IMAM AS SYAFI’I kala itu sedang mencatat pencapat-pendapatnya menganai fiqih dan jawaban-jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan. Datanglah Al Muzani, muridnya yang mengatakan,”Semoga Allah merahmati Anda, sesungguhnya para pengikut Malik dan Abu Hanifah menulis banyak buku dan berpayah-payah dengan ilmu lebih dari Anda.”
Imam Asy Syafi’i pun menghentikan aktifitas mencatat seraya mengatakan,”Kita menulis, mereka juga menulis. Yang melakukannya dengan ikhlas karena Allah yang bakal abadi.” (Manaqib Asy Syafi’i li Al Baihaqi, 1/177)