Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Bekal Hadapi Pasang Surut Kehidupan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Agustus 2012 10:20 10:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Agustus 2012 10:20
Bagikan
Bagikan

SIFAT dasar dunia adalah fana’, tidak abadi. Segala yang kita temui di sini pada hakikatnya tidak pernah menetap, namun selalu berubah. Sebagai misal, betapa banyak penguasa yang tumbang. Di masa jayanya, setiap mata mdrasa iri kepada yang mereka miliki, namun belum lagi siang berganti malam, tiba-tiba roda nasib melibas mereka. Sekarang, mereka tidak dilirik barang sedikit pun, bahkan secara terbuka dicaci dan dinistakan martabatnya.

Alkisah, dulu di Jazirah Arab terdapat sebuah kerajaan bernama Hirah. “Kerajaan bayangan” dari Kekaisaran Persia ini kemudian runtuh pada zaman ‘Umar bin Khattab, seiring kejatuhan induknya. Suatu kali, Ziyad bin Muhallab, seorang jenderal termasyhur pada zaman Umawiyah, berjumpa dengan Hindun binti Nu’man, putri penguasa terakhir Hirah. Ziyad pun memintanya bercerita, lalu Hindun berkata, “Kami memasuki waktu pagi dari hari ini, sementara tidak seorang pun dari bangsa Arab melainkan pasti mengharapkan kami. Lalu, kami memasuki waktu senja, sementara tidak seorang pun di antara bangsa Arab melainkan pasti merasa kasihan kepada kami.” (Riwayat Ibnu Abi Dunia dalam al-I’tibar, no. 10).

Demikianlah faktanya. Saat ini, terlalu banyak contoh serupa untuk disajikan. Kita bisa menderetkan kisah-kisah terbaru dari Iraq, Tunisia, Mesir, dan Libya.

Negeri kita sendiri pun merupakan gudang kasus-kasus kebangunan dan kejatuhan para penguasa, politikus serta selebritis. Masih terbayang dalam benak kita lambaian tangan dan senyum mereka di podium-podium kehormatan, namun belum lagi siang berganti malam, tiba-tiba perputaran nasib telah menjungkalkan mereka. Sebagian mereka ditahan dan menghadapi dakwaan berlapis, tanpa harapan lolos. Sebagian lagi tewas terbunuh dan diperlakukan lebih buruk dari seekor anjing. Lalu, sebagian lainnya mati dalam keadaan putus asa, atau hidup nista dan diabaikan. Ini baru masalah-masalah pelik yang mereka hadapi di dunia, dan entah bagaimana nanti nasib mereka di akhirat.

Ini adalah contoh-contoh spektakuler. Bila skala kejadian dan pelakunya dikecilkan, maka tidak terbilang lagi padanannya.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Pelajaran yang mestinya diambil adalah: jangan terlampau mendalam menyikapi dunia ini, karena segalanya mudah sekali berganti. Kegembiraan, kekayaan, kelapangan, kesehatan, dan canda tawa, betapa mudah berubah menjadi kesedihan, kemelaratan, kesempitan, sakit, dan dukacita. Kematian pun bisa menghapus kehidupan dengan seribu satu macam cara.

Maka, tiada pilihan terbaik kecuali bersiaga menghadapi pasang-surutnya. Dalam pandangan Islam, ia mestinya ditempuh pertama-tama dengan memperbaiki hati. Karena hati adalah raja, maka dialah kunci nasib dari seluruh anggota kerajaannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ingatlah, bahwa di dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah, ia adalah hati.” (Riwayat Bukhari-Muslim, dari Nu’man bin Basyir).

Masalahnya, manusia tidak berkuasa atas hatinya sendiri. Hati sepenuhnya berada di bawah kendali Allah. Kita mendengar Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya hati anak Adam itu berada diantara dua jari Allah yang Maha Pengasih, seolah-olah satu hati saja. Dia akan memalingkannya kemana saja yang Dia kehendaki.” Beliau kemudian melanjutkan dengan berdoa, “Ya Allah, Dzat yang kuasa memalingkan hati, palingkanlah hati-hati kami ke arah ketaatan kepada-Mu.” (Riwayat Muslim, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash).

Jika memperbaiki hati merupakan keharusan, sementara hati berada di bawah kuasa Allah, maka tiada cara lain kecuali menuruti kehendak-Nya. Dia paling tahu apa yang bisa merusak atau memperbaiki hati itu. Lalu, apa yang Dia kehendaki dari kita? Allah berfirman;

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Qs. adz-Dzariyat: 56).

Tepatnya, Allah meminta kita beriman dan beramal shalih. Hanya iman dan amallah yang bisa memperbaiki hati dan menjadikannya tangguh dalam mengarungi samudera kehidupan.

Dikatakan dalam sebuah hadits: “Perkenalkanlah dirimu kepada Allah pada saat engkau sejahtera, niscaya Dia mengenalimu pada saat engkau mengalami kesulitan.” (Riwayat Ahmad, dari Ibnu ‘Abbas. Hadits shahih).

Menurut Ibnu Rajab dalam Jami’ul Ulum wal Hikam, maksudnya adalah: “Bila seorang hamba bertakwa kepada Allah, tidak melanggar batas-batas aturan-Nya, dan senantiasa memelihara hak-hak-Nya pada saat ia sejahtera, maka ia telah memperkenalkan dirinya kepada Allah, sehingga ada (hubungan) perkenalan khusus diantara dirinya dengan Tuhannya. Maka, Tuhannya pasti akan mengenalinya pada saat ia tertimpa kesulitan dan memelihara (hubungan) perkenalan dengannya (sebagaimana) pada saat ia sejahtera. Maka, berkat perkenalan inilah Allah menyelamatkannya dari kesulitan-kesulitan. Ini adalah (hubungan) perkenalan khusus yang dapat diartikan sebagai telah dekatnya hamba itu dengan Tuhannya, kecintaan-Nya kepadanya, dan dikabulkan-Nya doannya.”

Jadi, hanya dengan menaati Allah jiwa kita akan terbekali ketahanan untuk menghadapi pasang-surut kehidupan, sebab ia didukung oleh Allah secara langsung. Tanpanya, jiwa akan mudah ambruk dan akhirnya binasa.

Oleh karenanya, Qatadah bin Di’amah (seorang Tabi’in) berkata, “Sesungguhnya amal shalih itu mengangkat (derajat) pelakunya pada saat ia kuat, dan tatkala ia terjatuh maka ia mendapati tempat bersandar.” (Riwayat Ahmad dalam kitab az-Zuhd, no. 183). Dan, Allah-lah sebaik-baik penolong serta tempat bersandar. Wallahu a’lam.*/Alimin Mukhtar, guru di SMP Arrahmah Hidayatullah Malang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nilai Zakat Saudi Mencapai SR1 Trilyun
Tulisan selanjutnya Itikaf di Masjid Sunda Kelapa, Ramainya Kalahkan Shalat Jum’at

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Berita
20 Juli 2026 05:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?