Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Penelitian Menegaskan Kelebihan Berat Badan atau Obesitas Berkaitan dengan Kanker Rahim 

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 April 2022 10:46 10:46 am
Ama Farah
Dipublikasikan 19 April 2022 10:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Perempuan yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas hampir sepanjang hidupnya berisiko lebih tinggi menderita kanker rahim. Begitu menurut penelitian.

Para ilmuwan dan dokter sudah cukup lama mengetahui bahwa kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko penyakit kanker. Sekitar satu dari tiga kasus kanker di Inggris (34%) terkait dengan kelebihan berat badan.

Sekarang, para peneliti di University of Bristol telah dapat mengetahui seberapa jauh risiko obesitas terhadap kanker.

Mereka menemukan bahwa untuk setiap lima unit BMI tambahan, risiko seorang wanita terkena kanker endometrium meningkat sebesar 88%. 

Lima unit BMI adalah perbedaan antara kategori kelebihan berat badan dan obesitas, atau seorang wanita dewasa setinggi 5 kaki 5 inci memiliki kelebihan berat badan ≥ 2 stones (1 stone = 6,35 kilogram), menurut CRUK.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Penelitian itu didanai oleh Cancer Research UK (CRUK) dan dipublikasikan di jurnal BMC Medicine, lansir The Guardian Selasa (19/4/2022).

Risiko kanker rahim itu lebih tinggi dibanding apa yang diketahui dari riset-riset sebelumnya dan mencerminkan status berat badan sepanjang umur dan bukan hanya sebagian paruh masa saja. Dalam riset-riset lain peneliti hanya melihat kondisi berat badan kurun waktu tertentu saja.

“Studi seperti ini mendukung fakta bahwa kelebihan berat badan atau obesitas adalah penyebab kanker terbesar kedua di Inggris dan dapat membantu kita mulai menentukan penyebabnya,” kata Dr Julie Sharp, kepala bagian informasi kesehatan di CRUK. “Ini akan memainkan peran penting dalam mengungkap bagaimana mencegah dan mengobati kanker di masa depan.”

“Diperlukan lebih banyak penelitian untuk menyelidiki perawatan dan obat mana yang dapat digunakan untuk mengelola risiko kanker di kalangan orang-orang yang berjibaku dengan obesitas. Kita sudah mengetahui bahwa kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko 13 jenis kanker yang berbeda. Untuk mengurangi risiko kanker Anda, penting untuk menjaga berat badan yang sehat dengan makan makanan yang seimbang dan tetap aktif.”

Studi tersebut mengamati kanker endometrium, jenis kanker rahim yang paling umum, yang mempengaruhi lapisan rahim – endometrium. Satu dari 36 wanita yang lahir setelah tahun 1960 di Inggris akan didiagnosis menderita kanker rahim dalam hidup mereka.

Sampel genetik dari 120.000 wanita di Inggris, Australia, Belgia, Jerman, Polandia, Swedia dan AS diperiksa. Sekitar 13.000 di antaranya menderita kanker rahim.

Para peneliti melihat penanda dari 14 ciri yang mungkin menghubungkan obesitas dan kanker rahim. Mereka menemukan dua hormon – fasting insulin dan testosteron – yang meningkatkan risiko kanker rahim.

Dengan mengetahui bagaimana obesitas meningkatkan risiko kanker, seperti melalui pemeriksaan hormon, para ahli berharap di masa depan obat-obatan dapat digunakan untuk mengurangi atau meningkatkan kadar hormon tertentu pada orang yang berisiko lebih tinggi mengalami kanker.

“Studi ini merupakan langkah pertama yang menarik tentang bagaimana analisis genetik dapat digunakan untuk mengungkap dengan tepat bagaimana obesitas menyebabkan kanker, dan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya,” kata Emma Hazelwood, penulis utama hasil studi tersebut.

“Hubungan antara obesitas dan kanker rahim sudah diketahui dengan baik, tetapi ini adalah salah satu penelitian terbesar yang meneliti mengapa hal itu terjadi pada tingkat molekuler. Kami menantikan penelitian lebih lanjut yang akan mengeksplorasi bagaimana kita sekarang dapat menggunakan informasi ini untuk membantu mengurangi risiko kanker pada orang yang berjibaku dengan obesitas.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:endometriumhormonkanker rahimkelebihan berat badanobesitas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Kembali Melancarkan Serangan Darat dan Udara Terhadap Militan Kurdi di Utara Iraq
Tulisan selanjutnya Polri Sebut NII Sumbar Berencana Lengserkan Pemerintah Sebelum Pemilu 2024

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?