Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

10 Perkara Tak Bermanfaat Yang Harus Diwaspadai Seorang Muslim

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 November 2014 08:35 8:35 am
Ahmad
Dipublikasikan 14 November 2014 05:02
Bagikan
Bagikan

SUDAH fitrah manusia untuk hidup bahagia. Bahkan lebih dari sekedar bahagia, seorang Mukmin pasti menginingkan eksistensi dirinya bisa memberikan manfaat bagi sesama. Apalagi, Rasulullah Shallallahu alayhi wasallam menjelaskan bahwa manusia terbaik di antara kaum Muslimin adalah yang paling banyak memberi manfaat.

Akan tetapi, belum banyak yang benar-benar mengerti bagaimana menempa diri menjadi pribadi bahagia dan bermanfaat.

Kebanyakan justru banyak yang terjebak pada perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi dirinya sendiri. Bukan karena mereka tidak berilmu, tetapi karena salah dalam memanfaatkan ilmunya.

Jika hal ini terjadi, bagaimana mungkin seorang Mukmin bisa menjadi manusia terbaik di sisi Allah dan Rasul-Nya.

Ibn Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya Fawaidul Fawaid disebutkan bahwa ada 10 perkara yang tidak bermanfaat, dimana kita mesti waspada dan berupaya untuk menjauhinya.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Pertama, ilmu yang tidak diamalkan

Hal ini berlaku pada apapun yang masuk kategori ilmu. Shalat misalnya, ketika seorang Muslim mengerti bahwa shalat itu wajib, namun melalaikannya, maka jelas ia berada dalam kategori ini. Termasuk berhijab atau berjilbab. Muslimah yang sudah mengerti wajibnya jilbab, namun mengabaikannya, akan termasuk pada kategori kesia-siaan ini.

Oleh karena itu, Rasulullah mengajarkan kita doa penting, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dan dari hati yang tidak khusyu’, dan dari jiwa yang tidak pernah puas, dan dari do’a yang tidak terkabul.” (HR Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i).

Terhadap orang berilmu namun tidak mengamalkannya, inilah ancaman untuk mereka. “Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabda: “Pada malam diisra’kan, aku melewati orang-orang yang lidah mereka dipotong dengan alat-alat pemotong dari api neraka. Aku bertanya: Siapakah mereka itu wahai Jibril? Jibril menjawab: “Para khatib ummatmu yang mengatakan apa yang tidak mereka perbuat.” (HR Bukhari & Muslim).

Kedua, amal yang dilakukan dengan tidak ikhlas dan tidak mengikuti syari’at Islam

Ketiga, harta yang tidak diinfakkan

Padahal, orang yang mengumpulkannya tidak dapat menikmati perbendaharaan ini untuk selama-lamanya di dunia dan tidak pula dapat dipersembahkan ke hadapan Allah di akhirat kelak.

Keempat, hati yang konsong dari kecintaan kepada Allah, kerinduan terhadap-Nya, dan kenyamanan ketika berada di dekat-Nya.

Kelima, anggota badan yang tidak dipergunakan untuk melakukan ketaatan kepada Allah dan melayani-Nya.

Keenam, cinta yang tidak terikat dengan keridhaan Allah dan tidak terkait dengan pelaksanaan perintah-perintah-Nya.

Ketujuh, waktu yang tidak dimanfaatkan untuk melakukan sesuatu yang terlewatkan, ataupun untuk memperoleh kebajikan dan kedekatan kepada Allah.

Apabila seorang Muslim bisa melakukan perkara ketujuh ini, insya Allah tidak waktu yang terlewati, kecuali dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas dirinya di sisi Allah Ta’ala.

Misalnya, ia tidak bangun tahajjud, maka ia akan menggantinya dengan 12 rakaat Dhuha di siang hari. Jika sehari ia tidak membaca Al-Qur’an, maka ia akan ‘menghukum’ dirinya dengan infak sebesar 50 ribu rupiah atau lebih besar lagi. Dua tindakan tersebut disebut dengan Mu’aqabah, yakni menghukum diri sendiri atas kelalaian yang dilakukan atau maksiat yang dikerjakan.

Kedelapan, pikiran yang memikirkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Dalam konteks kekinian, ini mungkin dialami oleh sebagian besar orang yang suka berangan-angan. “Andai saja aku punya ini, punya itu, namun ia sama sekali tidak pernah memikirkan kesehariannya, apakah sudah diisi dengan ketaatan atau tidak. Apakah sudah memahami Al-Qur’an atau belum. Kalau belum idealnya ya berpikirlah untuk banyak membaca dan mentadabburinya.

Kesembilan, melayani siapa saja yang tidak membuat Anda – dengan pelayanan itu – bertambah dekat dengan Allah, juga tidak menghasilkan kebaikan bagi dunia Anda.

Kesepuluh, merasa takut atau menaruh harap kepada orang yang ubun-ubunnya berada di tangan Allah. Padahal, orang itu tertawan di dalam genggaman-Nya dan tidak kuasa mencegah bahaya atau mendatangkan manfaat bagi dirinya sendiir, tidak pula ia sangguh menolak kematian, kehidupan, maupun kebangkitannya kelak.

Kesepuluh perkara sia-sia di atas dibagi dalam dua kategori oleh Ibn Qayyim Al-Jauziyah. Yakni penyia-nyiaan hati, yang muncul akibat mengutamakan dunia daripada akhirat. Dan, penyia-nyian waktu yang muncul akibat larut dalam angan-angan.*

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amaldoahatiilmuSyariatterlarang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hamas Mobilisasi Massa, Muslimat Dilarang Masuk Masjidil Aqsha
Tulisan selanjutnya Belajar “Blusukan” Dari Umar Bin Khattab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?