Hidayatullah.com– Varian Covid-19 baru yang dikenal sebagai Varian Lambda, kini telah menyebar ke lebih dari 30 negara, selama empat minggu terakhir. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam update Covid-19 Weekly Epidemiology masih mengklasifikasikan varian ini sebagai varian yang mencari perhatian (VOI).
The New Zealand Herald melaporkan, varian baru tersebut sudah terdeteksi di Australia. Varian ini pertama kali terdeteksi di Peru dan telah dikaitkan dengan lebih dari 801 persen kasus di negara itu, sejak April.
Peru memiliki tingkat kematian akibat Covid-19 tertinggi di dunia.
Di Australia, varian itu terdeteksi di antara pelancong luar negeri yang menginap di hotel karantina di New South Wales, pada bulan April. Studi awal menunjukkan itu masih tidak menular di masyarakat di Australia.
Menurut portal tersebut, varian tersebut baru saja menyebar di masyarakat di Inggris Raya (UK), dengan enam kasus dilaporkan, pada Senin. Hal ini dianggap mengkhawatirkan karena Inggris telah melonggarkan aturan kontrol setelah 37 juta orangnya telah menerima setidaknya satu dosis Covid-19.
Kehidupan warga Inggris kembali normal, dengan pub dibanjiri penggemar sepak bola yang ingin menonton pertandingan sepak bola negara mereka. Namun, kebebasan ini dipandang sebagai ‘memberi’ peluang varian Lambda untuk menyebar di masyarakat.
Prof Pablo Tsukayama dari Universitas Cayetano Heredia di Lima, Peru, mengatakan varian tersebut menyebar dengan cepat di Peru dan berpendapat bahwa ‘tingkat penularannya lebih tinggi daripada varian lainnya’.*