Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

FBI matikan server, ribuan orang kehilangan akses internet

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Juli 2012 16:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Lebih dari 300.000 orang, sebagian besar di AS dan Inggris akan kehilangan akses internet, ketika FBI mematikan server yang selama ini digunakan untuk pencurian melalui internet, Senin (09/07/2012).

FBI menahan server tersebut pada November 2011 ketika melakukan penggrebekan terhadap kelompok kriminal yang menggunakan virus untuk menginfeksi lebih dari empat juta korban, demikian dikutip BBC.

Perbaikan ini akan menyebabkan sejumlah orang kehilangan akses internet karena komputer mereka menjadi korban DNS Changer.

Pakar masalah keamanan menyebutkan dibutuhkan waktu untuk memperbaiki masalah tersebut.

Korban yang melakukan pencarian situs melalui server itu akan melihat iklan yang ‘menggiring’ mereka untuk membayar ke kelompok tersebut.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Banyak mesin yang menjadi sasaran kejahatan geng tersebut.

Geng tersebut meraup lebih dari US$14 juta dengan membajak situs pencarian dan memaksa korban untuk melihat iklan mereka.

Membajak server

Geng pencuri mengatur pembajakan situs karena server para pengguna internat diambil alih sebuah kunci fungsi situs yang dikenal dengan domain name look-up.

Nama-nama domain merupakan kata-kata yang digunakan manusia, seperti bbc.co.uk untuk nama sebuah situs.

Nama-nama itu dikonversi menjadi nomor-nomor yang digunakan komputer dengan setelah terhubung dengan domain name servers (DNS).

Ketika seseorang mengetikan sebuah nama ke bagian alamat pencarian, seringkali komputer mereka akan terhubung ke sebuah server DNS untuk mencari dimana lokasi situs online itu.

Geng tersebut menginfeksi komputer dengan piranti lunak yang digunakan untuk kejahatan, DNS Change, karena itu mengubah domain dari nama ke nomor.

Sejak penggerebekan FBI, situs gang itu dikendalikan Perusahaan Californian ISC.

Selama beberapa bulan, FBI bekerja dengan banyak penyedia jasa internet dan perusahaan jasa keamanan untuk memperingatkan korban bahwa komputer mereka terinfeksi DNS Changer.

Perangkat online dapat digunakan untuk mengecek apakah sebuah komputer sudah terinfeksi atau tidak.

Sejumlah negara yang menjadi ‘pelabuhan’ untuk menyebaran infeksi itu sebagian besar berada di AS, tetapi jumlah yang terinfeksi di negara lain termasuk Italia, India, Inggris dan Jerman, masih diperiksa.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jambore Santri Meriahkan Bumi Perkemahan Kopeng
Tulisan selanjutnya Belajar Kaligrafi di Festival Aramco

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?