Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Inilah Sasaran Investasi Muslim Masa Depan

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Agustus 2017 11:37 11:37 am
Ahmad
Dipublikasikan 24 Agustus 2017 11:37
Bagikan
Bagikan

SEBAGIAN orang  memikirkan pentingnya investasi. Dengan anggapan investasi sangat diperlukan untuk masa depan.

Sebagian beranggapan, berinvestasi sejak usia muda bakal menyelamatkan kondisi keuangan dan dinilai cara jitu untuk mengamankan kondisi keuangan.

Tidak heran ada orang yang sudah memiliki satu rumah namun masih terus berupaya menambah propertinya, alasannya ya investasi. Tanah, rumah, atau apapun yang dinilai dapat meningkatkan nilai uang di masa depan akan banyak diburu.

Secara empiris, teori materialis seperti ini memang memberikan keuntungan langsung, selama kehidupan di dunia. Tetapi, benarkah itu sebuah investasi hakiki? Atau ada investasi lain yang absolut yang dapat menjamin kebaikan hidup kita, tidak saja di dunia tetapi juga di akhirat?

Buya Hamka pernah menuliskan hal ini dalam bukunya Falsafah Hidup, “Dapat makan dua kali sehari, pakaian dua persalinan, rumah yang cukup udaranya untuk tempat diam, dapat menghisap udara dan bergerak, kita sudah dapat hidup. Cuma nafsu jugalah yang meminta lebih dari itu, sehingga di dalam memenuhi keperluan hidup, kerapkali manusia lupa akan kesederhanaan.” (Falsafah Hidup, halaman 189).

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Baca: Pengelolaan Keuangan; Sebelum atau Sesudah

Lebih jauh adalah penting memperhatikan dengan penuh kesadaran bahwa setiap harta yang diperoleh dan dibelanjakan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ

“Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba nanti pada hari kiamat, sehingga Allah akan menanyakan tentang (4 perkara:) (Pertama,) tentang umurnya dihabiskan untuk apa. (Kedua,) tentang ilmunya diamalkan atau tidak. (Ketiga,) Tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan ke mana dia habiskan. (Keempat,) tentang tubuhnya, capek / lelahnya untuk apa.” (HR Tirmidzi dan Tirmidzi)

Artinya, jangan pernah merasa diri bebas membelanjakan amanah harta yang Allah berikan, terutama mereka yang dititipin kekayaan dalam jumlah besar bahkan sangat besar, sehingga hidup dipenuhi agenda belanja dunia sampai lupa untuk bersegera belanja akhirat dan menyesal di dalam kubur.

وَأَنفِقُواْ مِن مَّا رَزَقۡنَـٰكُم مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِىَ أَحَدَكُمُ ٱلۡمَوۡتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوۡلَآ أَخَّرۡتَنِىٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ۬ قَرِيبٍ۬ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ (١٠)

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang sholeh.” (QS. Al-Munafiqun [63]: 10).

Baca: Wakaf Keluarga, Solusi Kewarisan Urang Minang

Dengan demikian adalah sebuah kerugian jika umat Islam yang hidupnya dimudahkan jalan mendapatkan kekayaan terperosok pada pandangan materialisme, sehingga lupa pada investasi akhirat yang Allah dan Rasul-Nya tetapkan.

Lantas bagaimana berinvestasi Muslim yang sesungguhnya?

Pertama, amal jariyah. Amal jariyah secara khusus adalah membelanjakan harta untuk kepentingan umat Islam. Misalnya bersedekah untuk pembangunan masjid, rumah sakit atau pun fasilitas umat lainnya.

Dari Anas Radhiyallahu anhu , beliau mengatakan, ” Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ada tujuh hal yang pahalanya akan tetap mengalir bagi seorang hamba padahal dia sudah terbaring dalam kuburnya setelah wafatnya (yaitu) : Orang yang yang mengajarkan suatu ilmu, mengalirkan sungai, menggali sumur, menanamkan kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohonkan ampun buatnya setelah dia meninggal.” (HR. Al-Bazzar).

Jadi, harta yang berlebih, silakan digunakan untuk memenuhi kepentingan diri dan keluarga, tapi jangan lupa untuk membelanjakannya bagi kebahagiaan diri dan keluarga di akhirat, yakni dengan banyak beramal jariyah.

Kedua, wakaf. Wakaf adalah bentuk kecerdasan finansial tingkat tinggi yang berdimensi spiritual dan menjanjikan keuntungan tak terbatas waktu dan jumlahnya.

Hal ini tidak lain karena wakaf menjamin harta terus mengalirkan pahala, karena harta wakaf tidak boleh berpindah kepemilikan. Kalaupun berpindah kepemilikian karena ditukar (ruilslaag), ada penggantinya dan biasanya lebih baik.

Kemudian, jika wakaf dikelola secara produktif, profesional, dan amanah; nilai nominal harta wakaf akan bertambah, penerima manfaatnya semakin banyak dan luas, dan pahala bagi wakif (orang yang menyerahkan wakaf) diyakini akan semakin besar. (Buletin Al-Awqaf, Badan Wakaf Indonesia, edisi No. 1 Tahun 2015)

Lebih dari itu, wakif akan mendapatkan berkah doa dari orang-orang yang mendapatkan manfaat dari harta wakaf. Dan, orang yang menyerahkan wakaf akan meninggalkan nama baik meski sudah meninggal dan anak cucunya akan bangga dengan wakaf yang diserahkan oleh kedua orangtuanya.

Baca: Mengembalikan Eksistensi Wakaf sebagai Solusi Kesejahteraan

Sederhananya, wakaf itu investasi sekali, untungnya tiada henti, tak terbatas ruang dan waktu, terus mengalirkan kebaikan dari dunia hingga akhirat. Muslim sejati yang dianugerahi kekayaan, tidak mungkin akan meninggalkan investasi bernama wakaf ini.

Dengan demikian, seorang Muslim investasinya tidak saja berdimensi material, tetapi juga spiritual. Sebuah investasi yang secara substansial sangat berbeda dengan manajemen dan investasi kekayaan secara konvensional, yang mengedepankan individualisme.

Terlebih hari ini tantangan terbesar umat Islam adalah bagaimana melahirkan sumber daya manusia yang unggul secara intelektual dan akhlak, maka membelanjakan harta sebagai wujud investasi untuk melahirkan generasi yang cerdas keilmuan dan mulia dari sisi akhlak melalui pembangunan pesantren, sekolah dan perguruan tinggi kader Muslim benar-benar akan mendatangkan kemuliaan tiada henti dari Allah Ta’ala di dunia dan akhirat, insya Allah.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akhiratbangunanekonomifinansialinvestasijariyahkeuanganmasa depanMuslimpropertytanahwakaf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Palestina Kenang 48 Tahun Pembakaran Masjid Al Aqsha
Tulisan selanjutnya Kofi Annan Dijadwalkan Bertemu Aung San Suu Kyi Bahas Masalah Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?