Hidayatullah.com–Sukses dengan pesawat drone tak berawaknya, kini Turki meluncurkan kendaraan laut tak berawak (AUSV) pertamanya pada Rabu. Kapal itu dikembangkan oleh Ares Shipyard bekerja sama dengan Meteksan Defense Industry Inc. yang berbasis di Ankara lapor Daily Sabah pada Rabu (29/10/2020).
Prototipe AUSV, produk pertama dari seri ULAQ, direncanakan akan selesai pada bulan Desember. AUSV akan memiliki jangkauan jelajah 400 kilometer (249 mil), kecepatan 65 kilometer per jam, kemampuan penglihatan siang dan malam dan infrastruktur komunikasi terenkripsi nasional.
Kendaraan tersebut dapat dilengkapi dengan berbagai jenis muatan, seperti peperangan elektronik, sistem pengacau dan komunikasi dan intelijen yang berbeda, serta sistem rudal untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional pasukan keamanan Turki. Selain kemampuannya untuk beroperasi bersama AUSV lain dengan desain yang identik atau berbeda, kendaraan laut itu dirancang untuk melakukan operasi gabungan dengan pesawat tak berawak dan berawak lainnya.
Kendaraan laut tak berawak yang dikendalikan dari jarak jauh itu akan dilengkapi dengan kemampuan yang superior dan canggih dengan kecerdasan buatan dan fitur otomatis.
Keunggulan strategis di laut
Manajer Umum Ares Shipyard Utku Alanç, berbicara selama konferensi pers, mengatakan mereka mulai membangun AUSV untuk melakukan tugas-tugas seperti pengintaian, pengawasan dan intelijen, peperangan permukaan, perang asimetris, pengawalan bersenjata dan perlindungan pasukan. Kendaraan laut tak berawak ini juga akan memberikan keunggulan strategis untuk tugas-tugas di laut di wilayah maritim di sekitar Turki, yang dijuluki “Tanah Air Biru”, termasuk Laut Aegea dan Mediterania Timur, tambahnya.
Alanç mencatat bahwa selain diluncurkan dan diperintahkan dari darat, AUSV juga dapat diluncurkan atau diperintahkan dari platform terapung, seperti kapal induk, fregat dan kapal pendarat. “Berkat fleksibilitas penggunaannya, itu akan membawa kemampuan tambahan yang sangat besar bagi negara kita di bidang operasi,” tambahnya.
Alanç mengatakan bahwa uji tembak AUSV pertama akan dilakukan pada kuartal pertama 2021 dengan sistem rudal nasional yang dikembangkan oleh perusahaan industri pertahanan Turki terkemuka Roketsan, yaitu rudal berpemandu laser yang dipasang dan anti rudal jarak jauh anti-tank UMTAS.
“Kami bangga membagikan kabar baik bahwa kendaraan laut tak berawak untuk pengumpulan intelijen, perburuan ranjau, peperangan pertahanan kapal selam, pemadam kebakaran, bantuan kemanusiaan, dan evakuasi akan siap untuk diproduksi setelah prototipe AUSV, yang merupakan fase pertama dari proyek yang kami mulai di lapangan,” tegas Ketua dari Ares Shipyard itu.
Berbicara pada konferensi pers, Manajer Umum Pertahanan Meteksan Selçuk Alparslan menyatakan bahwa mereka akan melengkapi platform yang dikembangkan oleh Ares Shipyard dengan muatan domestik dan nasional seperti komunikasi, radar, elektro-optik, peperangan elektronik dan sistem sonar.
Ia menegaskan, setelah memenuhi kebutuhan Angkatan Bersenjata Turki (TSK), kendaraan tersebut juga memiliki potensi ekspor yang cukup signifikan mengingat kebutuhan negara sahabat dan sekutu Turki. “ULAQ, yang merupakan platform domestik dan nasional sepenuhnya, akan menjadi sistem yang lebih unggul dari rekan-rekan globalnya dan akan berkontribusi pada pertahanan Tanah Air Biru,” tambahnya.*