Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Badai dengan Nama Wanita di AS Paling Banyak Timbulkan Korban

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 5 Juni 2014 10:16 10:16 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 5 Juni 2014 10:16
Bagikan
Badai Sandy di AS yang menimbulkan banyak kerusakan.
Bagikan

BADAI dengan nama wanita cenderung menyebabkan lebih banyak kematian daripada badai dengan nama pria, kata satu penelitian di AS.

Para peneliti mengatakan, saat terjadi badai dengan nama feminin, cenderung dipandang remeh. Masyarakat mungkin melakukan lebih sedikit tindakan perlindungan, yang mengakibatkan justru menimbulkan masalah besar untuk mereka.

“Masalahnya, nama badai tidak ada hubungan dengan dahsyatnya. Penetapan nama itu hanya berdasarkan penetapan yang berganti-ganti antara nama pria dan wanita,” kata pemimpin peneliti Kiju Jung, kandidat doktor pemasaran dari University of Illinois.

“Orang-orang di wilayah badai, kemudian menilai risiko berdasarkan nama badai, ini bisa berpotensi sangat berbahaya,” kata Jung, dilansir  The Malaysian Times (3/6/2014).

Jung dan rekan meneliti semua badai dahsyat yang terjadi di AS dari 1950 sampai 2012, termasuk Badai Katrina (2005 dan Badai Audrey (1957) yang menimbulkan banyak korban.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Mereka menemukan, badai yang menimbulkan kerusakan dengan nama wanita lebih banyak menimbulkan korban tewas.

Studi tersebut menyebutkan, jika mengubah nama badai dari “Charley” (pria) ke “Eloise” (wanita), diperkirakan bisa menimbulkan korban tiga kali lipat lebih banyak.

“Dalam menilai intensitas badai, orang tampaknya menerapkan keyakinan tentang bagaimana pria dan wanita berperilaku,” kata Sharon Shavitt, profesor pemasaran di Illinois dan pendamping penelitian ini.

“Penyebutan nama badai, khususnya nama yang sangat feminin seperti Belle atau Cindy, bahkan disangka lebih lembut dan kurang menimbulkan kerusakan,” katanya.

Dalam tindak lanjut penelitian, para peneliti juga meneliti bagaimana masyarakat menilainya terhadap nama-nama badai yang dikaitkan dengan nama gender.

Mereka menemukan, orang yang berada di jalur badai “Alexandra” (atau “Christina dan “Victoria”) menilainya sebagai kurang berisiko dibandingkan dengan mereka yang berada di jalur badai “Alexander” (atau “Christopher” dan “Victor”).

“Ini penemuan sangat penting. Bukti positif,  faktor-faktor budaya mengarahkan kepada tindakan kita,” kata Hazel Rose Markus, profesor dalam ilmu perilaku di Stanford University yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Badai menimbulkan korban lebih dari 200 orang di AS setiap tahun dan badai yang parah bisa menyebabkan korban mencapai ribuan.

Badai-badai di AS sebelumnya selalu diberi nama  wanita, tetapi sejak tahun 1970-an diberi selang-seling nama wanita dan pria terkait dengan kesadaran seksisme pada masyarakat AS.

Penelitian tersebut menemukan adanya konsekuensi yang disayangkan dan tidak diinginkan atas penamaan gender badai yang dilakukan para pembuat kebijakan, ahli meteorologi, pemberitaan media, dan masyarakat umum, mengenai informasi badai dan kesiapsiagaan.

Para peneliti mengatakan, penelitian ini merupakan yang pertama, yang menunjukkan stereotip gender dapat memiliki konsekuensi mematikan, yang biasanya dalam kehidupan sehari-hari dalam mengambil keputusan dan penilaian bisa bermaksud baik.

Studi ini diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences di AS.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menjelang Ramadhan PRT di Saudi Banyak yang Kabur
Tulisan selanjutnya Amerika Tutup Pangkalan Udaranya di Manas Kyrgyzstan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Berita
31 Agustus 2026 17:47
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?