Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Obat Mata dari Nabi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 November 2020 08:44 8:44 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 November 2020 08:44
Bagikan
Eye drop is falling at black
Bagikan

Oleh: Joko Rinanto

 

Hidayatullah.com  | “Pergilah kamu dengan membawa bajuku ini, lalu usapkan ke wajah ayahku, nanti dia akan melihat kembali; dan bawalah seluruh keluargamu kepadaku.” (Yusuf [12]: 93).

Dikisahkan dalam Surat Yusuf: 84, setelah Nabi Ya’kub AS kehilangan anaknya, Yusuf AS, beliau terus-menerus menangis akibat menahan amarah terhadap anak-anaknya yang lain. Sampai-sampai hal itu menyebabkan matanya buta. Hal ajaib kemudian terjadi, yakni Nabi Ya’kub dapat melihat kembali setelah diusap dengan baju Nabi Yusuf.

Para ahli berusaha mendataburi kisah di atas sebagai inspirasi penemuan obat mata. Salah satunya dilakukan oleh Prof Dr Abdul Basith Muhammad Sayyid, peneliti di National Research Center, Mesir. Basith memperoleh dua paten internasional dari obat tetes mata untuk menangani katarak yang inspirasinya berasal dari Surat Yusuf.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Basith menerangkan bagaimana katarak bisa terjadi. Di lensa mata ada kapsul lensa yang berisi protein bernama alfa kristalin, beta kristalin, gamma kristalin, dan albumin. Denaturasi protein akan mengubah opasitas (kegelapan pandangan). Jika meningkat secara berkelanjutan, maka akan membuat cahaya tak dapat menembus lensa.

Senyawa albumin adalah materi berwarna putih transparan dan dapat ditembus cahaya. Ketika albumin dipanaskan, maka akan terdenaturasi dan membuatnya berubah menjadi opaque (buram).

Menurut Basith, ada banyak penyebab katarak. Misalnya pukulan atau benturan langsung yang mengenai lensa di belakang kornea, paparan temperatur panas yang terus-menerus seperti pada tukang pembuat roti dan tukang las, juga karena faktor usia dan diabetes.

Mengapa kesedihan yang berlarut-larut dapat menyebabkan katarak? Menurut Basith, kesedihan itu meningkatkan jumlah adrenalin, lalu akan berimbas pada peningkatan kadar gula darah.

Penanganan katarak saat ini umumnya dengan operasi, baik dengan membuang bagian opaque pada lensa ataupun menyisipkan lensa dari luar. Juga dengan obat tetes untuk menunda opasitas.

Namun Basith memikirkan mengenai zat yang terdapat pada baju Nabi Yusuf AS. Setelah melalui serangkaian penelitian, akhirnya disimpulkan bahwa keringat yang melekat pada baju-lah yang menjadi wasilah kesembuhan Nabi Ya’kub AS.

Hasil penelitian menunjukkan adanya 52 komponen pada keringat. Salah satu komponen itu mengandung senyawa urea yang bisa merenaturasi lensa mata sehingga opasitas berkurang. Artinya, itu dapat mengobati katarak.

Dilakukanlah percobaan pada kelinci, ternyata hasilnya positif. Kemudian Basith melakukan perawatan pada 250 pasien dengan memberi mereka obat tersebut selama dua minggu dua kali sehari, tingkat keberhasilannya mencapai 99%. Penemuan obat mata dari komponen keringat ini kemudian mendapat paten di Amerika Serikat.

Jamur

Ada obat mata lain yang berasal dari nabi, yaitu jamur truffle. Diriwayatkan dari Sa’id bin Zaid bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda, “Jamur truffle adalah bagian dari manna, dan airnya adalah obat mata.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Jamur truffle membiakkan diri dengan spora. Menurut Imam adz-Dzahabi dalam ath-Thibbun Nabawi, dahulu jamur truffle gurun adalah makanan Bani Israil ketika tersesat di padang pasir. Kedudukannya sama dengan roti, sementara salwa adalah lauk pauknya bersama manna yang seperti hujan gerimis berasa manis.

