Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Twitter ungkap ‘Suasana Hati bangsa’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 September 2013 10:04 10:04 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 September 2013 10:04
Bagikan
500 juta orang di dunia menggunakan Twitter dan lebih dari 340 juta tweet dipublikasikan setiap hari.
Bagikan

Hidayatullah.com–Ilmuan Inggris mengembangkan program komputer yang mereka klaim bisa memetakan suasana hati bangsa melalui Twitter.

Program bernama Emotive itu bekerja dengan mengakses konten emosional yang dipublikasikan di Twitter.

Tim dari Universitas Loughborough itu mengatakan bisa memindai 2.000 tweet per detik dan mengklasifikasi mereka ke dalam delapan peringkat emosi manusia.

Mereka mengklaim Emotive dapat membantu meredakan ketegangan sipil dan mengidentifikasi ancaman keamanan publik lebih awal.

Lebih dari 500 juta orang di dunia menggunakan Twitter dan lebih dari 340 juta tweet dipublikasikan setiap hari.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Tim tersebut mengatakan sistem itu juga bisa mengekstrasi ekspresi langsung kemarahan, jijik, takut, kebahagiaan, kesedihan, keterkejutan, rasa malu dan bingung dari setiap tweet.

Akademisi mengatakan dengan menggunakan piranti lunak Emotive untuk mengevaluasi suasana hati secara massal dapat membantu polisi memecahkan perilaku kriminal atau ancaman potensial terhadap keamanan publik.

Program ini juga bisa mengarahkan kebijakan nasional untuk mencari jalan terbaik merespon insiden-insiden besar, tambah mereka.

Profesor Tom Jackson yang memimpin tim riset, mengatakan publikasi melalui media sosial memberikan catatan waktu akurat mengenai bagaimana dan apa yang dirasakan orang.

“Menyusul pembunuhan prajurit lee Rigby di Woowich ada kesedihan dan rasa muak yang mengalir di Twitter,” kata dia.

“Di seluruh penjuru negeri orang mengekspresikan emosi mereka terhadap serangan tanpa provokasi ini, dan beberapa diantaranya menggunakan insiden ini untuk memicu kebencian rasial terhadap Muslim.

“Dua hari sesudah pembunuhannya keluarganya meminta masyarakat agar tenang, dan menegaskan anak mereka tidak ingin namanya digunakan untuk menyerang orang lain.

“Permintaan ini memiliki efek yang hampir langsung, dan memicu sentimen positif.”

Profesor Jackson menambahkan, “Twitter adalah platform yang sangat efektif dan pengguna bisa mengekspresikan bagaimana perasaan mereka terhadap peristiwa tertentu, baik aksi kriminal, kebijakan pemerintah atau bahkan perubahan cuaca.

“Melalui program komputer buatan kami, kami bisa memetakan ekspresi perasaan ini secara akurat berdasarkan wilayah geografi dan melacak perkembangannya.”

Dr Ann O’Brien bagian dari tim yang menciptakan studi emosi untuk program ini mengatakan Emotive bisa memetakan kekuatan perasaan yang dirasakan baik melalui bahasa sehari-hari mau pun slang.

“Kita bisa melihat bagaiman reaksi atas setiap insiden tumbuh dan pudar,” kata dia.

Sistem ini digunakan untuk menganalisa tweet di Inggris tapi para ilmuan mengatakan Emotive bisa dengan mudah digunakan untuk memantau tweet secara global.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rizieq: Bagian NKRI, Pulau Bali Jangan Jadi “Pulau Maksiat”
Tulisan selanjutnya Akademisi : “Miss World” tak Untungkan Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?