Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Efek Gadget, Banyak Kaum Muda Alami Presbiopia Dini sebelum Tua

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 April 2024 15:22 3:22 pm
Ahmad
Dipublikasikan 1 April 2024 15:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Umumnya rabun tua atau presbiopia (presbyopia) kerap dialami oleh individu yang berusia di atas 40 tahun, namun kini permasalahan tersebut juga ‘menghantui’ generasi muda ketika mata mulai kehilangan kemampuan untuk fokus pada objek jarak dekat.

Dokter mata di KPJ Eye Specialist Center Dr Helen Tan Chen Chen mengatakan, menurut penelitian, gejala yang disebut presbiopia prematur kini bisa dialami oleh 10 hingga 12 persen orang berusia 30-an dan biasanya dimulai pada usia 36 tahun.

Ia mengatakan, umumnya presbiopia terjadi secara alami akibat proses penuaan ketika lensa mata mulai mengeras dan kurang fleksibel sehingga menyebabkan penglihatan jarak dekat menjadi kabur.

Sedangkan untuk presbiopia dini, kata Dr Helen,  terjadi karena berbagai faktor antara lain frekuensi penggunaan gadget dan pekerjaan yang memerlukan penglihatan dekat seperti perhiasan, pembuat jam tangan, dan tukang listrik.

“Penggunaan gadget secara rutin menyebabkan penggunaan mata untuk melihat dari dekat, apalagi jika terlalu lama melihat gadget, sehingga penderita akan lebih dini menyadari rabun jauh. Begitu pula dengan orang yang pekerjaannya mengharuskan melihat benda kecil terlalu dekat, ” katanya kepada Bernama.

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Selain itu, Dr Helen mengatakan hiperopia, yaitu rabun jauh yang tidak diobati, masalah kesehatan seperti diabetes dan anemia, paparan sinar UV yang berlebihan, serta merokok dan kecanduan alkohol juga merupakan penyebab presbiopia dini.

“Kalau hyperopia misalnya, sejak kecil dia menderita rabun jauh, mungkin tingkat rabun jauhnya di angka 50 dan tidak memakai kacamata, jadi kalau umurnya sudah 36 tahun ke atas, rabun jauhnya semakin terlihat. Itu sebabnya mereka yang rabun perlu memakai kacamata agar matanya lebih cepat tertutup.

“Sinar UV bisa menyebabkan lensa mata menjadi tidak fleksibel, sedangkan diabetes dan anemia memang bisa menyebabkan gangguan penglihatan,” ujarnya.

Namun Dr Helen menolak anggapan bahwa cahaya biru dari layar ponsel, televisi, dan laptop berkontribusi terhadap gejala rabun jauh.

Ia mengatakan paparan cahaya biru dapat menyebabkan sulit tidur karena menghalangi sekresi melatonin, hormon yang mengatur waktu tidur.

Untuk mencegah presbiopia dini, Dr Helen menyarankan masyarakat untuk rutin mengistirahatkan mata saat menggunakan gadget, membaca, atau bekerja dalam jangka waktu lama.

“Istirahatkan mata minimal 20 detik setiap 20 menit dengan melihat objek jauh. Jangan istirahatkan mata selama dua atau tiga jam karena dapat meningkatkan risiko rabun jauh,” ujarnya.

Ia mengatakan pola makan sehat juga penting untuk mengendalikan diabetes dan anemia yang merupakan salah satu penyebab presbiopia dini, selain mengonsumsi makanan tinggi antioksidan seperti wortel, labu kuning, sayuran hijau seperti kangkung dan brokoli serta buah-buahan seperti blueberry dan stroberi.

Untuk menghindari gejala mata lelah akibat presbiopia, Dr Helen mengatakan, selain menggunakan kacamata dan lensa kontak, mereka yang mengalami masalah tersebut juga dapat mencoba perawatan bedah ‘presbyond lasik’.

“Operasi ini dilakukan dengan melakukan koreksi penuh pada mata dominan untuk melihat objek jauh pada satu mata dan pada mata lainnya kita sisakan sedikit tenaga sebesar 150 untuk membantu melihat dalam jarak dekat. Ini disebut monovision,” ujarnya.

“Lasik Presbyond cukup populer saat ini dimana teknologi ini menggunakan kombinasi metode monovision dan spherical aberration pada kornea untuk memperluas fokus penglihatan agar bisa melihat jauh dan dekat,” ujarnya.

Dr Helen juga menyarankan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan mata jika mengalami gejala seperti ketegangan mata, kesulitan melihat dalam cahaya redup, dan membaca tulisan kecil.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak mudagadgetHeadlinepresbiopiapresbiopia dinipresbyopiaRabun tua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sebuah Keluarga di Prancis Beranggotakan 9 Orang Masuk Islam
Tulisan selanjutnya Ratusan Warga Jepang Belajar Islam selama Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Berita
28 Agustus 2026 11:26
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?