Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

PENS Buat Nano Satelit Rp 20 M

Ahmad
Terakhir diupdate: 26 Januari 2011 11:16 11:16 am
Ahmad
Dipublikasikan 26 Januari 2011 11:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah satelit berbobot sepuluh kilogram siap diluncurkan 2013 nanti. PENS ITS sebagai penggagas penggarapan satelit bersama lima perguruan tinggi negeri lain mengungkapkan perkembangan satelit yang sudah digarap sejak 2009 lalu. Tak tanggung-tanggung, proyek ini bernilai Rp 20 M.

Ketua Tim proyek satelit PENS, Dr Ir Endra Pitowarno MEng menunjukkan nano satellite yang sudah dalam bentuk mock up. Dengan bentuk yang cukup mungil, satelit tersebut siap diluncurkan paling cepat 2013 nanti.

“Ya, seperti ini yang nanti diluncurkan ke luar angkasa,” katanya. Menurut Endra, proyek satelit inimerupakan proyek nasional gagasan PENS yang digarap bersama lima universitas di Indonesia. Diantaranya adalah UI, ITB, UGM, ITS dan
juga PENS, serta ditambah dengan LAPAN sebagai pihak ahli.

Dosen yang akrab disapa Epit ini menjelaskan bahwa proyek satelit tersebut merupakan proyek jangka panjang. Penggarapannya pun dilakukan secara bertahap. Sepanjang tahun ini penggarapan setelit ini dilakukan agar satelit dapat berfungsi sebagai emergency communication. Di mana jika pada saat komunikasi terputus karena ada bencana alam misalnya, komunikasi bisa tetap berjalan dengan menggunakan satelit ini.

“Sedang untuk tahun depannya akan dikembangkan surveylance payload,” lanjut Epit. Program tersebut yaitu pemasanagan kamera resolusi tinggi pada satelit agar bisa melakukan pengindraan jarak jauh sampai ke dalam permukaan bumi.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Masing-masing perguruan tinggi mempunyai tugas tersendiri dalam menyelesaikan nano satellite ini secara utuh. Universitas Indonesia misalnya, bertugas menyelesaikan communication payload. UGM bertugas menggarap On Board Data Hand Link (OBDH). Sedang ITS yang dalam hal ini jurusan Teknik Elektro bertugas menggarap ground station atau stasiun satelit di permukaan bumi.

“PENS kebagian Attitude Determination on Control Satelite (ADCS),” terang dosen yang sudah mengabdi sejak 24 tahun silam ini.

Lebih lanjut, satelit ini nantinya akan diluncurkan 67O kilometer mdpl. Satelit tersebut juga akan mengorbit bertolak belakang dengan arah rotasi bumi. Jika bumi berotasi dari barat ke timur, maka satelit ini akan mengorbit dari utara ke selatan.

“Hal ini untuk menghindari satellite selalu mendapatkan sinar matahari sebagai sumber energinya,” terang Epit.

Hal ini berarti ada saat-saat ketika satelite berada tepat diatas wilayah Indonesia, dan begitu pula sebaliknya. Itulah tugas PENS sebagai penanggung jawab pengerjaan ADCS. “Tugas PENS membuat system control untuk mengatur sikap setelite ketika berada tepat di atas wilayah negara kita,” ujarnya.

Jika satelit berada di luar wilayah Indonesia, satelit ini dibiarkan
saja mengorbit, yang ini merupakan salah satu upaya penghematan
energi. Maklum, satelit mungil dengan bobot sepuluh kilogram ini hanya
menampung daya sekitaran 25 watt saja.

Epit menaksir biaya pembuatan sekaligus peluncuran satelit ini
membutuhkan dana sekitar Rp 20 M. Namun nilai tersebut sebanding
dengan fungsi yang nantinya bisa diberikan oleh satelit yang bisa
beroperasi hingga dua tahun ini. “Selain untuk komunikasi, juga bisa
sebagai sarana pertahanan juga. Satelit ini sekaligus cikal bakal
penguasaan teknologi dirgantara,” kata dosen yang akrab dengan bidang
robotika ini.

Sebagai rencana default, satelit berukuran nano ini akan diluncurkan
lewat roket India atau China. Karena ukurannya yang kecil, satelit ini
cukup diluncurkan dengan piggy back pada roket. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Qaradhawi: ”Jangan Dengar Dukhala’ Ilmi!”
Tulisan selanjutnya BMH-Telkomcis Launching “Kampung Berkah Mandiri”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?