Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Pasang Niat, Raih Manfaat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Mei 2011 12:19 12:19 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Mei 2011 12:19
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ali Akbar bin Agil

POKOK dan akar segala sesuatu adalah niat. Buah niat itu sendiri ialah amal perbuatan. Niat yang baik, berujung pada amal yang baik. Niat yang tidak benar berakhir pada amal yang tertolak, tidak diterima. Sekalipun amal tersebut mulia, akan jatuh nilainya karena memasang niat yang salah.

Sebagai tamsil, seseorang yang niat naik haji, “Kalau saya mampu, saya pingin naik haji” tapi ia memang tidak memiliki kemampuan dana yang cukup, dia tetap memperoleh pahala haji karena niatnya.

Tamsil berikutnya, seseorang yang naik haji dengan niat ingin memperoleh pujian dan penghargaan dari masyarakat maka amal baiknya ini tidak berarti sama sekali. Uang, tenaga, pikiran, dan waktu yang telah ia korbankan, berlalu sia-sia belaka. Niat yang salah menjadikan perbuatannya tidak diterima.

Contoh lain yang bisa kita kemukakan seseorang yang berniat shalat berjamaah di masjid. Sayang, dia dalam keadaan lumpuh. Hanya niat yang kuat untuk berjamaah tanpa pernah ia lakukan, maka ia tetap dapat pahala shalat jamaah di masjid.
Namun bagi orang yang pergi ke masjid, shalat berjamah di dalamnya dengan niat mencuri sandal, baginya dosa mencuri tanpa pahala perbuatan sebelumnya karena rusaknya niat yang ia pancangkan dalam hati.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berperang dengan niat mencari harta rampasan berupa tali unta, maka dia (hanya) memperoleh atas apa yang ia niatkan.” (HR. Ahmad)

Amalan jihad yang agung jadi tidak ada harganya di sisi Allah karena ketidakbenaran niat. Jihad yang berarti mengerahkan daya dan upaya untuk membela agama Allah, hanya senilai tali unta karena niat yang salah.

Dalam perkara mubah yaitu perkara yang tidak mengandung pahala bagi yang mengerjakan dan dosa bagi yang meninggalkannya, seperti makan dan minum akan menghasilkan pahala jika ada niat baik dalam perbuatan tersebut. Makan dan minumlah sehingga tubuh kita menjadi berenergi. Dengan energi yang kuat, kita niatkan untuk lebih aktif beribadah.

Dahulu, para leluhur kita yang shalih mengajari anak-anaknya yang belum mencapai usia baligh untuk memasang niat. Ajaran tersebut disampaikan oleh mereka layaknya mengajari membaca surah Al-Fatihah. Teliti, cermat, dan seksama. Mereka menuntun niat dalam hati putra-putrinya dalam segala hal: makan dan minum dengan niat kuat beribadah, belajar dengan niat mencari ilmu, tidur di awal waktu dengan niat bangun malam, dan sebagainya.

Tanpa niat ikhlas dalam beramal, maka amalnya tidak akan sampai kepada Allah. Seperti orang yang mengirim surat kepada saudaranya yang tinggal di kota A tapi dalam amplop ia tulis beralamat B, akankah surat tersebut sampai ke tangan saudaranya?

Seorang hamba yang mengucapkan, “Iyyaaka Na`budu wa Iyyaaka Nasta`iin (Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan)” tapi karena ‘alamat’ dalam hatinya salah, tidak akan sampai kepada Allah.

Keutamaan niat bisa kita temukan dari kisah yang terjadi di masa Bani Israil. Aada seorang ahli ibadah yang tak berharta tapi punya kelapangan dada yang penuh kasih sayang pada siapa saja. Suatu hari, ia lewat di sebuah gundukan tanah. Saat itu, Bani Israil sedang ditimpa masa paceklik. Makanan sulit dicari, kelaparang melanda dengan begitu hebatnya.

Lalu, dalam hati ia berniat, “Seandainya tanah itu berubah menjadi tepung, niscaya bisa mengenyangkan perut Bani Israil.”

Kemudian Allah mewahyukan kepada salah seorang nabi mereka (Bani Israil), “Katakanlah kepada si Fulan, bahwa Allah telah memberikan pahala bagimu seperti andaikata tanah itu berubah menjadi tepung lalu engkau bersedekah dengannya.”
Dari sekarang, kita pasang niat baik dalam hati sebelum melakukan segala sesuatu. Tautkan hati kita hanya untuk mengharap ridha Allah, maka kebahagiaan dunia dan akhirat ada dalam genggaman tangan kita.*

Penulis adalah Pengajar di Pesantren Darut Tauhid, Malang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al Ikhwan Sertakan Kristen Koptik dalam Partai
Tulisan selanjutnya DKI Targetkan Juara di Festival Maulid Nusantara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Palestina Terkini
13 Juli 2026 05:55
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?