Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Sebuah Keluarga di Prancis Beranggotakan 9 Orang Masuk Islam

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 April 2024 14:26 2:26 pm
Ahmad
Dipublikasikan 1 April 2024 14:24
Bagikan
Farid bersama anak dan istrinya yang mempraktikkan ajalan Islam
Bagikan

Populasi Muslim di Prancis kini berjumlah sekitar 6 juta orang, sementara diperkirakan ada 2.500 masjid yang ada, Islam akan semakin besar di pusat mode dunia ini

Hidayatullah.com | SEBUAH keluarga Prancis beranggotakan sembilan orang memeluk Islam. Fenomena menarik ini menjadi perhatian beberapa kanal TV Prancis baru-baru ini.

Transpformasi keluarga ini bermula ketika Kevin, sebagai kepala keluarga, lebih dulu memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Farid. Kevin, mengaku, bahwa dirinya yang dulu memiliki masa lalu buru, berubah setelah terpengaruh Islam.

Awalnya, istrinya, Christine, yang kini dipanggil Ines, tidak langsung memeluk Islam. Namun lambat-laun, wanita yang kini telah berhijab itu mengikuti jejaknya, dan mengganti namanya.  

https://youtu.be/_jiv9jdQUUc

Pasangan yang diberkahi ini kemudian memutuskan mendidik ketujuh anak mereka di jalan Islam. Ines,  bahkan memutuskan berhenti dari pekerjaannya sebagai perawat untuk membesarkan anak-anaknya sambil bekerja dari rumah setelah ditolak menggunakan jilbab saat bekerja.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Banyak saluran televisi Prancis mengulas fenomena ini dengan menampilkan beberapa keluarga yang memutuskan untuk pindah agama dan memeluk Islam.

Dalam sebuah film dokumenter memperlihatkan bagaimana kehidupan Faris dan Ines setelah memeluk Islam.

“Saya masuk Islam di masjid sekitar pada tahun 2002. Orang tua saya memberi saya nama depan Kevin tapi saya memutuskan untuk mengganti nama depan saya. Sekarang saya Farid,” katanya, “ kata Farid.

“Bersama suami saya, kami memilih untuk memberikan nama Muslim kepada anak-anak kami,” kata Ines, menyebut nama emat anaknya yang berlatarbelakang Islam; Illiane, Ibrahim, Myriam dan Hasna.

Sejak memeluk Islam, keluarga ini aktif mengamalkan agama, mengajari anak-anak mereka Al-Quran, bahasa Arab sejak dini dan mengenalkan mereka tatacara shalat.

Dalam film documenter yang beredar, terlihat anak-anak Farid dan Ines mengambil sedang belajar membaca Al-Quran. “Di sini, kita akan memakai Fatiha,” kata sang ibu kepada mereka.

Wartawan tersebut meminta Ines menjelaskan kepadanya apa yang tertulis dalam pena. Ines kemudian menjelaskan bahwa itu adalah bagian dari ayat Al-Quran yang bunyinya “Alif, Lam, Mim”.

“Ini adalah komputer yang dibuat oleh Syekh agar anak-anak dapat mengucapkan kata dan istilah dengan lebih baik,” ujar Ines.

Farid yang dulu namanya Kevin: mengajarkan anak-anak mengaji

“Rencananya kami akan menyekolahkan anak kami baik ke Mesir atau ke Arab Saudi, karena penting untuk mempelajari bahasa Arab yang merupakan bahasa agama kami dan bahasa yang akan digunakan ketika kami akan berada di sana, di Surga, Insya Allah,” tambah dia.

Terlepas dari tantangan yang dihadapi umat Islam di Prancis, keluarga tersebut merupakan contoh sukses perpindahan agama kedalam pelukan Islam di masyarakat Barat, yang menawarkan pesan harapan dan keberanian di masa-masa sulit ini.

Berbondong-Bondong Masuk Islam

Di kenal sebagai pusat mode dunia, Prancis menyaksikan masuknya migran Muslim secara konsisten dari negara-negara seperti Aljazair, Maroko, Tunisia, dan Afrika sub-Sahara dalam beberapa dekade terakhir.