Abu Hurairah RA berkata, “Aku mengambil tiga atau empat atau tujuh jamur truffle, lalu aku memerasnya dan aku menyimpan airnya di botol dan aku jadikan celak seorang budak perempuan milikku, lalu ia sembuh.” (Riwayat at-Tirmidzi).

Berdasar penelitian, seperti yang dilakukan oleh Dr al-Mu`taz al-Marzuqi (dokter mata di Mesir), air jamur truffle dapat mencegah terjadinya fibrosis pada trakhoma mata. Hasil percobaan telah membuktikan bahwa air jamur truffle dalam pengobatan trakhoma bisa menurunkan secara signifikan pembentukan sel-sel limfatik yang dihasilkan dari peradangan sebagai penyebab opasitas kornea.

Trakhoma adalah peradangan mata menular kronis. Penduduk di wilayah Afrika, Arab, Mediterania, dan beberapa bagian lain di dunia mengalami kebutaan akibat penyakit tersebut. Jumlahnya bahkan mencapai lebih dari 25%.  Trakhoma disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri ini juga bisa menyebabkan penyakit menular seksual chlamydia dan ditularkan dari seseorang yang telah terinfeksi.

Gejala trakhoma meliputi gatal dan sakit pada mata, pembengkakan mata, sensitif terhadap cahaya, keluarnya cairan berupa lendir atau nanah dari mata, meningkatnya detak jantung, disusul dengan komplikasi pada telinga, hidung, dan tenggorokan.

Dalam jurnal berjudul “Efficacy of the Desert Truffle Terfezia claveryi to Cure Trachoma Disease with Special Emphasis on its Antibacterial Bioactivity” diketahui bahwa jus truffle sangat efektif melawan fase ketiga penyakit trakhoma. Dari jurnal dan penelitian tersebut kemudian direkomendasikan untuk menambahkan terapi tetes jus truffle jenis Terfezia claveryi sebagai pengobatan tradisional pendukung untuk trakhoma.

Bunga

Ada lagi bahan lain. Sesuai kaidah ath-Thibbun Nabawi, yang dapat digunakan sebagai pengobatan untuk mata spesifik sesuai dengan wilayah tempat tinggal adalah bunga telang (Clitoria ternatea L) dan boroco (Celosia argentea L).

Dalam jurnal berjudul “Efek Antiinflamasi Infusa Bunga Telang dan Kombinasi dengan Infusa Daun Iler (Coleus atropurpureus L Benth)” dinyatakan bahwa air rendaman bunga telang dapat digunakan untuk obat tetes mata pada penderita mata merah atau konjungtivitis. Senyawa fenol dan delfinidin pada bunga telang diketahui efektif terhadap bakteri Staphylococcus aureus penyebab radang mata.

Sedangkan dalam buku Atlas Tumbuhan Obat Indonesia dijelaskan, untuk pemakaian luar, bunga boroco yang telah dicuci bersih dapat direbus. Setelah dingin, air rebusannya dapat digunakan untuk obat cuci mata. Rebusan biji boroco juga dapat digunakan untuk pengobatan radang kornea.

Biji boroco dapat berfungsi mengobati penyakit mata karena efek antiradang dan sifat astringennya pada radang konjungtiva mata. Namun yang perlu dicatat, jangan minum air rebusan boroco apabila mengalami glaucoma. Juga gunakan selalu air dengan standar kualitas air minum untuk merebus bahan alam, karena mata adalah organ yang sensitif dan vital.  Demikian, semoga bermanfaat.*

Penulis adalah praktisi thibbun-nabawi. Artikel diambil dari Majalah Suara Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:NabiObat matatetes matathibbun nabawi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Umat Islam Australia Sudah Diperbolehkan Sholat Berjamaah di Masjid
Tulisan selanjutnya Mapan Tapi Kok Tidak Tenteram?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

Feature
30 Juni 2026 16:15
Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit

Terbaru

  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
  • Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza
  • Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026
  • Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
  • Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
  • Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
  • Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
  • Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  • MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?