Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Berhenti Merokok Bisa Mengurangi Stres

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Juni 2010 14:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perokok sering mengatakan bahwa mereka memerlukan rokok untuk menurunkan ketegangan. Namun sebuah studi di Inggris menemukan bahwa tingkat stres kronis bisa diturunkan setelah seseorang menghentikan kebiasaan merokoknya.

Sebuah studi meneliti 469 perokok yang berusaha untuk berhenti, setelah dirawat di rumah sakit karena serangan jantung. Hasilnya menunjukkan, setelah menjauhi rokok selama 1 tahun, tingkat stres mereka dilaporkan menurun. Sementara bagi para pasien penyakit jantung yang merokok kembali, tingkat stres tidak menurun.

“Perokok sering melihat rokok sebagai alat untuk mengatur stres dan mantan perokok kadang kembali merokok karena mereka yakin hal itu akan membantunya mengatasi masalah yang menimbulkan stres dalam hidupnya,” kata Peter Hajek, salah seorang peneliti kepada Reuters.

Orang yang tidak merokok, dilaporkan memiliki tingkat stres yang lebih rendah.

Perbedaan di antara kedua kelompok itu belum diketahui, tapi bisa jadi hal tersebut menunjukkan bahwa orang yang rentan stres kecenderungannya akan menjadi perokok.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Di sisi lain, merokok sendiri bisa menyebabkan stres yang berkepanjangan, meskipun orang merasa rokok bisa menghilangkan stres mereka untuk sementara waktu.

Penelitian Hajek dan kawan-kawannya menemukan, sebagian besar para perokok (85% dari 469 orang) pada awal studi menyatakan, rokok membantu mereka dalam menghadapi stres. Separuhnya menyatakan, kebiasaan merokok bahkan sangat membantu mengatasi stres.

Namun satu tahun kemudian, ketika partisipan disurvei kembali, sebanyak 41% tidak merokok kembali.

Rata-rata mereka yang berhenti merokok menunjukan tingkat stresnya menurun hingga 20 persen. Sementara pasien yang kembali merokok menunjukkan sedikit perubahan persepsi atas stresnya.

Menurut para peneliti, temuan mereka mendukung pandangan yang menyatakan bahwa ketergantungan kepada rokok itu sendiri merupakan sumber stres yang kronis.

“Ketika seorang pecandu rokok tidak bisa merokok, semakin lama masanya tanpa rokok, mereka cenderung semakin tidak tenang, jengkel, dan tidak nyaman,” kata Hajek.

“Sebatang rokok (kemudian) meredakan perasaan tegang tersebut, dan mungkin ini alasan utama perokok mengira bahwa rokok bisa meredakan stres.”

Seorang perokok yang biasa merokok 20 batang sehari, pada dasarnya melewati keadaan stres 20 kali, yaitu ketika kadar nikotin dalam tubuh mereka menurun. Sekali orang tersebut berhenti, dan bisa mengatasi hari pertama berhenti, maka waktu stresnya akan berkurang 20 kali dalam sehari.

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa berhenti merokok tidak hanya membawa kebaikan pada kesehatan fisik, tapi juga mental seseorang.

Penelitian dilakukan oleh para ilmuan dari Barts dan London School of Medicine and Dentistry. Laporannya dipublikasikan di jurnal Addiction. [di/rtr/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dilarang, Pesta Babi-Khamr Pindah ke Champs-Elysees
Tulisan selanjutnya KUIB Akan Hadapi Kristenisasi Lewat Jalur Hukum

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Kajian

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution

Kajian
30 Juni 2026 22:36
Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat
Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Terbaru

  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
  • Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
  • Dua Anggota Garda Revolusi Iran Ditembak Mati dekat Kurdistan
  • Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
  • Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
  • Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
  • Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
  • MTQ Nasional 2026 di Semarang Siap Jadi Panggung Syiar Islam dan Budaya Nusantara
  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?