Hidayatullah.com–Generasi Y di Australia dikategorikan sebagai generasi paling tidak bahagia di dunia, demikian menurut laporan penelitian global yang dirilis Deloitte pada Rabu, dikutip kantor berita China Xinhua hari Rabu.
Penelitian ini juga menemukan kekhawatiran tentang masa depan turut meningkat dalam kalangan Generasi Y di seluruh dunia namun tetap optimis mereka berupaya untuk melakukan perubahan.
Sebanyak 7.900 Generasi Y dari 30 negara terlibat dengan penelitian itu, 300 tinjauan dilakukan di Australia.
Di Australia ditemukan generasi itu tidak senang berhubungan dengan karir mereka dan terlihat cendurung untuk bertukar pekerjaan dalam waktu dua tahun.
Jika dibandingan dengan teman sebaya di tempat lain 58 persen darinya mengatakan hal sama dibandingkan putara dunia adalah 38 persen.
Mereka tergolong dalam generasi Y di Australia adalah yang lahir antara tahun 1982 sampai 1999. Mereka adalah kelompok anak muda yang juga disebut generasi milenium usianya di bawah 37 tahun.
Kebanyakan mereka berpandangan negatif dan hanya delapan persen saja percaya yang keluarga mereka memiliki posisi keuangan teguh dan empat persen lagi percaya dapat menikmati kehidupan bahagia.
COO Deloitte David Hill mengatakan, kebanyakan pandangan negatif dari generasi itu karena ketidakmampuan untuk memasuki pasar properti yang mana rekan mereka terdahulu mampu lakukan sebelum ini.
Selain itu, kekhawatiran lain yang diutarakan Generasi Y adalah masalah terorisme mencakup 30 persen, pidana 27 persen dan perubahan iklim 26 persen.*