IBNU AS SAMAK tatkala memasuki Bashrah, bertanya mengenai orang ahli ibadah di wilayah itu. Akhirnya, beliau diajaka mengunjungi rumah seorang kakek tua. Sang perempuan itu pun menyampaikan,”Jangan engkau sebut di depan putraku surga atau neraka. Karena dengan menyebutnya kalian telah membunuh putraku. Sesungguhnya aku tidak memiliki apa-apa selain dia”.
Kemudian Ibnu As Samak pun memasuki ruangan anak dari perempun tua itu, ia melihat seorang pemuda yang banyak diam, memakai pakaian kasar. Pemuda itupun memandang Ibnu Samak kemudian bertanya,”Dimana manusia pasti akan menghadap?” Ibnu As Samak pun menjawab,”Di hadapan Allah wahai orang yang dirahmati Allah”. Setelah itu pemuda itupun menjerit dan wafat seketika.
Kemudian perempuan tua itu datang,”Kalian telah membunuh putraku”. Saat itu Ibnu Samak pun ikut menshalati jenazahnya. (Shufat Ash Shafwah, 4/17)