Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Empat Tips Amaliah Mengisi Ramadhan

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Juli 2014 11:41 11:41 am
Ahmad
Dipublikasikan 8 Juli 2014 11:41
Bagikan
Bagikan

NIKMAT yang sungguh luar biasa, kita kembali dipertemukan dengan Bulan Suci Ramadhan. Bulan yang di dalamnya pintu doa (ampunan) terbuka luas dan pintu neraka tertutup rapat bahkan setan pun dibelenggu.

Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah, “Ketika datang bulan Ramadhan, pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu Jahannam ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari).

Hadits tersebut memberikan petunjuk gamblang bahwa tidak sepatutnya umat Islam menghadapi Ramadhan secara biasa-biasa saja atau sama seperti di luar Ramadhan. Hal ini karena keutamaan Ramadhan itu sendiri yang sangat luar biasa.

Allah   tidak saja melipatgandakan amal kebaikan, tetapi bahkan menutup pintu Jahannam, termasuk para ‘mucikarinya’, yakni para setan. Setan-setan itu Allah   belenggu agar tidak merusak kenikmatan ibadah umat Islam selama Ramadhan.

Dengan kata lain, jika Ramadhan masih disikapi secara biasa, apalagi justru tidak ada rencana untuk merubah diri selama bulan suci ini, maka sesungguhnya setan sudah berhasil menjerumuskan jiwa raganya dalam praktik hidup yang akan menjadi sebab akhiratnya memasuki pintu Jahannam. Na’udzubillahi min dzalik.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Di bawah ini tips amaliah puasa Ramadhan;

1.    Menjauhi yang Tidak Bermanfaat

Jika disabdakan Nabi bahwa pintu langit dibuka, artinya dalam 24 jam hendaknya dimaksimalkan untuk hal-hal yang bermanfaat, bahkan bernilai ibadah yang mencakup kehidupan dunia-akhirat. Mulai dari memperbanyak amal ibadah maupun meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Prinsipnya, tidak ada yang tidak bermanfaat yang dilakukan. Apalagi sampai maksiat di bulan Ramadhan.

Ulama terdahulu, mengisi hari-harinya dengan berbagai macam aktivitas ibadah yang luar biasa. Imam Syafi’i, misalnya. Beliau mengazamkan diri untuk menghindari terlewatkannya Ramadhan begitu saja dengan menghatamkan Al-Qur’an sebanyak 60 kali sepanjang Ramadhan.

Mengapa sefantastis itu yang beliau lakukan? Sebenarnya alasannya sederhana, agar Ramadhan tidak berlalu begitu saja atau biasa-biasa saja. Tetapi, bagaimana Ramadhan memang mendatangkan kekuatan besar bagi iman, akal dan ketajaman hatinya.
Oleh karena itu, sungguh naif, bila puasa dimaknai sebatas tidak makan dan tidak minum. Sementara komitmen kita terhadap perbaikan diri, utamanya dengan menjauhi yang tidak bermanfaat tidak benar-benar kita lakukan.

2.    Optimalisasi Waktu

Jika diteliti lebih dalam, puasa ternyata tidak saja memberikan dampak kekuatan ruhani yang bagus bagi umat Islam, tetapi juga pembangunan karakter, utamanya dalam optimalisasi waktu.

Hal ini bisa dilihat dari adanya anjuran yang sangat kuat terhadap umat Islam yang berpuasa untuk bisa makan sahur. “Makan sahurlah kalian, karena pada makan sahur itu terdapat barokah.” (HR. Bukhari).

Dengan kata lain, puasa memberikan panduan bahwa orang berpuasa itu harus makan sahur. Nah, makan sahur ini dilaksanakan sekitar satu jam sebelum shubuh.

Anjuran ini, secara tersirat memberikan panduan nyata tentang betapa umat Islam sangat rugi jika Ramadhan sampai tidak bangun malam, apalagi tidak makan sahur. Artinya, anjuran yang sangat kuat untuk makan sahur ini secara tidak langsung menghendaki agar setiap yang berpuasa, berlatih, membiasakan diri bangun malam. Sebab, banyak sekali kemuliaan di dalamnya.

