Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Din: Muhammadiyah Kembangkan Politik Adiluhung

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Maret 2010 20:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Berpolitik  terkadang menjadi dilematis. Itulah yang dirasakan Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam cukup besar di negeri ini. Dilematisasi ranah politik akan sangat dirasa dalam praktik dunia empirik. Salah satunya, karena Indonesia menggunakan sistem multipartai.

Terjun dalam ranah politik praktis mustahil. Sebaliknya, meninggalkan politik secara totalitas juga dirasakan berbahaya. Satu-satunya cara yakni, politik adilihung. Itulah yang tepat bagi Muhammadiyah. Keharusan berpolitik, meski tidak harus terjun ke ranah politik praktis.

Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin saat menjadi keynote speaker dalam seminar nasional “Membangun Konstruksi Ideal Relasi Muhammadiyah dengan Politik,” di gedung PWM Jatim Selasa, (16/3) siang.

Diakui Din, Muhammadiyah tidak mungkin allout meninggalkan politik. Sebab, Islam sendiri bersifat universal (syumuliyah), mencakup segala aspek; ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya. Kendati demikian, ada sejumlah kendala jika politik ditarik ke ranah nyata.

“Bisa karena dinamika politik nasional, dan konstelasi politik yang multipartai,” ujarnya di hadapan peserta seminar. Namun, lanjutnya, sepanjang sejarah berdirinya Muhammadiyah hingga sekarang, tidak lepas dari dunia politik.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Lebih jelas dia mencontohkan, ketika masa kepemimpinan Syafii Ma’arif, Muhammadiyah begitu determinan dalam hiruk pikuk gerakan menurunkan Gus Dur.

Sedang, dalam masa kepemimpinannya, Din mengaku sangat kritis terhadap kepemimpinan Presiden SBY. “Kalau saya masih sedikit melawan SBY, belum banyak,” jelasnya yang disambut tawa peserta.

Hal itu dilakukan jika SBY memang salah. Jika SBY benar, tetap akan didukung.

Karena itu dia mengatakan, sikap politik Muhammadiyah sesuai dengan khittah yang telah ditetapkan di Makassar. Muhammadiyah tidak memiliki hubungan secara organisasi politik, struktural, dan afiliasi dengan partai politik apapun. “Muhammadiyah hanya akan mengambil peran politik non-partai. Dan, bisa netral, baik netral aktif maupun pasif,” ujarnya.

Din juga mengatakan, setelah Tanwir di Makassar tahun 2001, Muhammadiyah concern dalam politik kebangsaan amar ma’ruf nahi mungkar. Karena itu, Muhammadiyah akan selalu mengkritik pemerintah jika salah. Sebaliknya, jika benar, maka Muhammadiyah akan berada di depan mendukungnya. [ans/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muhammadiyahold migratepolitik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Alat Gendong Bayi yang Bisa Sebabkan Kematian
Tulisan selanjutnya Demokrasi, Memungkinkan Bintang Porno Terjun Politik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi

Berita
12 Juli 2026 17:17
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?