Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Hati-hati Konsumsi “Junk Food”, IQ Bisa Rendah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Februari 2011 21:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Bayi yang diberi banyak makanan olahan mungkin akan memiliki IQ yang lebih rendah dalam hidup mereka di masa berikutnya, demikian diungkapkan suatu studi di Inggris.

Kesimpulan tersebut, yang disiarkan awal pekan ini  berasal dari penyelidikan jangka panjang kepada 14.000 orang yang dilahirkan di Inggris barat pada 1991 dan 1992. Kesehatan dan kebugaran mereka dipantau pada usia tiga, empat, tujuh dan delapan-setengah tahun.

Orang tua dari anak-anak tersebut diminta mengisi daftar pertanyaan, antara lain rincian jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi anak-anak mereka.

Hasilnya dibagi dalam tiga pola makanan, yaitu  yang memiliki kandungan tinggi gula dan lemak olahan; makanan “tradisional” yang banyak mengandung daging dan sayuran; dan yang terakhir adalah makanan “sadar-kesehatan” dengan banyak selada, buah dan sayuran, pasta dan beras.

Ketika anak-anak itu berusia delapan-setengah tahun, IQ mereka diukur dengan menggunakan alat standard yang disebut Wechsler Intelligence Scale.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Data dari  4.000 anak  menyimpulkan ada perbedaan mencolok dalam IQ pada mereka yang  mengkonsumsi makanan “olahan” dibandingkan dengan anak-anak yang mengkonsumsi makanan “sadar-kesehatan”.

Sebanyak 20 persen anak yang banyak  mengkonsumsi  makanan olahan memiliki IQ rata-rata 101 poin, sementara 20 persen anak yang mengkonsumsi makanan “yang sadar-kesehatan” memiliki IQ 106 poin.

“Perbedaannya memang kecil, sih, itu bukan perbedaan yang besar,” kata seorang penulis studi tersebut, Pauline Emmett dari School of Social and Community Medicine di University of Bristol, seperti dilaporkan kantor berita Prancis, AFP.

“Tapi, hal itu jelas membuat mereka kurang mampu dalam menghadapi pendidikan, kurang mampu untuk menghadapi sebagian kondisi dalam kehidupan,” kata Pauline Emmet.

Hubungan antara IQ dan gizi  masih diperdebatkan dengan sengit, sebab hal itu dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk latar-belakang ekonomi dan sosial.

Satu keluarga dari kelas menengah, misalnya, barangkali lebih tertarik (atau lebih mampu secara finansial) memberikan makanan sehat atau memiliki dorongan lebih kuat untuk merangsang nafsu makan anak mereka, dibandingkan dengan rumah tangga yang lebih miskin.

Emmet mengatakan, timnya memberi perhatian khusus guna menyaring kondisi yang membingungkan semacam itu.

“Kami telah memantau pendidikan ibu, buat kelas sosial, usia ibu, apakah mereka hidup di perumahan umum, peristiwa selama kehidupan, adanya gangguan, lingkungan tempat tinggal, kegemaran membaca buku dan menggunakan televisi serta lain-lain,” kata Emmet.

Ukuran studi itu juga juga tak pernah ada sebelumnya. “Itu adalah contoh yang sangat besar, itu jauh lebih besar daripada apapun yang telah dilakukan orang lain,” kata Emmet dalam wawancara dengan AFP.

Emmet mengatakan kegiatan lebih lanjut diperlukan untuk melihat apakah dampak nyata pada IQ itu terus berlangsung saat anak-anak tersebut bertambah usianya.

Ketika ditanya mengapa “junk food” memiliki dampak semacam itu, ia menyatakan makanan yang diolah secara berlebih dapat kekurangan unsur dan vitamin penting bagi perkembangan otak besar pada tahap penting masa awal kanak-kanak.

“Makanan `junk food` tidak bagus buat perkembangan otak,” katanya.

Studi itu disiarkan di Journal of Epidemiology and Community Health, yang disiarkan oleh British Medical Association (BMA).

“Junk food” juga berbahaya bagi orang dewasa. “Junk food” berbahaya sebab makanan semacam itu memiliki risiko yang merugikan kesehatan karena kandungan tertentu di dalamnya, seperti kandungan lemak yang tinggi dan  bahan pengawet.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jaga Kondusivitas, FSOI Deklarasi Damai
Tulisan selanjutnya Wakil Presiden Mesir Minta Unjuk Rasa Segera Berakhir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Israel Turki gas
Berita

QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031

Berita
12 September 2026 16:26
Qatar: Negara Teluk Jangan Hanya Andalkan Perlindungan AS
Zionis Terus Targetkan Anak, Serangan ‘Israel’ di Lebanon Tewaskan Hampir 800
Zionis Migrasikan Ribuan Yahudi ke ‘Israel’, Paling Banyak dari AS dan Rusia
Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun

Terbaru

  • Serangan Drone dari Iraq Merusak Pipa Minyak Arab Saudi, Melukai Sejumlah Orang
  • Turki akan Mengebor Minyak di Laut Hitam
  • Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
  • QatarEnergy Berupaya Garap LNG Amerika Serikat Sampai 2031
  • Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
  • Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
  • Promosi Adidas Gandeng IDF, MUI: Waspada Propaganda Zionis, Perkuat Boikot!
  • Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun
  • Warga Thailand Demo Kedutaan ‘Israel’, Protes Kelakuan Wisatawan Zionis

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?