga ditemukan pada anak-anak dari kelas sosial yang lebih rendah.

Tapi tingkat paparan polusi lalu lintas pada tahun pertama kehidupan anak tidak ada bedanya untuk kekuatan paru-paru, kata penemuan tersebut.

Hasil “menunjukkan bahwa paparan polusi udara dari lalu lintas selama periode prenatal dapat berdampak negatif terhadap paru-paru yang sedang berkembang,” kata para peneliti dalam tulisannya di jurnal Thorax.

“Manfaat kesehatan substansial” dapat diperoleh dengan cara membatasi terkena polusi lalu lintas, kata mereka.

Tim peneliti yang dipimpin Eva Morales di Pusat Penelitian Epidemiologi Lingkungan di Barcelona (Creal), percaya bahwa mereka adalah pihak yang pertama memberikan pandangan jangka panjang tentang bagaimana polusi udara selama kehamilan dapat mempengaruhi paru-paru anak.

Studi itu sudah mempertimbangkan kebiasaan orang tua anak yang merokok sebelum atau selama kehamilan.

Tapi penelitian ini tidak memeriksa paparan gas, debu atau asap selama ibu hamil aktif dalam pekerjaannya. Juga tidak meneliti paparan materi partikulat, polutan lalu lintas lain yang cukup dikenal.

Dalam komentar yang bersifat independen, Seif Shaheen, seorang profesor epidemiologi pernapasan di Barts dan London School of Medicine and Dentistry, mengatakan, gambaran yang lebih jelas mungkin muncul jika tingkat polusi dipantau langsung di rumah para relawan daripada di lingkungan mereka.

Meski begitu, temuan ini harus diambil tindakan dengan sangat serius oleh para pembuat kebijakan, kata Shaheen dalam Britain’s Science Media Centre.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak yang harus dilakukan untuk mengurangi polusi udara dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat, dan khususnya kesehatan paru-paru dari generasi berikutnya,” katanya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:polusi udara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perang Salib Inovasi Militer Muslim Di Masa Perang Salib (1)
Tulisan selanjutnya Hendropriyono dan Komaruddin Hidayat Muncul di Istana

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?