Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Dalil dan Alasan Mengapa Harus Menghafalkan Al-Quran

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 Desember 2024 21:08 9:08 pm
Ahmad
Dipublikasikan 21 Desember 2024 22:10
Bagikan
Penghafal Al-Quran di Gaza
Bagikan

Dalil menghafal Al-Qur’an itu adalah fardhu kifayah bagi umat, kata Imam asy- Suyuti, jika tidak ada yang melakukan semua berdosa. Selain itu menghafal adalah Sunnah nabi kita

Daftar isi
  • Dalil pentingnya menghafal Al-Quran
  • Memberi penjelasan bagi para calon pengahafal Al-Quran
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Hidayatullah.com | SALAH satu keistimewaan Al-Quran adalah keotentikannya terjaga, tidak sebagaimana kitab agama lain. Salah satu sebab terjaganya hal tersebut adalah banyak kaum Muslimin yang menghafalkan Al-Quran di dalam dada-dada mereka.

Hal ini menyebabkan para penyeru kesesatan dan musuh-musuh Islam tidak mudah memanipulasi Al-Quran atau mengubahnya. Sebagaimana yang terjadi pada agama-agama terdahulu, seperti dikutip dalam Al-Quran:

فَبِمَا نَقۡضِهِمۡ مِّيۡثَاقَهُمۡ لَعَنّٰهُمۡ وَجَعَلۡنَا قُلُوۡبَهُمۡ قٰسِيَةً‌ ۚ يُحَرِّفُوۡنَ الۡـكَلِمَ عَنۡ مَّوَاضِعِهٖ‌ۙ وَنَسُوۡا حَظًّا مِّمَّا ذُكِّرُوۡا بِهٖۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلٰى خَآٮِٕنَةٍ مِّنۡهُمۡ اِلَّا قَلِيۡلًا مِّنۡهُمۡ‌ فَاعۡفُ عَنۡهُمۡ وَاصۡفَحۡ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الۡمُحۡسِنِيۡنَ

“(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka Kami melaknat mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka. Engkau (Muhammad) senantiasa akan melihat pengkhianatan dari mereka kecuali sekelompok kecil di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS: Al-Maidah: 13).

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an
Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution

Dalil pentingnya menghafal Al-Quran

بَلْ هُوَ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ فِى صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا ٱلظَّٰلِمُونَ

“Artinya: Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang dzalim.” (QS: Al-Akbabut: 49)

Maksud “dalam dada” bahwa ayat-ayat Al Quran terpelihara dalam dada dengan dihapal banyak kaum muslimin, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat mengubahnya.

Sebagaimana dijelaskan oleh banyak ulama, salah satunya oleh As-Suyuthi di dalam Al-Itqanfi Ulumul Qur’an, hukum menghafal seluruh ayat Al-Qur’an adalah fardhu kifayah atau kewajiban kolektif.

“Ketahuilah, sesungguhnya menghafal Al-Qur’an itu adalah fardhu kifayah bagi umat,” kata Imam asy Suyuti.

Pengertian fardhu kifayah sendiri adalah suatu kewajiban yang ditujukan kepada orang-orang yang telah mukallaf secara keseluruhan yang jika di antara mereka ada yang melaksanakannya maka gugurlah dosa yang lainnya, yakni yang tidak melaksanakan kewajiban tersebut.

Namun jika tidakada satupun yang melaksanakannya, maka berdosalah semuanya. Demikianlah menghafal Al-Qur’an.

la merupakan kewajiban yang jika ada sebagian orang menghafal seluruhnya, maka gugurlah dosa sebagian lain yang tidak menghafal seluruhnya. Namun jika tidak ada satupun yang menghafalnya, maka semuanya berdosa.

Kegiatan menghafal Al-Qur’an dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah Tahfizhul Qur’an atau Hifzhul Quran. Pelakunya disebut hafidz (laki-laki) dan hafidzah (perempuan), jamaknya disebut huffadz.

Seorang menyandang gelar al-hafidz harus hafal al-Qur’an seluruhnya. Maka apabila ada orang yang telah hafal kemudian lupa atau lupa sebagian atau keseluruhan karena lalai atau lengah tanpa alasan seperti ketuaan atau sakit, maka tidak dikatakan hafidz dan tidak berhak menyandang pedikat”penghafal al-Qur’an”. (Metode Efektif Menghafal al-Qur’an, Abdu al-Rabb Nawabudin). 

Ibnu ‘Abdl Barr mengatakan:

طلب العلمدرجات ورتب لاينبغي تعديها، ومنتعداها جملة فقدتعدى سبيل السلفرحمهم الله، فأولالعلم حفظ كتابالله عز وجلوتفهمه

“Menuntut ilmu itu ada tahapan dan tingkatan yang harus dilalui, barangsiapa yang melaluinya maka ia telah menempuh jalan salaf rahimahumullah. Dan ilmu yang paling pertama adalah menghafal kitabullah ‘azza wa jalla dan memahaminya” (dinukil dari Limaadza Nahfadzul Qur’an, Syaikh Shalih Al Munajjid).

Menghafal Al-Qur’an merupakan sunnah yang diikuti karena Rasulullah ﷺ telah menghafal Al-Qur’an, bahkan dalam setiap tahun Rasulullah selalu mengulang hafalan Al-Qur’an bersama malaikat jibril.

