Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ikhtilaful Ummah

Golongan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Siapa Mereka?

Thoriq
Terakhir diupdate: 24 Mei 2021 11:10 11:10 am
Thoriq
Dipublikasikan 24 Mei 2021 11:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | Rasulullah ﷺ telah menyatakan bahwasannya kelompok yang selamat dari umatnya adalah mereka yang berpegang teguh kepada prinsip-prinsip yang mana Rasulullah ﷺdan para sahabatnya menganutnya. Orang-orang yang memegang prinsip itulah yang disebut sebagai Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Nah, dari kelompok-kelompok yang ada di sepanjang sejarah peradaban umat Rasulullah, siapa saja yang tergolong dalam Ahlus Sunnah wal Jama’ah menurut para ulama?

Imam Tajuddin As Subki (771 H) juga menjelaskan bahwasannya Ahlus Sunnah wal Jam’ah terdiri dari tiga golongan. Yakni Ahlul Hadits, Ahlun Nadzr (Al Asy`ariyah dan Al Maturidiyah), Ahlul Wijdan, yakni para shufi. (Ithaf As Sadah Al Muttaqin, 2/5,6).

As Sa’d At Taftazani (791 H) berkata, ”Masyhur dari Ahlus Sunnah di negeri Khurasan, Iraq, Syam, dan mayoritas wilayah adalah Al Asya`irah, pengikut Abu Hasan Ali bin Ismail bin Ishaq bin Salim bin Ismalil bin Abdillah bin Bilal bin Abi Burdah bin Abi Musa Al Asy`ari sahabat Rasulullah ﷺ, orang pertama yang menentang Abu Ali Al Jubba’i dan keluar dari madzhabnya menuju As Sunnah, yakni metode Nabi ﷺdan jama’ah, yakni metode para sahabat. Dan di negeri-negeri seberang Sungai (Jihun) Al Maturidiyah, yakni para pengikut Abu Manshur Al Maturidi murid Abu Nashr Al ‘Ayyadh, murid Abu Bakr AL Jurjani pengikut Abu Sulaiman Al Jurjani yang merupakan murid Muhammad bin  Al Hasan Asy Syaibani Rahimahullah.” (dalam Syarh Al Maqasid, 2/271).

Ibnu Kamal Basya (940 H) menyatakan, ”Ketahuilah bahwa sesungguhnya Syeikh Abu Hasan Al Asy’ari, Imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan pemukanya, kemudian Syeikh Abu Manshur Al Maturidi. Dan sesungguhnya para murid Asy Syafi’i dan para pengikutnya mengikutinya (Abu Hasan Al Asy`ari) di dalam masalah ushul (aqidah) dan mengikuti Asy Syafi`i dalam furu` (fiqih). Dan sesungguhnya para pengikut Abu Hanifah mareka adalah pengikut Syeikh Abu Manshur Al Maturidi dalam ushul dan pengikut Abu Hanifah dalam furu`.” (dalam Masa’il Al Ikhtilaf baina Al Asyairah wal Al Maturidiyah, hal. 11).

Thash Kubra Zadah (968 H) juga berkata, ”Ketahuilah bahwasannya pemimpin Ahlus Sunnah wal Jama’ah dalam ilmu kalam adalah dua laki-laki. Salah satunya pengikut Madzhab Hanafi dan yang lain penganut Madzab Syafi’i. Adapun Hanafi ia adalah Abu Manshur Muhammad bin Mahmud Al Maturidi pemimpin yang berada di atas petunjuk. Adapun yang lain penganut Syafi’i, ia adalah Syeikh Sunnah, dan pemimpin jama’ah, imam para mutakallimin, penyebar Sunnah Tuan para Rasul, pembela dien yang berusaha menjaga aqidah umat Islam Abu Al Hasan Al Asy’ari Al Bashri…” (dalam Miftah As Sa’adah, 2/33).

Baca Juga

Hukum Puasa Rajab Menurut Empat Madzhab
Hukum Puasa Rajab Menurut Empat Madzhab
Sufi Menurut Penilaian Imam Asy Syafi’i
Memahami Ikhtilaf Menghindari Iftiraq
Syeikhul Islam Taqiyuddin As-Subki: Ulama Syafi’i yang Membolehkan Hisab
Perbedaan Idul Adha: Hari Arafah dan Shalat Id Ikut Siapa?

Ibnu Hajar Al Haitami (974 H) menyatakan, ”Yang dimaksud dengan para pelaku bid’ah padanya adalah siapa saja yang menyelisihi asas Ahlus Sunnah wal Jama`ah. Dan yang dimaksud dengan mereka (Ahlus Sunnah wal Jama’ah) adalah para pengikut Syeikh Abu Hasan Al Asy`arid dan Abu Manshur Al Maturidi, dua Imam Ahlus Sunnah.” (dalam Fatawa Al Haditsiyah, hal. 654).