Selain itu, pada sepuluh malam terakhir, Allah   akan memberikan karunia berupa Malam Lailatul Qadar. Jika, tradisi bangun malam ini telah terwujud sejak awal Ramadhan, tentu peluang kita untuk bisa bangun di sepuluh malam terakhir guna mendapatkan Malam Lailatul Qadar tidak akan banyak mengalami kendala.

3.    Menjaga Lisan

Sebagaimana pernyataan dai kondang terdahulu, KH. Zainuddin MZ, bahwa inti dari puasa adalah pengendalian diri. Maka, satu hal yang harus benar-benar dijaga di sini adalah mengenai perbuatan lisan.

Rasulullah bersabda, “Puasa itu perisai. Jadi janganlah berkata keji dan berbuat bodoh. Jika ada orang yang mengajaknya berkelahi atau mencaci makinya, hendaklah ia berkata, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa. Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR. Bukhari).

Artinya, kalau kita mau intropeksi diri, apakah puasa kita berhasil atau tidak, tinggal dilihat bagaimana lisan ini berkata-kata. Apakah lebih sering memberikan perkataan yang baik dan tidak melukai perasaan orang lain atau bagaiaman?

Jika ternyata, selama berpuasa, lisan ini tidak bisa dikendalikan, maka puasa yang dilakukan tidak lebih dari sekedar menahan lapar dan dahaga belaka. Hal ini penting dan harus digarisbawahi, mengingat saat ini, umat Islam berada dalam masa kampanye pilpres yang kadangkala antara satu pendukung dengan yang lainnya saling merendahkan.

Apalagi, kalau sampai dalam puasa masih berani-berani berdusta. Rasulullah berabda, “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan melakukannya; maka Allah   tidak perlu dia meninggalkan makannya dan minumnya.” (HR. Bukhari).

4.    Menyegerakan Berbuka

Rasulullah bersabda, “Manusia masih akan tetap dalam kebaikan selama dia menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari).

Dalam makna umum, hadits ini memberikan perintah agar umat Islam tidak menunda-nuda buka puasa, apalagi kalau memang waktu sudah tiba.

Tetapi, secara lebih jauh, kalau kita renungkan, makna hadits ini tidak saja berdimensi waktu, tetapi juga persiapan dan perbelanjaan. Jangan karena puasa, lantas buka puasa jadi mahal. Jangan karena puasa, lantas volume belanja meningkat. Jika itu terjadi, maka dimana relevansi puasa dengan menahan diri, kesederhanaan dan kepedulian?

Rasulullah sendiri tidak pernah berbuka secara berlebihan. Berdasarkan riwayat yang umum disampaikan para muballigh, Rasulullah biasa berbuka dengan beberapa butir kurma dan air putih.

Apabila hal itu dilakukan, maka insya Allah   selama puasa umat Islam akan mampu mengendalikan nafsu konsumtifnya. Yang dengan itu diharapkan mampu membangkitkan ghirah infak dan sedekahnya. Sebab, Rasulullah tidak melalui Ramadhan, melainkan dengan infak yang luar biasa.

Dari Ibn Abbas radhiAllahu anhu berkata, “Rasulullah shallAllah  u alayhi wasallam, adalah manusia yang paling dermawan, dan kondisi beliau paling dermawan adalah di Bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari).

Jika beberapa langkah di atas kita terapkan, insya Allah   jalan menuju takwa dari puasa yang kita jalani di Ramadhan 1435 H ini akan semakin terbuka dan tentu kita berharap Allah   memberikan kemudahan bagi kita mencapai derajat takwa. Aamiin.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aa Gym Tidak Rela The Jakarta Post Hina Islam
Tulisan selanjutnya Kapal Cape Ray Mulai Menetralisir Senjata Kimia Rezim Assad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?