Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Hidup dalam Lingkungan Ramah Kurangi Mendapat Serangan Jantung

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 19 Agustus 2014 13:59 1:59 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 19 Agustus 2014 13:59
Bagikan
Bagikan

HIDUP bersama tetangga yang ramah dan ikatan komunitas yang kuat, dapat mengurangi kemungkinan mendapat serangan jantung, kata satu penelitian baru.

Mereka yang memiliki skor tertinggi kenyamanan bertetangga, bisa mengurangi risiko serangan jantung hingga 70 persen, kata para peneliti.

Para peneliti selama empat tahun sejak 2006 melacak kesehatan lebih dari 5.000 orang dewasa Amerika yang berusia 51-105 tahun dan tidak memiliki masalah jantung.

Penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal Epidemiology and Community Health, pada awalnya menanyai warga berusia rata-rata 70 tahun, untuk menggambarkan lingkungan mereka.

Warga ditanya, seberapa besar mereka merasa sebagai bagian dari masyarakat? Apakah ada banyak orang membantu mereka jika mereka menghadapi kesulitan? Seberapa banyak mereka mempercayai orang-orang yang di daerahnya, dan seberapa ramah tetangga mereka?

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Dari 5.276 orang yang diteliti, 148 mengalami serangan jantung selama periode empat tahun.

Setelah memperhitungkan faktor lain, seperti usia, ras, jenis kelamin, dan pendapatan, para peneliti menemukan, orang cenderung memiliki penurunan risiko serangan jantung terhadap respon positif atas pertanyaan-pertanyaan yang terkait “kohesi sosial kehidupan bertetangga”.

Para peneliti menemukan, seperti dimuat di The Telegraph, Senin (18/8/2014), setiap kenaikan skor pada lingkungan yang dirasakan terdapat kohesi sosial, mengurangi risiko serangan jantung dengan faktor 17 persen.

Hal ini tetap terjadi bahkan dengan mempertimbangkan faktor-faktor sosio-demografis, perilaku, biologi, dan psikososial yang relevan, serta dukungan sosial individu.

Para peneliti dari University of Michigan merencanakan akan melakukan penelitian lebih lanjut untuk persoalan ini. Mereka mengatakan, penelitian ini merupakan tindak lanjut dari penelitian sebelumnya yang mengaitkan dukungan sosial lebih baik untuk meningkatkan kesehatan jantung dan risiko lebih rendah dari stroke.

Sementara ini mereka masih belum memberi kesimpulan definitif sebab dan akibat atas penelitian tersebut. Tapi mereka mengatakan, dukungan atas jaringan sosial yang kuat dari teman-teman dan keluarga, terkait dengan kesehatan yang lebih baik, sehingga dukungan yang berasal dari lingkungan yang aman dan ramah, juga bisa ikut membantu menciptakan kesehatan yang lebih baik pula.

“Lingkungan yang dirasakan memberi dukungan sosial –persepsi seseorang tentang akses ke dukungan sosial– dapat menciptakan kesehatan jantung yang lebih baik,” tulis mereka.

“Lingkungan dengan kohesi sosial bisa berupa dukungan sosial dalam kehidupan bertetangga di luar bidang keluarga dan teman-teman.”

Penelitian tersebut disambut baik oleh badan amal jantung.

Julie Ward, senior pada pelayanan jantung di British Heart Foundation, mengatakan: “Jadi bukan saja diet dan olahraga yang dapat mempengaruhi kesehatan jantung kita, bahkan lingkungan fisik dan masyarakat tempat kita berada dapat memainkan bagian penting.

“Kita tahu, misalnya, hidup di perumahan yang buruk, di lingkungan yang ruang terbuka hijaunya telah dirampas, dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan kita.

“Studi ini telah berjalan selangkah,  bahwa hidup dalam komunitas dengan tetangga yang baik, yang memperhatikan dan mendukung Anda, bisa memiliki efek positif mengurangi risiko serangan jantung.

“Namun, ada beberapa kekurangan terhadap penelitian ini, yakni diperlukan memasukkan lebih besar dan lebih beragam terhadap populasi etnis minoritas.”*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anshar Al-Syariah dan Al-Ikhwan Libya Berselisih Soal Dewan Lokal
Tulisan selanjutnya Iraq Mengklaim Berhasil Merebut Bendungan Mosul dari ISIS/ISIL

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?