Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Makan Daging Kambing, Siapa Takut!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Desember 2020 10:15 10:15 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Desember 2020 10:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | DAGING kambing adalah salah makanan yang banyak digemari orang. Rasulullah mengatakan  hewan kambing dinilai banyak kebaikan dan ada keberkahan.

Rasulullah ﷺ bersabda,

اتخذوا الغنم فإن فيها بركة

“Peliharalah (manfaatkan) oleh kalian kambing kerana di dalamnya terdapat barakah.” [HR Ahmad]

Nabi Muhammad ﷺ juga bersabda;

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

ما بعث اللهُ نبيًّا إلا رعى الغنمَ . فقال أصحابُه : وأنت ؟ فقال : نعم ، كنتُ أرعاها على قراريطَ لأهلِ مكةَ

“Tidaklah seorang Nabi diutus melainkan ia menggembala kambing. Para sahabat bertanya, apakah engkau juga?”. Beliau menjawab, “iya, dahulu aku menggembala kambing penduduk Makkah dengan upah beberapa qirath.” (HR. Al Bukhari, no. 2262).

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu’anhu (RA) berkata, “Makanlah daging, karena daging dapat membersihkan warna kulit, mengecilkan perut, dan memperindah tubuh.”  Selain berhaji, syariat Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam (AS) yang tetap dihidupkan umat Islam adalah berkurban saat Idul Adha. Kisahnya terdapat pada surat ash-Shaffat [37] ayat 107.

وَفَدَيْنَٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS: Ash-Shaffat: 107)

Makanan Penduduk Surga

Daging adalah makanan istimewa, karena ia makanan penduduk Surga. Hal ini telah difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) sebagai berikut;

وَأَمْدَدْنَٰهُم بِفَٰكِهَةٍ وَلَحْمٍ مِّمَّا يَشْتَهُونَ

“Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.” (Ath-Thur [52]: 22).

Baca: Ada Berkah pada Daging Kambing

Sementara dalam hadits sahih al-Bukhari dan Muslim diriwayatkan,  Rasulullah ﷺ pernah dihidangi daging. Lalu bagian lengan daging itu diberikan kepada beliau. Beliau ternyata amat menyukainya.

Abu Hurairah r.a. berkata: “Suatu ketika dihidangkan ke hadapan Rasulullah ﷺ semangkuk bubur dan daging. Maka beliau mengambil bahagian lengan (dari daging tersebut), dan bahagian itulah yang paling disenangi oleh Nabi Muhammad ﷺ.” (HR. Muslim)

Ibnu Qayyim pun dalam kitab Thibbun Nabawi menegaskan bahwa Nabi ﷺ menyukai daging. Daging yang paling disukai beliau bagian lengan dan punggung. Jika Rasulullah ﷺ suka menyantap kambing kenapa umatnya justru antipati?

Kenyataannya, secara umum daging memang memiliki banyak manfaat, sebagaimana apa yang dikatakan oleh Ali bin Abi Thalib RA, “Makanlah daging, karena daging dapat membersihkan warna kulit, mengecilkan perut, dan memperindah tubuh.”

Manfaat dan efek negatif spesifik setiap jenis daging memang berbeda-beda, sebagaimana diuraikan Ibnu Qayyim. Daging domba adalah panas tingkat kedua dan lembab tingkat pertama. Artinya, menurut klasifikasi daging ini kaya nutrisi. Jenis daging domba terbaik saat berumur satu tahun. Menurut istilah di Inggris atau Kanada, daging ini disebut lamb dan hogget (di atas satu tahun).

Ibnu Qayyim menjelaskan, daging domba muda  bisa menghasilkan darah yang baik jika dicerna dengan baik. Daging jenis tersebut cocok untuk orang yang memiliki temperamen panas atau dingin dan beraktivitas olah raga berat di daerah dingin. Selain itu, bermanfaat untuk orang yang bermasalah dengan empedu hitam, ditambah menguatkan akal dan daya ingat. Namun, daging domba tua, yang kurus tidaklah bagus.

Daging domba yang terbaik berwarna gelap dari hewan jantan. Lebih ringan, lebih gurih, dan lebih bermanfaat. Juga gaging domba yang dikebiri lebih baik dan lebih bermanfaat.