Data statistik menggarisbawahi pertumbuhan substansial populasi Muslim di Prancis, yang kini berjumlah sekitar 6 juta orang, yang merupakan sekitar 8-9 persen dari total penduduk Prancis. Proyeksi menunjukkan peningkatan tahunan sebesar 17 persen pada populasi Muslim Prancis.

Lanskap keagamaan di Prancis sedang mengalami transformasi, yang dibuktikan dengan menjamurnya masjid di seluruh negara. Menurut Dewan Agama Muslim Prancis (CFCM), saat ini terdapat lebih dari 2.500 masjid di Prancis, yang merupakan peningkatan signifikan dari sekitar 2.000 masjid yang tercatat pada tahun 2015.

Pergeseran demografis ini menunjukkan bahwa Muslim Prancis mungkin memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap tatanan sosial-politik dan budaya Eropa.

Belum lama ini Presiden Persatuan Ulama Muslim Internasional (IUMS), Syekh Ali al-Qaradaghi berpidato di forum “Kemerdekaan untuk Palestina” di Istanbul, di mana ia menyoroti tren luar biasa, banyak masyarakat  Barat berbondong–bonding masuk Islam.

“Kami menyaksikan perubahan signifikan di dunia Barat, khususnya di Prancis, di mana 17.000 orang telah memeluk Islam sejak Banjir Aqsa. Hal ini menunjukkan kecenderungan positif terhadap keimanan kami, dan merupakan tugas kami untuk menumbuhkan pemahaman dan persatuan,” kata Syeikh Qaradadhi.

Pada tahun 2006, sebuah catatan dari Kementerian Dalam Negeri Prancis menyebutkan semakin banyak orang yang berpindah agama memilih Islam.

Menurut sumber yang dekat dengan Kementerian Dalam Negeri, mereka ditemukan di komunitas Haiti, di antara orang Prancis asal Afrika, India Barat, atau bahkan Portugis.

Mereka berpindah agama seperti teman-teman mereka di kota atau melalui pernikahan dengan seorang Muslim. “Kami menyebutnya “konversi kedekatan”,” kata pihak Kementerian Dalam Negeri.

Di sebuah media Prancis, seorang pendeta evangelis Prancis, Saïd Oujibou menemukan banyak generasi muda negeri itu memeluk Islam.

“Banyak generasi muda kita yang masuk Islam,” kata dia.

Menurutnya, fenomena ini mulai terjadi di tahun 2001, meningkat pesat sejak tahun 2015. “Namun serangan mematikan ini menarik dan merayu generasi muda untuk mencari cita-cita. Sebuah cita-cita yang tidak lagi mereka temukan di gereja kita,” kata dia.

“Kaum Evangelis sering tinggal di lingkungan yang sama dengan Muslim, di pinggiran kota kelas pekerja di Hauts-de-France, Seine-Saint-Denis, Lyon dan Marseille. Banyak pendeta yang menganggap dirinya lebih unggul dari umat Islam, bahkan terkadang memandang rendah mereka, mereka lebih memilih untuk mengingkari kenyataan yang meresahkan mereka. Hal ini akan mengakui kegagalan mereka,” tambah dia lagi.

Menurut proyeksi Pew Research Center, pada 2050 mendatang populasi Muslim di Eropa dapat mencapai 11,2 persen dari total populasi Eropa. Bahkan, “jika imigrasi dilarang sepenuhnya” umat Islam akan masih mewakili 7,4 persen populasi Eropa pada 2050.

Menurut data, jumlah umat Islam di Eropa pada antara 2010 hingga 2016 meningkat lebih dari 1 persen, yakni dari 3,8 persen menjadi 4,9 persen. Imigrasi besar-besaran dan menetap untuk bekerja atau bersekolah menjadi alasan terjadinya kenaikan umat Muslim di Eropa. Antara pertengahan 2010 dan 2016, Eropa dilaporkan menerima sekitar 2,5 juta Muslim.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineIslam di PrancisMasjid Prancismasuk islamMuslim Prancis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemilihan Wali Kota di Turki, Oposisi Klaim Kalahkan AKP
Tulisan selanjutnya Efek Gadget, Banyak Kaum Muda Alami Presbiopia Dini sebelum Tua

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?