Imam Ibrahim Al Laqqani berkata (1041 H), ”Apa-apa yang bersandar dari Sunnah dan berjalan di atasnya jama’ah, maka ia dikenal sebagai al asya`irah dan mereka disebut dengan Ahlus Sunnah Wal Jama`ah. Mereka dikenal di kebanayakan wilayah dengan nama ini. Adapun negeri-negeri seberang sungai (Sungai Jihun) maka yang masyhur di wilayah itu dengan sebutan itu yakni Abu Manshur Al Maturidi dan pengikutnya yang dikenal dengan nama al-maturidiyah. Kedua kelompok itu di atas petunjuk dan cahaya.” (dalam Umdah Al Murid Syarh Jauharah At Tauhid, 1/130, 131).

Abdul Baqi Al Mawahibi Al Hanbali (1071 H) berkata, ”Kelompok Ahlus Sunnah ada tiga Asya`irah, pengikut Imam Ahmad bin Hanbal, dan Maturidiyah.” (dalam Al Ain Al Atsar fi Aqaid Ahlil Atsar, hal. 53).

Sedangkan Muhammad bin Muhammad As Safarini Al Hanbali (1188 H) berkata, ”Ahlus Sunnah tiga kelompok: Al Atsariyah yang imam mereka adalah Ahmad bin Hanbal, Al Asy`ariyah dan imam mereka adalah Abu Hasan Al Asy`arid an Al Maturidiyah imam mereka adalah Abu Manshur Al Maturidi.” (dalam Lawami` Al Anwar Al Bahiyah, 1/73).

Muhammad Murtadha Az Zabidi Al Hanafi (1208 H), ”Dan makna Ahlus Sunnah wal Jama’ah mereka kelompok empat, para muhaddits, penganut shufiyah, penganut asy`ariyah dan penganut maturidiyah.” (dalam Ithaf As Sadah Al Muttaqin, 2/86).

Al Adhud Al Iji (756 H) berkata mengenai firqah an najiyah (firqah yang selamat), ”Adapun firqah yang selamat yang dikecualikan, yang mana Rasulullah ﷺ bersabda mengenai mereka,’ mereka yang berada di atas apa-apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya.’ Mereka adalah asyairah, dan salaf dari para ulama hadits dan Ahlus Sunnah wal Jama’ah.” (dalam Al Mawaqif fi Ilmi Kalam, hal. 429).

Sedangkan Syeikh Abu Abdullah Muhammad bin Musa Al Kallai`i yang merupakan  ulama Madzab Maliki menyatakan bahwasannya Ahlus Sunnah mencakup para penganut Madzhab Maliki, Madzab Syafi’i dan mayoritas Madzhab Hanafi, di mana mereka berbicara dengan lisan Abu Hasan Al Asy`ari dengan hujjahnya pula. Bahkan Al Kalla`i menyatakan bahwasannya Syeikh Abu Hasan Al Asy’ari penganut Madzhab Maliki dalam fiqih. (dalam Thabaqat Asy Syafi’iyah Al Kubra, 3/366).

Demikianlah kelompok-kelompok yang termasuk dalam Ahlus Sunnah wal Jama’ah menurut para ulama mu’tabar dari empat madzhab. Dengan demikian, maka tidak mudah bagi kita umat Islam untuk bermudah-mudah dalam memvonis bahwa hanya kelompoknyalah yang tergolong dalam Ahlus Sunnah wal Jama`ah. Sementara degan mudahnya menuduh diluar kelompoknya bukan termasuk Ahlus Sunnah wal Jama`ah.

Semoga kita semua tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Amin.*

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahlus sunnahAhlus Sunnah Wal Jama’ahAhlussunnah WaljamaahASWAJAAsy’ariyahImam HambaliMaturidiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Badan Standar Nasional Pendidikan Mendikbudristek Mulai Pembelajaran Tatap Muka di bulan Juli, Anggota DPR: Tergantung Pemerintah Daerah
Tulisan selanjutnya Menentang Kudeta Militer, 125.000 Guru Myanmar Diberhentikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PHK Tembus 23 Ribu Pekerja, DPR Desak Penguatan Perlindungan dan Percepatan Penyerapan Tenaga Kerja

Berita
11 Juni 2026 13:00
Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia
Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

Terbaru

  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
  • Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu
  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban

Mungkin Anda Juga Suka

bid’ah menurut ahlussunah wal jamaah
Ikhtilaful Ummah

Persoalan Bid’ah dan Ahlul Bid’ah dalam Perspektif Ahlusunnah Wal Jama’ah (2)

29 September 2021 16:29
bid’ah menurut ahlussunah wal jamaah
Ikhtilaful Ummah

Persoalan Bid’ah dan Ahlul Bid’ah dalam Perspektif Ahlusunnah Wal Jama’ah (1)

29 September 2021 16:00
Ikhtilaful Ummah

Guna Hadits Dhaif Menurut Ulama Salaf dan Khalaf

26 September 2021 05:24
Ikhtilaful Ummah

Imam Madzhab Empat Menyikapi Hadits Dhaif

16 September 2021 06:27
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?