Maka tak salah, Islam membolehkan kurban dengan hewan yang dikebiri karena ia tak termasuk dari 4 cacat yang membatalkan keabsahan kurban. Dari A’isyah dan Abu Hurairah RA, “Bahwa suatu ketika Nabi ﷺ ingin berkurban, kemudian membeli dua ekor domba yang besar, gemuk, bertanduk, berwarna putih bercampur hitam, dan dikebiri. Kemudian ia menyembelihnya.” (Riwayat Ibnu Majah).

Baca: Manfaat Daging Kambing untuk Kesehatan Tubuh Pria dan Wanita

Menurut Ibnu Qayyim, daging merah dari domba gemuk lebih ringan dan lebih bernutrisi, sementara dada kambing kurang nutrisinya dan mengapung di lambung. Hanya saja orang yang bermasalah dengan penyakit kolik (penyumbatan saluran cerna), akan kena efek negatif tetapi itu bisa dinetralisir dengan manisnya gula. Sementara bagi orang yang menderita mual, sebaiknya memasak daging domba dengan kuah yang asam.

Ibnu Muflih berpendapat, mengonsumsi daging sapi terus-menerus bagi yang belum terbiasa bisa menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan empedu hitam seperti kudis, panu, kusta, lepra, penyakit gajah, kanker, was-was, demam quartan, dan berbagai macam inflamasi. Efek buruk daging sapi tersebut bisa dinetralisir oleh bawang putih, kayu manis, lada dan jahe (sebagai bumbu), sebagaimana disebutkan dalam kitab Adab Asy-Syariyyah.

Daging dan Solusi Darah Tinggi

Ibnu Qayyim mengatakan, “Ketiga jenis makanan itu­ (daging, madu dan manisan) adalah jenis makanan terbaik dan paling bermanfaat untuk tubuh, hati dan anggota tubuh. Menyantap makanan seperti itu amatlah bermanfaat dalam menjaga kesehatan dan stamina. Tidak berbahaya, kecuali bagi penderita penyakit tertentu.”

Dalam Thibbun Nabawi, darah tinggi dibagi menjadi dua jenis. Pertama, darah tinggi karena kelebihan temperamen dingin dan kering, dan kedua karena kelebihan temperamen panas dan lembab. (Traditional Roots of Medicine: h. 148-149).

Maka solusi darah tinggi jenis pertama mengurangi garam dan perbanyak sayur serta buah. Minum air hangat setiap hari, berpuasa setidaknya 2-5 hari setiap bulan. Hindari produk yang terbuat dari susu dan sapi, gorengan, kopi, rokok dan alkohol. Konsumsi daging domba sekadarnya dan rutin berbekam atau fashdu pada pembuluh vena basilica maupun vena mediana.

Sedang untuk jenis kedua serupa dengan yang pertama, ditambah upaya mengurangi berat badan, cukup tidur dan menjaga kesehatan saat cuaca panas dan kelembaban tinggi.  Ibnu Qayyim berpendapat, daging terbaik adalah yang terjauh dari tulang, bagian kanan lebih lunak dan lebih baik kualitasnya untuk lambung.

Daging leher juga lezat dan baik. Daging lengan lebih ringan dan lezat, lebih lembut dan  terbebas dari kotoran, di samping juga paling cepat dicerna. Daging punggung amatlah bergizi, bisa menambah darah bersih.

Sementara Adz-Dzhahabi dalam Thibbun Nabawi menguraikan,  limpa dagingnya jelek dan mengakibatkan sakit empedu. Sedangkan hati yang paling bagus dimakan dengan cuka dan kazbarah (ketumbar), lalu disantap dalam kondisi dingin bersama karaaya.

Al-Farzdaq berkata, “Ambillah daging bagian depan. Hindarilah kepala dan perut, karena keduanya adalah sarang penyakit.”

Namun demikian perlu dihindari makan daging berlebihan, karena Umar bin Khaththab  RA berkata, “Hindarilah daging, karena sesungguhnya daging itu mengandung zat yang ganas seperti ganasnya khamer.” (Imam Malik dalam Al-Muwaththa). Wallahu a’lam.*/Joko Rinanto, ahli farmasi tinggal di Bekasi, Jawa barat

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daging kambingkambingkolesterolthibbun nabawi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 15% Orang Malaysia Menderita Penyakit Ginjal Kronis
Tulisan selanjutnya Selidiki Kematian 6 Anggota FPI, Komnas HAM Mengaku Terima Tindakan Doxing dan Serangan Personal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Lentera Hidup

Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi

Lentera Hidup
30 Juni 2026 10:26
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026
MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Terbaru

  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
  • Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza
  • Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026
  • Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
  • Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
  • Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
  • Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
  • Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  • MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?