“Menghafal Al Quran adalah mustahab (sunnah)” (Fatawa Nurun ‘alad Darbi, 89906).

Memberi penjelasan bagi para calon pengahafal Al-Quran

Imam Nawawi dalam kitab “At-Tibyan Fi Adabi Hamalatil Qur’an” menjelaskan beberapa adab bagi para penghafal Al-Quran yang perlu diperhatikan. Secara garis besar, menurut Imam Nawawi, ada beberapa poin utama:

Ikhlas. Orang yang menghafal Al-Quran harus meniatkan dirinya ikhlas karena Allah. Tujuannya bukan karena ingin dipuji, mendapat nilai yang baik, mendapatkan penghasilan, dan alasan-alasan lainnya.

Niat adalah syarat yang paling penting dalam masalah hafalan Al-Quran. Sebab, apabila seseorang melakukan sebuah perbuatan tanpa dasar mencari keridaan Allah semata, maka amalannya hanya akan sia-sia belaka.

Menyucikan hati dan diri.Saat mendatangi guru ataupun majelis Al-Quran berpenampilan sempurna serta menjauhkan diri dari hal-hal tercela yang bertolak belakang dengan ajaran Al-Quran.

Sikap tersebut juga termasuk membersihkan diri dari segala penyakit hati seperti iri, dengki, hasad, sombong dan penyakit hati lainnya. Hati yang bersih menandakan bahwa diri tersebut siap menerima segala keberkahan ilmu dari para guru.

Bukan untuk tujuan dunia. “Hendaknya seseorang tidak memiliki tujuan dengan ilmu yang dimilikinya untuk mencapai kesenangan dunia berupa harta atau ketenaran. Kedudukan, keunggulan atas orang-orang lain, pujian dari orang banyak atau ingin mendapatkan perhatian orang banyak dan hal-hal seperti itu,” kata Imam Nawawi.

Saat ini sedikit sekali dijelaskan kepada para calon penghafal Al-Quran (hufadz), mengapa ayat-ayat Allah ini perlu dihafalkan?

Ujub dan riya’ merupakan bagian dari penyakit hati. Kedua penyakit hati ini mendapat perhatian yang serius dari para ulama khususnya ahli Al-Qur’an.

Sifat ujub dan riya’ adalah suatu hal yang dapat menghanyutkan ayat-ayat Al-Qur’an yang telah diteguhkan di jiwa. Kedua sifat ini seringkali ditanamkan setan tatkala seorang penghafal Al-Qur’an tampil di hadapan publik secara umum.

Oleh sebab itu penting bagi para peghafal Al-Qur’an untuk senantiasa menghindari kedua sifat ini, tanamkan dalam hati bahwa menghafal Al-Qur’an hanya karena Allah semata.

Karenanya, Buya Yahya Al-Bagja pernah mengkritik subuhnya sekolah tahfidz yang hanya sibuk menghafal Alquran tanpa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya sibuk menghafal tanpa mempelajari dan mengamalkan, hanya akan menghabiskan waktu dan usia.

Buya Yahya mengutip kata-kata Syaikh Sya’rawi yang menekankan bahwa pentingnya memahami dan mengamalkan Al-Quran bukan hanya sekadar menghafalnya. Yang lebih penting setelah menghafal adalah merenungkan, memahami, dan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalam Al-Quran.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:alasan menghafal Al-QuranDalil menghafal Al-Quranfardhu kifayahhafalan QuranhafidzHeadlinePilihan Redaksitahfidz
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua PP Muhammadiyah: Indonesia Tengah Hadapi Krisis Moral dan Etika
Tulisan selanjutnya Ribuan Warga Kuba Protes Sanksi Dagang Amerika Serikat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra

Berita
15 Agustus 2026 10:23
Lawan Polisi, Aktivis Akar Rumput Amerika Merusak Kamera Pengawas Flock Satu Per Satu
Iran Hadiahi Rp480 Juta Warganya yang Berhasil Tangkap atau Bunuh Tentara AS
Ratusan Pemukim ‘Israel’ Nodai Masjidil Aqsha, Lakukan Ritual Yahudi
Pejabat Senior Iran Sebut Isu Gaza Jadi Syarat Pembukaan Selat Hormuz

Terbaru

  • Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
  • Nasib Pengungsi Rohingya, Mau Pulang Harus Minta Izin Pemerintah Myanmar
  • Sebut Orang Palestina Bukan Manusia, Menteri ‘Israel’ Serukan Pembunuhan Massal
  • Takuti Warga ‘Israel’, Netanyahu Pajang Wajah Para Pemimpin Muslim di Baliho Pemilu
  • Raja Yordania akan Melawat ke China
  • Kantor Perdana Menteri Pemerintah Kurdistan Diserang Drone
  • HUT ke-81 RI, MUI: Mari Jaga Moral Bangsa dari Penyimpangan Seksual
  • Haedar Nashir: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Menjadi Agenda Utama
  • Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
  • Turki dan Saudi Perkuat Kerjasama Energi, Usai Sepakati Pakta Pertahanan Makkah

Mungkin Anda Juga Suka

Lentera Hidup

Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi

30 Juni 2026 10:26
Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Kajian

Khutbah Jumat: Tauhid, Fondasi Peradaban yang Tak Pernah Runtuh

24 Juni 2026 14:35
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?