BILAL BIN SA’D adalah ulama di kalangan tabi’in yang masyhur dengan keshalihannya. Suatu saat putra ulama dari Syam ini wafat, dan datanglah kepada beliau seorang yang mengklaim memiliki harta pada putranya lebih dari 20 dinar. Maka Bilal pun bertanya,”Apakah engkau memiliki bukti?” Orang itu pun menjawab,”Tidak.” Bilal kemudian bertanya,”Apakah engkau memiliki catatan?” Orang itu pun menjawab,”Tidak.” Bilal pun akhirnya bertanya,”Apakah engkau bersedia untuk bersumpah?” Orang itu pun menjawab,”Ya.”
Maka Bilal bin Sa’d pun memasuki rumah dan dan memberikan dinar kepada lelaki tersebut sambil menyampaikan,”Kalau engkau benar, maka aku melunasinya untuk anakku. Kalau engkau berbohong, maka ini adalah sedekah untukmu.” (Shifat Ash Shafwah, 4/184)*