Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Jangan Merasa Cukup Bekali Anak dengan Urusan Skill

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Oktober 2013 11:30 11:30 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Oktober 2013 11:30
Bagikan
Bagikan

SEJAK dunia didominasi oleh frame berpikir materialisme, hampir semua masyarakat di seluruh penjuru bumi memahami pendidikan sebatas investasi masa depan agar generasi sebagai seorang individu bias memiliki skill  dan bisa meraih kesenangan duniawi.

Tidak heran jika hari ini muncul banyak pakar tapi sesungguhnya buta terhadap pemahaman syari’ah agamanya sendiri. Banyak pakar yang mengaku hukum Islam, tapi tidak mengerti al-Qur’an dan Hadits.

Dampak dari semua itu adalah banyak orangtua bingung mengatur jadwal anak mereka les matematika, bahasa Inggris, musik, les biola, namun tidak merasa khawatir anaknya tak mampu membaca dan memahami kandungan al-Qur’an, yang itu justru kewajiban yang harus ditunaikan atas keyakinan agamanya sendiri.

Bahkan, tidak jarang banyak ditemukan orangtua tidak merasa gelisah ketika anak-anaknya sudah masuk usia ambang baligh tapi belum tuntas dalam urusan kewajiban-kewajiban seperti sholat.

Sesungguhnya Islam, sama sekali tidak menolak pemahaman yang demikian itu. Dalam al-Qur’an Allah telah memberikan petunjuk bahwa tidak satu pun Nabi dan Rasul yang diutus melainkan memiliki skill khusus yang menunjang kehidupan mereka sebagai manusia yang membutuhkan rizki halal yang sekaligus menjalani misi kenabian mereka.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Nabi Nuh adalah arsitek perkapalan, Nabi Musa seorang penggembala, Nabi Ibrahim arsitek bangunan, Nabi Daud ahli metalurgi, Nabi Sulaiman ahli meteorologi dan geofisika, Nabi Yusuf ahli ekonomi dan keuangan negara, dan Nabi Muhammad adalah pakar bisnis dan perdagangan.

Tetapi di balik keahlian yang mereka miliki, mereka tetap berada pada fokus dan orientasi keimanan, sehingga keahlian yang mereka miliki tidak menjadikan mereka ambisius terhadap kehidupan dunia. Sebaliknya justru menjadi media utama untuk mengajak manusia pada jalan iman. Hal inilah yang berhasil dibangun oleh para orangtua pada tujuh abad pertama Hijriyah.

Kala itu, tidak satu pun ilmuwan yang tidak hafal al-Qur’an, taat beribadah dan komitmen terhadap ilmu dan iman. Sebut saja misalnya, Fakhruddin Al-Razi, ia adalah pakar matematika yang juga ahli tafsir, Ibn Sina, seorang dokter yang juga pakar al-Qur’an, dan Imam Ghazali seorang rektor universitas ternama di zamannya yang pakar filsafat dan juga ahli makrifat.

Dengan kata lain, tidak sepatutnya para orangtua memahami pendidikan secara dikotomis, di mana di satu sisi anak didorong untuk benar-benar menguasai satu keahlian dunia, tetapi di sisi lain, apa yang semestinya dimiliki anak kita dengan penuh kebanggaan, yakni iman dan takwa justru terabaikan dan dianggap nomor dua.

Jika hal ini terjadi, maka akan selalu lahir banyak orang ahli dalam berbagai bidang, namun hati/pikiran dan keahliannya tidak dikawal oleh iman dan agama mereka.

Akhirnya, mudah kita temukan banyak orang ahli, tetapi kehadirannya di dunia tidak mendatangkan kemaslahatan, justru menjadikan musibah.

Tujuan Pendidikan

Agar anak-anak kita ke depan mampu meneladani kehebatan, kecerdasan dan keluhuran akhlak para ulama, intelektual dan profesional di tujuh abad pertama Hijriyah, orangtua harus kembali memahami sekaligus memahmkan tujuan pendidikan dalam Islam.

Menurut Imam Ghazali, tujuan pendidikan harus mengarah kepada terealisasinya tujuan keagamaan dan akhlak dengan titik tekan pada perolehan keutamaan taqarrub kepada Allah

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”  (QS. Adz-Dzaariya [51]: 56).

Bukan hanya sekedar untuk mencari kedudukan tinggi atau mendapatkan kemegahan dunia. Jika pendidikan diarahkan pada selain untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, maka inilah awal dari terbukanya jalan menuju kerugian dan kemudharatan.

Terkait bagaimana mengarahkan pendidikan pada tujuan taqarrub kepada Allah Ta’ala ini secara eksplisit telah Allah tegaskan melalui pendidikan yang ditanamkan oleh Luqman Al-Hakim kepada putranya.

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman [31]: 13).

Kemurnian iman seorang anak akan memudahkan langkah berikutnya untuk menjalankan kewajiban asasinya, yakni berbakti kepada kedua orangtua, mendirikan sholat, amar ma’ruf nahi munkar, sabar dalam menghadapi kenyataan hidup, berakhlak mulia alias tidak sombong dan berkata benar (jujur).

Dengan kata lain, manakala orangtua sudah melihat kriteria utama yang merupakan kewajiban asasi seorang Muslim yang mesti dikawal oleh para orangtua terhadap pribadi dan karakter putra-putrinya mewujud, maka bisa dikatakan, tujuan pendidikan yang Allah tegaskan benar-benar telah tercapai.

Manakala tidak, maka sungguh orangtua harus berusaha maksimal mengarahkannya pada tujuan utama pendidikan tersebut. Karena kelak, di hari kiamat, setiap orangtua akan dimintai pertanggungjawaban perihal bagaimana anak-anaknya dididik.*/Imam Nawawi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agamaahlianakruhaniskill
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mendagri Fasilitasi Islah Sunni-Syiah secara “Tertutup”
Tulisan selanjutnya Luncurkan Tampilan Baru, Kiblat.net Terus Berbenah di Usia Muda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Berita
3 September 2026 15:08
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?